Jefar Seorang Penulis Imajinasi

Contoh Skenario Film Pendek Anak Sekolah Durasi 10 Menit

4 min read

Dalam postingan kali ini, saya akan membagikan Contoh Skenario Film Pendek Anak Sekolah Durasi 10 Menit semoga bisa menjadi referensi sobat yang membutuhkan.

Untuk informasi, saya ketik skenario ini menggunakan jenis Font Courier New dengan ukuran 12.

Saya menghabiskan 9-10 halaman di kertas ukuran A4. Jika diasumsikan 1 halaman memakan waktu durasi 1 menit, maka 9-10 halaman, itu artinya 9-10 menit durasi panjangnya.

Baiklah, inilah…

Contoh Skenario Film Pendek Anak Sekolah Durasi 10 Menit

Tema :

Persahabatan

Karakter atau Tokoh :

HAndoko : Terlalu negatif Thinking

Tono : Lugas

Ani : Agak Bawel

Nuri : Pemikir

SKENARIO FILM

PERSAHABATAN SEJATI

Oleh Jeffri Ardiyanto

 

1. DI DALAM KELAS SEKOLAH – PAGI

Cast : Pak Guru, Handoko, Nuri, Tono, Ani, dan Figuran Siswa lain.

Seorang guru sedang membagikan sebuah amplop kepada masing-masing muridnya yang bergilir maju ke meja kursinya.

Setelah semua kebagian, mereka duduk di kursinya masing-masing.

PAK GURU

“Baiklah, sekarang silahkan buka amplop yang udah dibagi”

Semua murid menampakkan wajah tegang, tidak terkecuali Handoko, Nuri, Tono, Ani.

Handoko dan Tono duduk satu meja.

HANDOKO

“Ton, gimana nih ya? Kita bakal lulus nggak ya?”

TONO

“Halah, ya buka dulu to Handok”

Handoko mengernyitkan dahinya.

HANDOKO

“Handok, mbahmu”

Tono tertawa tetapi menahannya agar tidak terdengar yang lainnya.

TONO

“Daripada menebak-nebak, ayo kita buka amplop ini.”

Tono melihat amplop di tangannya, lalu memandangi Ani dan Nuri yang berada di sebelah meja kanannya. Tono tersenyum dan menganggukan kepala.

Ani dan Nuri pun membalas senyuman lalu menganggukan kepala.

Ketika mereka akan membuka amplop, tiba-tiba dikagetkan dengan beberapa suara dari murid lain.

MURID 1

“Horeeeee!!! Aku lulus!

Murid 1 itu berdiri sambil memegangi surat berisi kelulusan di tangannya.

Di meja depan, seorang Murid 2 juga meneriakkan hal yang sama.

Pak Guru yang berada di Mejanya, tersenyum. Lalu dia berdiri di depan kelas.

PAK GURU

“Mohon perhatiannya anak-anak”

Semua murid kembali tenang dan duduk di kursinya masing-masing.

PAK GURU CONT’D

“Perlu diperhatikan. Menurut kabar, ada satu siswa yang tidak lulus di kelas ini. Jadi berhati-hatilah.”

Deg!!!

Semua siswa yang belum membuka amplop langsung menampakkan wajah kekhawatiran.

HANDOKO

“Waduh, ton, giman nih ton.”

Tono juga menampakkan raut muka cemas sambil sesekali menelan ludahnya sendiri.

Ani memandangi lekat-lekat amplop putih di tangannya.

ANI

“Jadi khawatir nih,jangan-jangan aku lagi”

Nuri juga menampakkan kecemasanya.

NURI

“Bisa jadi aku nih.”

ANI

“Ya mungkin diantara kita bakal enggak lulus. Nggak bisa dibayangkan”

Tono melihat Ani dan Nuri penuh penasaran.

TONO

“Woy, punya kalian gimana? Lulus enggak?”

NURI

“Lah belum tau, belum kita buka.”

ANI

“Iya nih, takut kita.”

Handoko mengeluarkan berkeringat dari keningnya meluncur ke pipinya.

HANDOKO

“Mampus dah aku nih.. jangan-jangan beneran aku.”

Tono memicingkan matanya kearah Handoko.

TONO

“Iya, kayaknya kamu deh yang nggak lulus”

Handoko seketika mendelikkan matanya.

HANDOKO

“Ah sialan kamu Ton, bukannya nenangin malah bikin panik aja.”

TONO

“Lagian, kamu sendiri yang berpikiran negatif. Aku kan tinggal nerusin pikiran negatifmu.”

Beberapa murid telah membuka isi amplopnya, dan mereka teriak kegirangan.

MURID : Yeaaa, aku luluuuusssss……!!!

Pak Guru melihat pemandangan itu langsung tersenyum.

PAK GURU

“Yasudah, Pak Guru ijin pamit ke kantor. Kalian boleh pulang sekarang. Selamat menikmati kemenangan.”

Sebagian besar, murid-murid keluar kelas dengan penuh keceriaan. Mengingat karena mereka sudah dinyatakan lulus sekolah.

Tapi tidak dengan ke empat murid, yakni Handoko, Tono, Nuri, Ani. Mereka masih khawatir akan amplop di tangannya.

TONO

“Anjay, yang lain udah pada lulus. Tinggal kita berempat doang nih.”

HANDOKO

“Ah sial, yaudah yuk kita buka aja amplopnya.”

Mendengar itu, Ani langsung bangun dari duduknya.

ANI

“Bentar dulu. Jangan maen buka aja. Kalian pada nggak inget kesepakatan kita kemaren?”

NURI

“Ah ya, kemaren kita udah janji sebelum lulus, kita bakal bikin pesta berempat.”

Handoko dan Tono mengangguk.

TONO

“iya juga sih. Kalo salah satu dari kita tahu nggak lulus, pasti bakal males ikut pesta ginian.”

Handoko mengernyitkan dahi.

HANDOKO

“Iya juga. Kalo aku nggak lulus, aku bakal pulang nangis dipangkuan ibuku tersayanglah, daripada ikut pesta sama kalian.

Tono, Ani, Nuri melototkan matanya ke arah Handoko.

HANDOKO

“Haha, becanda gila.”

Ani lalu duduk kembali di kursinya. Tono serta Handoko menghampiri meja Ani dan Nuri.

ANI

“Enaknya pesta apa ya?”

HANDOKO

“Yang jelas, jangan mahal-mahal lah. Nggak punya banyak duit aku nih.”

TONO

“Yang penting, pesta ini bikin kita happy berempat. Apa ya?”

Nuri mengusap-usap ujung dagunya tanda berpikir.

NURI

“Aha, aku punya ide. Gimana kalo kita maen game zone di Mall kota. Kita asik-asikan aja disana.”

HANDOKO

“Wah ide bagus tuh, hemat di kantong.”

TONO

“Bener, aku setuju”

ANI

“Ya udah, abis itu baru kita sepakat buka amplop kita masing-masing. Deal?”

Ani menjulurkan telapak tangan kanannya ke depan. Nuri, Tono, Handoko melakukan hal yang sama.

ANI

“Baiklah dengan ini, kita sepakat.”

ANI, Tono, Nuri, Handoko : Iyess!!!

DISSOLVE TO

2. MONTAGES

Baca Juga  Contoh Naskah Drama Horor Komedi 4 Orang

·         Mereka berempat bermain Game Dance dengan penuh kehebohan.

·         Mereka bermain melempar basket penuh keseruan.

DISSOLVE TO

3. INT. GAME ZONE – SIANG

Cast : Ani, Nuri, Handoko, Tono

Mereka menampakkan wajah kegembiraan yang amat bahagia.

TONO

“Ah puas banget kita.”

ANI

“Iya nih, napa kita nggak bikin acara beginian dulu-dulu ya?”

NURI

“Dasar kita nih, kalo waktunya udah mepet, pasti rasa nyesel baru muncul.

Mereka tertawa bersama.

HANDOKO

“Ah, capek nih, haus laper, makan yuk.”

NURI

“Ayo, ke food court disebelah, kalo gitu.”

Mereka akhirnya sepakat pergi ke food Court.

DISSOLVE TO 

4. INT. FOOD COURT – SIANG

Cast : Handoko, Tono, Ani, Nuri

Mereka sibuk melahap masing-masing makanan di depannya.

Mereka duduk dalam satu meja kotak. Ani dan Nuri berselahan, Handoko dan Tono bersebelahan.

HANDOKO

“Ngomong-ngomong, kalo kalian lulus, mau lanjut kemana?”

Tono yang melahap mi ramen, lalu menghentikan aktifitasnya.

TONO

“Kayaknya aku ikut kakak ke kalimantan. Kerja di kebun kelapa sawit.”

Ani mengusap keringat di keningnya.

ANI

“Wah jauh amat Ton. Kalo aku sih paling ngelanjut kuliah di kota aja. Deket-deket aja.”

HANDOKO

“Kalo Nuri, gimana nur?”

Nuri mengusap-usap rambutnya.

NURI

“Aku kayaknya lanjut kuliah, tapi di luar kota.”

HANDOKO

“Wah bakal kangen ya kita nih. Bakal nggak ketemu lagi. Soalnya aku juga mau kuliah di ibu kota.”

TONO

“mmh, kepisah-pisah ya kita nanti.”

Ani sambil melanjutkan melahap mie gorengnya.

ANI

“Jangan kangen sama aku ya. Tapi kalo kangen ya, Whatsapp aja, haha”

Tono, Handoko, Nuri : “Huh, dasar”

NURI

“Pokoknya, lain kali ada waktu. Kita harus kumpul-kumpul kaya gini lagi yak. Jangan sampai karena jarak, trus kita jadi berjarak. Kita tetep sahabat sejati.”

HANDOKO

“Sampai mati”

Tono tertawa mendengar penuturan itu.

TONO

“Jangan mati dulu lah bro, aku belum ngerasain nikah nih, haha.”

Semua tertawa bersama.

ANI

“Eh gimana nih? Udah siap buka amplopnya?”

NURI

“Oiya, gimana? Apa mau sekarang.”

Handoko menelan ludahnya sambil menyeka keringat di dahinya.

HANDOKO

“Ya, sekarang aja dah, kapan lagi.”

Mereka lalu mengeluarkan amplop masing-masing dari tas. Diletakkan di atas meja makan.

TONO

“Oke, kalian siap?”

Ani mengedarkan pandangannya ke teman-temannya.

ANI

“Inget, apapun yang terjadi, kita harus tegar. Jangan kecewa, jangan nangis.”

NURI

“Bener, walau nggak lulus, itu bukan dosa. Cuma kurang beruntung aja.”

HANDOKO

(terbata-bata)

“i, i, iya , siaap siap dah.”

Mereka menampakkan ketegangan di wajahnya masing-masing. Mereka menggenggam amplop di tangan masing-masing.

TONO

“Oke, 1…2…3, buka”

Perlahan namun pasti, mereka membuka amplop miliknya masing-masing. Betapa tercengangnya mereka dengan hal itu.

Ketika mereka membaca isi amplop masing-masing, sepintas mereka melihat Pak Guru mereka melintas berjalan menyusuri Food Court.

HANDOKO

“Ayo kita kejar Pak Guru kita!”

ANI

“Iya sebel aku nih.”

NURI

“Hooh, jangan kasih ampun.”

TONO

“Lets go!”

Mereka berempat mengejar ke arah Pak Guru. Dan Pak Guru tersadar melihat keempat muridnya berlari ke arahnya.

PAK GURU

(tersenyum)

“Deg-degan ya?”

Mereka langsung merubah dari mimik wajah serius menjadi wajah tersenyum lalu tertawa.

ANI, NURI, TONO, HANDOKO

“Pak Guru, ya Ampuuuuuunn, kurang kerjaan aja nih!”

TAMAT

Demikian artikel tentang Contoh Skenario Film Pendek Anak Sekolah Durasi 10 Menit semoga bermanfaat.

Baca Juga  Naskah Drama 5 Orang tentang Persahabatan Sejati Singkat

DOWNLOAD

KAmu bisa mendownload skenario film ini, gratis.

DOWNLOAD SKENARIO FILM

*Kritik dan Saran, silahkan berkomentar di kolom Komentar

Jefar Seorang Penulis Imajinasi
WhatsApp chat