Jefar Seorang Penulis Imajinasi

Contoh Skenario Film Pendek Komedi 10 Orang

8 min read

Untuk membuat sebuah film, tentu dibutuhkan sebuah skenario. Ya, dengan itu, sebuah film dapat diwujudkan.

Maka dari itu, kali ini saya akan membagikan contoh skenario film pendek komedi 10 orang, semoga menjadi referensi untuk Anda.

Untuk informasi, skenario film yang saya bagikan ini adalah ciptaan dari Ahjun dari Komunitas Film Bekasi pada tahun 2013. Dulu saya juga bergabung dalam komunitas itu. Namun penggarapan film untuk skenario ini belum selesai sampai sekarang.

Baik, contoh skenario film pendek komedi 10 orang ini diketik dengan menggunakan jenis Font Courier New berukuran 12 point.

Naskah ini Berjumlah 16 scene dan memakan sampai 15 halaman ukuran kertas Letter (Ms Word). Jika diasumsikan 1 Lembar kertas itu 1 menit, maka durasi dari skenario ini lamanya sekitar 15 menitan.

Oke, tanpa perlu panjang lebar, saya bagikan…

Contoh Skenario Film Pendek Komedi 10 Orang

Judul :

Pagi, Na

Premis :

Seorang perempuan bernama Mariana yang menjadi primadona di kampungnya. Banyak dikejar-kejar pemuda kampung, namun dia menolak. Dia lebih memilih laki-laki tampan dan kaya. Namun calon suaminya ternyata tidak punya ‘burung’

Tokoh & Karakter :

  1. MARIANA

Perempuan. Usia 20 tahunan. Cantik, berambut panjang, tinggi semampai. Sebenarnya gadis yang baik tapi jadi matre karena disuruh orang tuanya cari jodoh anak orang kaya.

  1. TEJA

Laki-laki. Usia 23 tahunan. Jomblo kampung yang miskin, pengangguran. Cinta sama Mariana. Berkawan dengan Arif dan Pram. Culun dan bicaranya kurang lancar. Bersaing dengan Arif dan Pram untuk mendapatkan Mariana.

  1. ARIF

Laki-laki. Usia 35 tahunan. Perjaka tua yang miskin, pengangguran. Cinta sama Mariana. Berkawan dengan Teja dan Pram. Bersaing dengan Teja dan Pram untuk mendapatkan Mariana.

  1. PRAM

Laki-laki. Usia 25 tahunan. Jomblo kampung yang miskin, pengangguran. Cinta sama Mariana. Berkawan dengan Teja dan Arif. Bersaing dengan Teja dan Arif untuk mendapatkan Mariana.

  1. RICKY

Laki-laki. Usia 25 tahunan. Ganteng, suka bergaya modis, anak orang tajir tapi sayangnya tidak punya “burung”.

  1. EMAKNYA MARIANA

Perempuan. Usia 40 tahunan. Matre, agak cerewet, maksa ke Mariana untuk mencari jodoh anak orang tajir.

  1. BAPAKNYA MARIANA

Laki-laki. Usia 55 tahun tapi nampak sudah sangat tua. Maksa ke Mariana untuk menikah sama anak orang kaya.

  1. COWOK ISENG

Laki-laki. Usia 17 tahunan. Brondong, ganteng, penampilan menunjukkan ia orang kaya.

  1. ISTRI COWOK ISENG

Perempuan. Usia 40 tahunan. Istrinya cowok iseng. Agak gemuk dan judes.

10. ADIK MARIANA : Lucu, Gemesin

SKENARIO FILM

Skenario

PAGI, NA…

(Sebuah Film Pendek)

Cerita & Skenario :

Ahjun

 

SETTING :

Perkampungan kota.

Rumah Mariana.

Taman

PEMAIN :

  1. MARIANA : Putri H.
  2. PRAM : Zaini Boli
  3. TEJA : Syawal
  4. ARIF : Totok Asih
  5. RICKY : Andi
  6. EMAK MARIANA : Yeni
  7. BAPAK MARIANA : Babeh
  8. COWOK ISENG : Alvin
  9. ISTRI COWOK ISENG : Imas
  10. ADIK2 MARIANA : Anak2 CAN

PRODUKSI :

KOMUNITAS FILM BEKASI (KFB)

2013

FADE IN

0. Layar putih, lalu muncul tulisan : “Sebuah film pendek karya Embun Sang Pangeran Sejati”. Setelah itu layar berubah gelap.

TEASER…

1. SUDUT KAMPUNG – PAGI.

CU. Langkah kaki seorang perempuan, kemudian di belakangnya terlihat langkah kaki seorang laki-laki.

CU. Langkah kaki perempuan makin cepat, begitu pula langkah kaki laki-laki dibelakangnya makin cepat.

Barulah nampak Mariana yang berjalan tergesa-gesa dengan langkah cepat dan panik di wajahnya. Mariana menengok ke belakang, ia lalu berlari. Si laki-laki yang membuntutinya, Teja, berlari mengejar Mariana hingga sampai di depan rumah Mariana.

Teja dengan sigap menghalangi jalan Mariana untuk masuk ke dalam rumahnya dan berdiri di depan pintu rumah Mariana.

TEJA

Pagi, Na…

Teja lalu memberikan setangkai bunga mawar merah kepada Mariana. Mariana menerimanya lalu membuangnya ke tanah dan menginjak-injaknya.

TEJA

(sedih mo nangis)

Kok dibuaang… (kocak)

Mariana masuk ke dalam rumah.

CU. Wajah Teja yang culun seperti mo nangis tapi ditahan.

CUT TO

2. SUDUT KAMPUNG – PAGI.

CU. Mariana sedang naik speda di jalanan kampung.

Kemudian muncul Arif mencegat Na di tengah jalan.

ARIF

Pagi, Na…

Arif lalu memberikan tanda cinta dari potongan kardus yang dilapisi kertas manila warna pink kepada Na. Na menerimanya lalu merobeknya dan ia buru-buru jalan lagi.

CU. Mimik Arif yang kecewa berat cintanya ditolak Mariana.

CUT TO

3. SUDUT KAMPUNG – SIANG.

CU. Kardus besar di depan pintu rumah Mariana.

Kemudian terlihat pintu rumah terbuka dan Mariana keluar tanpa melihat-lihat sehingga menabrak kardus.

Mariana heran kenapa ada kardus di depan rumahnya. Mariana berusaha menyingkirkan kardus itu tapi tidak bisa-bisa. Tiba-tiba Pram muncul dari dalam kardus, Mariana kaget bukan main.

PRAM

Pagi, Na…

Pram lalu memberikan kue (ulang tahun) berbentuk tanda cinta kepada Mariana. Mariana menerimanya tapi kemudian ditepokin ke muka Pram. Pram kesal dan membanting kue yang menempel di wajahnya ke tanah.

Mariana yang kesal dengan Pram lalu mendudukkan Pram dengan paksa ke dalam kardus dan hendak menutupnya. Tangan Pram berusaha mencegah Mariana menutup kardus tapi tak berhasil.

Layar berubah gelap, terdengar suara Pram (VO) dari dalam kardus, diiringi credit tittle film ini.

VO. PRAM

Na, kenapa kamu menolak semua cinta laki-laki di kampung ini? Apa karena kami anak-anak miskin?

Terdengar suara kardus digedor-gedor.

*VO. PRAM (Cont’d)

Na, buka Na…!

Na..! buka doong!

*NOTE : Layar masih gelap.

FADE OUT / FADE IN

4. RUMAH MARIANA – PAGI.

ESTABLISHED : Depan rumah Mariana.

Lalu muncul Mariana dari dalam rumah berpakaian olah raga. Mariana melakukan pemanasan sebentar dengan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Na kemudian berlari kecil-kecil meninggalkan rumahnya.

CUT TO

5. SEBUAH TAMAN – PAGI.

Nampak Na sedang jogging. Dari sudut lain kita melihat Teja, Arif dan Pram yang kebetulan juga sedang berolah raga.

TEJA

(Memberi kode ke Arif, Pram)

Ssst…

Muka Pram menujukkan kepada Arif dan Pram kalo Na ada di situ. Teja, Arif dan Pram menghampiri Na.

Sementara itu, Na yang sedang jogging dihampiri seorang cowok seumuran anak sekolahan (SMA). Penampilannya sih oke… nampak ia anak orang kaya.

COWOK ISENG

Hai…

Na memperhatikan penampilan cowok itu sebentar, dalam hatinya ini orang pasti anaknya orang kaya nih.

COWOK ISENG

(ke Mariana) Sendirian?

Na mengangguk. Pada saat yang sama, Teja, Arif dan Pram tiba di dekat Na. Na membuang muka dari Teja, Arif dan Pram dan memilih mengikuti si laki-laki jogging.

Teja, Arif dan Pram sebel sama Na, sementara Na nampak senyum-senyum kepada cowok itu dan berjogging beriringan dengannya.

Dari arah belakang Teja, Arif dan Pram muncul seorang ibu-ibu yang berlari ke arah Na dan cowok itu. Si Ibu itu lalu berhenti di depan Na dan si cowok. Na dan si cowok terpaksa berhenti juga. Tanpa basa-basi lagi si ibu itu menampar pipi Na lalu tangannya menarik tangan si cowok, yang ternyata adalah suaminya, dan mereka berdua meninggalkan Na.

SI IBU

(sambil menampar Na) Kurang ajar…!

Suami gue mo elo rebut, hah?!

Na merasa sebel karena si ibu itu salah paham. Teja, Arif dan Pram mendekatinya dan meledek Na.

TEJA, ARIF, PRAM (KOOR)

Makanya…jadi cewek jangan matre.

Anak di bawah umur diembat juga.

(tertawa) Hahaha…

Na tambah sebel dan pergi dengan wajah penuh dendam.

CUT TO

6. RUMAH NA – PAGI.

Na nampak sampai di rumahnya sehabis jogging. Na lalu duduk di teras depan rumahnya dan melepaskan sepatunya, mukanya masih kecut. Saat itulah Emaknya muncul dari dalam rumah sambil membawa ember berisi air bekas cucian lalu menyiramkannya ke pohon di depan rumahnya.

NA

Mak, kenapa sih Na harus nikah sama cowok anak orang kaya?

EMAK NA

Na, kamu tahu sendiri, bapak dan ibumu sudah tua, adik-adikmu butuh biaya banyak buat sekolah.

Na merasa sebal dengan jawaban emaknya, Na lalu masuk ke dalam menuju ke kamarnya dengan muka cemberut. Pada saat yang sama, Bapak Mariana keluar dari dalam rumahnya sambil batuk-batuk dan langsung duduk di kursi teras,   Disusul kemudian adik-adik Mariana keluar dari rumah dan langsung menghambur ke arah Bapak Mariana.

ADIK MARIANA #1

Ayo Pak mainan lagi…

ADIK MARIANA #2

Pak ayoo Pak, mainan kuda-kudaan lagi.

BAPAK MARIANA

Hus! Bapakmu sudah tua disuruh main kuda-kudaan terus.

Adik-adik Mariana tidak mau tahu, mereka terus merengek minta bapaknya mainan lagi.

ADIK-ADIK MARIANA (CROWDED)

Ayoo Pak mainan kuda-kudaan lagi…

Adik-adik Mariana terus mendesak bapaknya hingga kursi yang didudukinya terjungkal. GUBRAK!!!

CU. Emak Mariana geleng-geleng kepala melihatnya.

CUT TO

7. SUDUT KAMPUNG – SORE.

Na sedang naik sepeda di jalanan kampung. Tiba-tiba spedanya terserempet mobil dari arah belakangnya. Speda Mariana oleng dan GUBRAK! Na menabrak (pagar tanaman/pohon/batu/atau apalah yang lucu). Pengemudi mobil (Ricky) segera turun menolong Na.

RICKY

Kamu tidak apa-apa?

Maafkan saya karena tadi menyerempet sepedamu.

Na menatap Ricky dan terkesima dengannya. Melihat Na memandangnya dengan aneh, Ricky lalu mengenalkan diri untuk mencairkan suasana.

RICKY

Emmm… kenalkan, namaku Ricky.

Na tersadar dari lamunannya lalu buru-buru menyambut jabatan tangan Ricky.

NA

Mariana.

Na dan Ricky saling tatap beberapa saat, keduanya sama-sama jatuh hati. Suit suiiit…

CUT TO

8. RUMAH MARIANA – MALAM.

ESTABLISHED. Rumah Mariana di malam hari.

Kemudian nampak Mariana keluar dari dalam rumahnya. Baru selangkah maju, Emaknya teriak dari dalam rumahnya.

EMAK MARIANA (O.S.)

(teriak) Naa… mau kemana malam-malam?

MARIANA

(teriak) Mau beli pulsa bentar Maak.

Mariana lalu melangkah ke halaman rumahnya, pas mau beranjak dari halamannya, Mariana melihat Trio Jomblo sedang kongkow sambil bermain gitar. Mariana langsung sembunyi agar tidak ketahuan Trio Jomblo tapi keburu ketahuan oleh Teja.

POV Mariana : Dari jauh terlihat Teja menunjuk ke arah Mariana, memberi tahu kepada Arif dan Pram bahwa Mariana keluar rumah. Trio Jomblo langsung menghambur kea rah Mariana.

CU. Nampak Mariana merasa kesal dengan diketahuinya dirinya oleh Trio Jomblo.

Sekarang Trio Jomblo sudah ada di dekat Mariana dengan nafas ngos-ngosan. Mariana hendak masuk ke rumahnya tapi tangannya ditarik Pram.

PRAM

Mau kemana, Na?

Na urung masuk ke rumahnya, lalu ia mengibaskan tangan untuk melepaskan bajunya dari tangan Pram.

MARIANA

(sebel) Iih lepasin.

Sejurus kemudian Bapak Mariana keluar dari dalam rumahnya sambil bawa golok. (dia menggerakkan golok di telapak tangannya seperti gerakan mengasah golok sambil jalan lalu berhenti di halaman).

BAPAK MARIANA

Heh, jangan godain anak gue mulu! Tar gue gibang lo!

Nyali Trio Jomblo langsung ciut dan ketakutan. Teja lari terbirit-birit, sementara pas waktu Arif dan Pram mo lari, bapak Mariana malah jongkok dan mengasah goloknya.

CU. Nampak Pram dan Arif mengelus dada pertanda lega ternyata bapak Mariana Cuma mo ngasah golok doing.

ARIF

Kong, malam-malam ngasah golok buat apaan?

BAPAK MARIANA

Buat persiapan nyembelih hewan kurban besok.

Arif dan Pram bertatapan lalu tangan Pram memberi kode kepada Teja untuk kembali lagi.

Bersamaan dengan itu, hape Mariana berbunyi, tertera nama Ricky di layar hapnya. Mariana segera mengangkatnya. Di sini kita melihat Bapak Mariana masuk ke dalam rumah lagi.

MARIANA

Hai…

RICKY (O.S.)

Hai juga…

Aku sedang di rumah pamanku nih, di dekat taman yang tadi sore kita ketemu…

MARIANA

Ohya? Mampir dong, rumahku kan deket situ. Dari situ tinggal belok kanan, nanti ada masjid, nah rumahku dekat masjid.

RICKY (O.S.)

Oke deh…

ARIF

(kepo) Siapa tuh Na?

MARIANA

(jutek) Mau tau aja.

Setelah itu nampak mobil Ricky sampai di masjid lalu menuju ke rumah Mariana. Sebelum turun, Ricky menderukan bunyi mobilnya. Hal ini membuat Emak Mariana keluar dari rumahnya.

POV Pemirsa : Emak Mariana keluar dari dalam rumahnya langsung menuju ke kerumunan Mariana dan Trio Jomblo.

Mariana menyambut Ricky mesra sambil menggelayuti tangan Ricky.

PRAM

Siapa Ini Na?

MARIANA

Calon suamiku.

Trio Jomblo mendadak mati kutu. Sementara Emak Mariana melotot mendengarnya.

EMAK MARIANA

(senang) Jadi, ini calon suamimu, Na? Waah kereen, bawa mobil segala.

Ricky jadi salah tingkah.

EMAK MARIANA

Kalo gitu, langsung aja diresmikan gih…  Mumpung babeh lo masih ade…

Ricky jadi grogi dan tambah salah tingkah.

EMAK MARIANA

Siapa namanya, Na?

MARIANA

Ricky, Mak.

EMAK MARIANA

Ricky, malam ini juga kamu bilangin orang tua kamu, kamu mo segera menikah sama Mariana. (jeda) Kalo tidak, mobilmu gak bakalan pulang ke rumah.

CU. Muka Ricky kaget dan ketakutan.

CUT TO

9. TEMPAT KONGKOW TRIO JOMBLO – MALAM.

Setelah kejadian itu, Trio Jomblo sedang meratapi nasib mereka tidak bisa mendapatkan Mariana.

ARIF

Nasib, gue gak bisa dapetin Na.

TEJA

Gue sumpahin gak jadi. Jadinya sama gue.

Arif nampak kesal dan mendorong kepala Teja.

PRAM

Tunggu…tunggu. Sepertinya gue pernah lihat itu orang.

ARIF

Heh? lihat dimana?

Pram buru-buru berlari ke arah masjid. Teja dan Arif mengejarnya.

CUT TO

10. SUDUT MASJID – PAGI.

Pram memungut sebuah koran yang terselip diantara lobang angin masjid lalu memberikannya kepada Teja dan Arif.

PRAM

Nih, koran lama tapi gue baru baca tadi siang, kebetulan gue simpen.

Nampak wajah-wajah Teja dan Arif yang terkejut membaca berita di koran yang ditunjukkan Pram. (NOTE: Tidak ditunjukkan ke kamera beritanya apa).

DISSOLVED TO

11. TEMPAT KONGKOW – PAGI.

Arif, Teja dan Pram terlihat sedang kongkow, tiba-tiba Na muncul dengan senyuman lebarnya. Ketiganya ge er, dikirain Mariana mau main dengan mereka.

Na berdiri di depan Teja, Arif dan Pram sambil mengumbar senyum, kedua tangannya diumpetin ke belakang.

NA

(sambil melempar senyum) Hai…

Teja, Arif dan Pram saling pandang heran.

Na lalu menyodorkan undangan pernikahannya dengan Ricky. Arif, Teja dan Pram seperti kesamber geledek.

CU. Ekspresi wajah masing2 trio jomblo yang tersentak kaget.

Na lalu pergi dengan manja. Teja, Arif dan Pram melototin undangan dari Na.

CUT TO

TEKS : 1 MINGGU KEMUDIAN…

12. GEDUNG PERNIKAHAN NA – SIANG

Acara pernikahan Mariana dan Ricky pun digelar. Nampak tamu undangan sudah mulai berdatangan (pake stock shot video pernikahan orang lain).

CUT TO

13. RUMAH NA/KAMAR NA – MALAM.

Na dan Ricky saling bertatapan di pinggir ranjang pengantin. Sesaat Ricky berubah murung, Mariana mendekatkan duduknya ke Ricky lalu memegang kancing baju Ricky, kamera lalu mengarah ke langit-langit kamar Mariana, setelah itu… KAMERA GELAP. (SENSORRR COOY… J J J)

Beberapa saat kemudian terdengar suara teriakan Mariana

MARIANA

(menjerit histeris)

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

CUT TO

14. SUDUT KAMPUNG/TEMPAT KONGKOW – MALAM.

ESTABLISHED. Suasana malam hari di tempat kongkow Teja, Arif, dan Pram.

Tiba-tiba terdengar suara jeritan Na.

V.O. NA

(menjerit histeris)

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

Teja, Arif dan Pram kaget mendengar suara jeritan Na tersebut.

TEJA

suara apaan tuh?

PRAM

Suara Na!

Kontan Pram langsung beranjak dari tempat duduk dan berlari ke rumah Na, disusul Teja dan Arif.

CUT TO

15. DEPAN RUMAH NA – MALAM.

Pram, Teja dan Arif sampai di depan rumah Na.

CU. Rumah Na tampak depan. Suasana hening, sepi.

Teja, Arif dan Pram saling pandang.

ARIF

Tidak ada apa-apa.

PRAM

Tapi aku yakin tadi suara Na.

TEJA

Sudahlah…

Teja, Arif, Pram balik arah, kembali lagi ke tempat kongkow.

DISSOLVED TO

16. DEPAN RUMAH NA – PAGI.

Pagi harinya Teja, Arif dan Pram berjalan melewati rumah Na. Tangan Pram memegang sebuah koran yang berisi berita tentang RICKY. Na nampak baru keluar dari rumahnya. Mereka menyapa Na.

TEJA, ARIF, PRAM

Pagi, Na…

Teja nanya kepada Na dengan nada ngeledek.

TEJA

Semalam elo kenapa kok menjerit?

PRAM

(sambil nunjuk ke koran)

Pasti gara-gara ini.

TEJA, ARIF, PRAM (KOOR)

(tertawa) Hahahaha…

Na pasang muka murka lalu merebut koran di tangan Pram dan langsung membukanya kemudian membacanya.

CU. Berita di koran bertuliskan : “Maksa Berhubungan Intim, “Burung” Pria ini Dipotong Kekasihnya Sendiri” lengkap dengan foto RICKY terpampang jelas.

Sesaat kemudian Na menjerit histeris lalu pingsan.

NA

(menjerit histeris)

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

Teja dan Arif ketakutan dan bermaksud lari, sementara Pram hendak menolong Na. Arif berbalik lagi dan menyeret lengan Pram menyuruhnya segera lari.

FREEZE…

THE END.

TEKS : UCAPAN TERIMA KASIH DAN CREDIT TITTLE

Demikian Contoh Skenario Film Pendek Komedi 10 Orang, yang bisa saya bagikan.

Baca Juga  Pengertian Anatomi Plot

Oiya, kalau Anda ingin menggunakan Skenario ini, mohon ijin dulu ke penulis aslinya. Emailnya : ahjun.amriz@yahoo.com

Bisa juga kalau Anda ingin bertanya mengenai cara pembuatan skenario atau membedah skenario ini. Silahkan kontak saya, melalui email ataupun Whatsapp. Saya siap membantu semampu saya.

Jefar Seorang Penulis Imajinasi
WhatsApp chat