Jefar Seorang Penulis Imajinasi

Pengertian Anatomi Plot

3 min read

Menurut  Rikrik El Saptaria (2006), plot atau alur cerita merupakan rangkaian  peristiwa  yang  satu  dengan  yang  lain  dihubungkan  dengan hukum sebab akibat. Plot disusun oleh pengarang dengan tujuan untuk mengungkapkan  buah  pikirannya  yang  secara  khas.

Jika Anda bertanya, sebutkan Anatomi Plot ?

Maka saya akan jawab dibawah ini.

Pengungkapan  ini lewat  jalinan  peristiwa  yang  baik  sehingga menciptakan  dan  mampu menggerakkan  alur  cerita  itu  sendiri.  Dengan demikian  plot  memiliki anatomi  atau  bagian-bagian  yang  menyusun plot  tersebut  yang  disebut dengan anatomi plot, yakni:

a. Gimmick

Gimmick  adalah  adegan  awal  dari  sebuah  lakon  yang  berfungsi sebagai  pemikat  minat  penonton  untuk  menyaksikan  kelanjutan  dari  lakon tersebut. Sesuai dengan fungsinya, gimmick biasanya berisi teka- teki agar penonton penasaran dan menimbulkan rasa ingin tahu kelanjutan dari adegan tersebut.

Maka dari itu gimmick biasanya dikemas semenarik  mungkin.  Adegan  yang  terdapat  dalam  gimmick  merupakan benang merah dari keseluruhan lakon.

Misalnya,  gimmick  yang  terdapat  pada  lakon  Raja  Lear  karya Willliam   Shakespeare   terjemahan   Trisno sumardjo.   Adegan   yang disajikan dalam  kutipan  di  bawah  ini  merupakan  awal  dari  peristiwa- peristiwa   dalam   lakon   Raja   Lear.

Bagaimana   nantinya   Raja   Lear membagi  kerajaannya  sampai  dia terusir  dan  menderita.  Bagaimana nantinya  Edmund  memfitnah kakaknya  (putra  Gloucester  yang  sah) sendiri sampai Edgar menjadi buronan. Jika adegan ini dikemas dengan menarik  maka  penonton  akan penasaran  untuk  mengetahui  bagaimana kelanjutan dari teka-teki ini.

Baca Juga  Apa yang dimaksud dengan Teater Gerak?

b. Fore Shadowing

Fore shadowing adalah bayang-bayang yang mendahului sebuah peristiwa   yang   sesungguhnya   itu   terjadi.   Bisa   berupa   ucapan   atau ramalan seorang tokoh tentang nasib yang akan diderita oleh tokoh lain. Misalnya,  fore  shadowing  yang  terdapat  pada  lakon  Raja  Lear  karya William   Shakespeare   terjemahan   Trisno   Sumardjo   adalah   sebagai berikut.

c. Dramatic Irony

Dramatic  irony  adalah  aksi  seorang  tokoh  yang  berkata  atau bertindak  sesuatu,  dan  tanpa  disadari  akan  menimpa  dirinya  sendiri. Dalam lakon banyak dijumpai tokoh-tokoh ini, dan biasanya tidak disadari oleh  tokoh  tersebut.  Misalnya,  lakon  Oidipus  karya  Sophocles  dimana Oidipus mencari penyebab bencana yang melanda kerajaannya.

Oidipus memerintahkan untuk menangkap penyebab bencana tersebut dan harus diusir dari kerajaannya. Padahal yang menjadi penyebab tersebut adalah dirinya sendiri yang membunuh bapaknya dan mengawini ibunya sendiri. Ucapannya  tersebut  harus  dibuktikan  yaitu  dengan  mengusir  dirinya sendiri dari kerajaan.

d. Flashback

Flashback  adalah  kilas  balik  peristiwa  lampau  yang  dikisahkan kembali pada  saat  ini.  Kilas  balik  ini  berfungsi  untuk  mengingatkan kembali ingatan penonton pada peristiwa yang telah lampau tetapi masih dalam satu  rangkaian  peristiwa  lakon.  Kilas  balik  biasanya  diceritakan melalui dialog peran, tetapi kilas balik pada film biasanya berupa nukilan- nukilan gambar. Misalnya, flashback yang terdapat pada lakon “Antigone” karya

e. Suspen

Suspen   berisi   dugaan,   dan   prasangka   yang   dibangun   dari rangkaian ketegangan yang mengundang pertanyaan dan keingintahuan penonton. Suspen  akan  menumbuhkan  dan  memelihara  keingintahuan penonton dari  awal  sampai  akhir  cerita.  Suspen  ini  biasanya  diciptakan dan dijaga  oleh  penulis  lakon  dari  awal  sampai  akhir  cerita,  supaya penonton  bertanya-tanya  apa  akibat  yang  ditimbulkan  dari  peristiwa sebelumnya ke peristiwa selanjutnya.

Baca Juga  Pengertian Gesture Tubuh Menurut Para Ahli

      Dengan menimbulkan pertanyaan- pertanyaan ini penonton akan betah mengikuti cerita sampai selesai. Suspen ini biasanya  dibangun melalui dialog-dialog serta  laku para peran yang ada dalam naskah lakon. Kalau pemeran atau sutradara tidak cermat dalam menganalisisnya maka kemungkinan suspen terlewati dan tidak tergarap dengan baik.

      Hal  ini  akan  menyebabkan  kualitas pertunjukan  dinilai  tidak  terlalu bagus,  karena  semuanya  sudah  bisa ditebak oleh penonton. Kalau cerita itu bisa ditebak oleh penonton maka perhatian   penonton   akan   berkurang   dan   menganggap   pertunjukan tersebut tidak menyuguhkan sesuatu untuk dipikirkan.

f. Surprise

      Surprise   adalah   suatu   peristiwa   yang   terjadi   diluar   dugaan penonton  sebelumnya  dan  memancing  perasaan  dan  pikiran  penonton agar  menimbulkan  dugaan-dugaan  yang  tidak  pasti.  Namun  peristiwa yang  diharapkan  tersebut,  pada  akhirnya  mengarah  ke  sesuatu  yang tidak  disangka-sangka  sebelumnya.

     Misalnya, dalam lakon Raja Lear karya William Shakespeare, penonton akan mengira bahwa  kedua  putri Raja Lear yang diberi kerajaan akan membahagiakan ayahnya, sedangkan putri yang diusir akan membencinya. Dalam perjalanan cerita, kedua putri yang disangka akan membahagiakan malah  membencinya sedangkan putri yang diusir malah mengasihinya.

      Surprise dalam lakon di atas memang diperlukan karena dianggap mampu menegaskan pesan lakon yang akan disampaikan kepada penonton. Penulis mencoba memberi gambaran-gambaran yang samar pada sebuah lakon dan gambaran tersebut akan diduga oleh penonton.

      Dugaan  ini  akan  menimbulkan  rasa  ingin  tahu,  dan  rasa  ingin  tahu  ini yang  memikat  perhatian  penonton  untuk  menyaksikan  cerita  tersebut sampai  selesai  dengan  harapan  akan  menemukan  dan  mencocokan jawaban  yang  sudah  dibayangkan.  Keahlian  penulis  untuk  memberi jawaban  inilah  yang  ditunggu  oleh  penonton,  apakah  sesuai  dengan dugaanya atau malah berbeda

Baca Juga  Beberapa Cara Dalam Melatih Imajinasi

g. Gestus

      Gestus  adalah  aksi  atau  ucapan  tokoh  utama  yang  beritikad tentang sesuatu persoalan yang menimbulkan pertentangan atau konflik antartokoh.  Gambaran  tentang  gestus  yang  terdapat  pada  lakon  Raja Lear  adalah  ketika  raja  Lear  membagi  kerajaannya,  ini  menimbulkan konflik antara ketiga putrinya.

       Kemudian ketika Edmund ingin menyingkirkan  Edgar  yang  dianggap  sebagai  anak  yang  sah  dan  akan mewarisi  semua  kekayaan  Gloucester,  maka  Edmund  membuat  suatu aksi   yang   menimbulkan   permusuhan   antara   Edgar   dan   Gloucester. Dalam  lakon  terkadang  dijumpai  aksi-aksi  yang  seperti  ini  dan  akan menimbulkan suatu rasa simpati penonton kepada korbannya.

Jefar Seorang Penulis Imajinasi
WhatsApp chat