20+ Legenda Singkat Dalam Bahasa Inggris dan Artinya


legenda singkat dalam bahasa inggris dan artinya

12 CERITA RAKYAT DALAM BAHASA INGGRIS DAN TERJEMAHANNYA 

BAWANG MERAH AND BAWANG PUTIH

In the ancient time, lived a little family. The family consists of father, mother, and a beautiful girl named Bawang Putih. They are a harmonious and happy family despite his father worked as an ordinary merchant. One day, the happiness in this family was lost because the mother died. Bawang Putih was very sad because she was very fond of her mother. Her father was also so sad because he loved his wife so much.


After Bawang Putih’s mother died, her house was visited frequently by a widow who had a daughter named Bawang Merah. The widow often came with Bawang Merah to the Bawang Putih’s home by bringing food, helping to clean the house, and chatting with Bawang Putih’s father. Finally, the father thinks that he should marry the widow and made the widow as a new mother for Bawang Putih.


He asked for consideration of the proposal to Bawang Putih. After being allowed to get married by Bawang Putih, then her father immediately carried out the marriage. They become a new family and lived in a house. At first, the mother and Bawang Merah’s behaved Bawang Putih very well. However, the good behavior did not to be last long. Soon, the Bawang Merah and her mother began to show their bad attitude. Bawang Putih was often scolded and given heavy works when the father went to trade. She had to do a lot of housework while the Bawang Merahs just sit and did not work at all. However, the situation was never told by her to his father, so the Bawang Putih continued to be treated badly by Bawang Merah’s and her mother.


One day, his father was sick and passed away. Since then, Bawang Putih was treated worse than before. Bawang Putih almost never had a break every day. In the morning, she had to get up in order to prepare breakfast and the water for Bawang Merah and her mother. Later, she also gave eating to the livestock, washing clothes, and even watering the entire garden. Although she should do so many works, she always did it happily. She hoped, with such sincerity, her mother would love her sincerely someday.


On the morning, Bawang Putih went to the river to wash the clothes. She was so excited and washed vigorously. Because of getting too excited, she was not aware that there was a shirt that washed away. She realized that the shirt had been washed away when the flow carried it far enough. Later, she pursued but did not get the shirt. She felt hopeless and immediately went home.


The shirt was her mother's favorite. Of course, the mother was angry and told her to look for the shirt until she could found it. Bawang Putih came back to the river and walked to the west to seek her mother's favorite shirt. She walked along the river up to tens of kilometers. After that, Bawang Putih suddenly saw someone who was bathing the buffalo in the river. She asked the man about the clothes were washed away. Later, she was informed that the shirt drifting and it was not far from where she was standing. At that moment, Bawang Putih immediately ran down the river to find the shirt.


It was getting dark and the Bawang Putih found a home. Because of completely exhausted, she decided to take a break in the house. Apparently, it housed an old lady who had previously found the shirt. The old lady wanted to return the shirt to her, but she should accompany the old lady during a week. She agreed to stay with the lady for a week. Within a week, she made the old lady to be so happy because she was diligent and never complained even though felt so tired.


After accompanying for a week, she was given a pumpkin as the gift. When opening it, she was very surprised because there were so much gold and gems. She immediately went home and told the happening to her mother and also Bawang Merah. However, the gold and jewels that she got immediately seized and she was forced to tell where the jewelry could be obtained. Bawang Putih immediately said that she got it from an old lady who lived near the river.


In the next day, Bawang Merah came to that house and stayed for a week like what Bawang Putih did. However, because Bawang Merah was a lazy girl, the old lady gave a different pumpkin from Bawang Putih. Bawang Merah did not care and Bawang Merah immediately went home to open the pumpkin with her mother. Apparently, the content was not gems or gold, but the venomous snake that bit of Bawang Merah and the mother. Both of them died because of their greed.


After the happening, Bawang Putih was living alone, but she was more calm and lived happily with its gold and gems.




Terjemahan :
Bawang Merah dan Bawang Putih
Pada zaman dahulu, ada sebuah keluarga kecil yang hidup bahagia. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan seorang gadis cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang harmonis dan bahagia meskipun sang ayah hanya bekerja sebagai seorang pedagang biasa. Suatu hari, kebahagiaan yang ada di dalam keluarga tersebut hilang karena sang ibu meninggal. Bawang putih sangat sedih karena ia sangat menyayangi ibunya, begitu juga sang ayah yang sangat sedih karena sang istri telah meninggal.


Setelah ibu bawang putih meninggal, rumahnya sering dikunjungi oleh seorang janda yang mempunyai anak bernama bawang merah. Ibu bawang merah sering datang ke rumah bawang putih dan membawakan makanan, membantu membersihkan rumah, dan mengobrol dengan ayah bawang putih. Akhirnya, ayah bawang putih berpikir bahwa sebaiknya ia menikah dengan janda tersebut dan menjadikannya sebagai ibu baru untuk bawang putih.


Ia meminta usul dan pertimbangan dari bawang putih. Setelah diizinkan untuk menikah oleh bawang putih, maka sang ayah segera melaksanakan pernikahan dengan ibu bawang merah. Mereka menjadi sebuah keluarga baru dan tinggal di rumah tersebut. Pada awalnya, ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik terhadap bawang putih. Namun, perilaku baik tersebut tidak bertahan lama. Lama-kelamaan bawang merah dan ibunya mulai menunjukkan sikap buruk mereka. bawang putih sering dimarah dan diberikan pekerjaan berat ketika sang ayah pergi berdagang. Ia harus mengerjakan banyak pekerjaan rumah sementara bawang merah hanya duduk dan tidak bekerja sama sekali. Namun, keadaan tersebut tidak pernah diceritakan olehnya kepada sang ayah, sehingga bawang putih terus diperlakukan secara buruk oleh bawang merah dan ibunya.


Pada suatu hari sang ayah sakit dan meninggal dunia. Sejak saat itu, bawang merah dan ibunya memperlakukan bawang putih semakin buruk. Bawang putih hampir tidak pernah istirahat setiap hari. di pagi hari, ia harus bangun untuk mempersiapkan air dan sarapan bagi bawang merah dan ibunya. Kemudian, ia juga harus member makan ternak, mencuci baju, dan bahkan menyirami seluruh kebun. Meskipun pekerjaan yang harus ia kerjakan begitu banyak, namun bawan putih melakukan semua itu dengan gembira. Ia berharap, dengan keikhlasan tersebut, sang ibu mau menyayanginya dengan tulus dan menganggapnya sebagai anak kandung.


Pada suatu pagi, bawang putih pergi ke sungai untuk mencuci baju. Dia begitu gembira dan mencuci dengan penuh semangat. Karena terlalu semangat, ia tidak sadar bahwa ada sebuah baju yang hanyut. Ia menyadari bahwa baju tersebut hanyut ketika telah terbawa aliran yang cukup jauh. Kemudian, ia mengejarnya dan tidak mendapatkan baju tersebut. Ia merasa putus asa dan segera pulang ke rumah.


Baju tersebut merupakan baju kesayangan ibu bawang merah. Tentu saja, sang ibu marah dan menyuruhnya untuk mencari baju tersebut hingga ditemukan. Bawang putih kembali lagi ke sungai dan berjalan ke arah barat untuk mencari baju kesayangan ibunya. Ia berjalan menyusuri aliran sungai hingga puluhan kilometer. Setelah itu, bawang putih tiba-tiba melihat seseorang yang sedang memandikan kerbau di sungai. Ia bertanya kepada orang itu mengenai baju yang hanyut. Kemudian, ia mendapat informasi bahwa baju ibu bawang merah hanyut namun baju tersebut tidaklah jauh dari tempatnya berdiri. Saat itu juga, bawang putih segera berlari menyusuri sungai untuk menemukan baju tersebut.


Hari semakin gelap dan bawang putih menemukan sebuah rumah. Karena sangat lelah, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumah tersebut. Ternyata, di dalamnya tinggal seorang nenek yang sebelumnya sudah menemukan baju milik ibu bawang putih. Sang nenek ingin mengembalikan baju tersebut kepada bawang putih, dengan syarat bawang putih harus menemaninya selama seminggu. Bawang putih begitu iba dengan nenek tersebut, dan ia setuju untuk tinggal bersama sang nenek selama seminggu. Dalam waktu satu minggu, ia membuat nenek tersebut amat gembira karena bekerja dengan rajin dan tidak pernah mengeluh.


Setelah bawang putih menemani sang nenek selama seminggu, ia diberikan satu buah labu sebagai hadiah. Ketika membuka labu tersebut, ia sangat terkejut karena didalamnya terdapat emas dan permata yang begitu banyak. Ia segera pulang dan memberitahukan kejadian tersebut kepada sang ibu dan juga bawang merah. Namun, emas dan permata yang ia dapatkan segera direbut dan ia dipaksa untuk memberitahukan dimana perhiasan tersebut dapat diperoleh. Bawang putih segera mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari seorang nenek yang tinggal di dekat sungai.


Esok hari, bawang merah datang ke rumah nenek tersebut dan tinggal selama satu minggu. Namun, karena bawang merah adalah gadis yang malas, maka sang nenek memberikannya labu yang berbeda dari bawang putih. Bawang merah tidak peduli dan ia segera pulang dan membuka labu tersebut bersama ibunya. Ternyata, isi labu tersebut bukanlah permata atau emas, namun ular berbisa yang menggigit bawang merah dan ibunya. Kedua orang tersebut meninggal karena keserakahannya.




Bawang putih kini hidup sendiri namun ia lebih tenang karena tidak ada lagi orang yang menganggunya. Ia hidup bahagia dengan emas dan permata yang dimilikinya.





THE GOLDEN SLUG (KEONG MAS)


In the ancient time, lived a young man named Galoran. He was respected because of his wealth and honor. His parents were nobleman so he could live with luxury. However, he was very wasteful and every day just squandered the wealth of his parents.


One day, his parents died, but he did not care and continued to spend money as well as before. Because his life was so extravagant, all the treasure that he had was running out and he became an unemployed person. Many people sympathized with him and offered a job. But every time he got the job, he just dallied and it made him always be fired. Several months later, there was a wealthy widow who interested him. He married the widow and of course, he was very happy to be living in luxury again.


The widow had a daughter who was very diligent and clever to weave. Her name is Jambean, a beautiful girl and had been famous because of her weaving. However, Galoran did not like the girl, because the girl often scolded him because of his laziness. Finally, he threatened to torture and kill Jambean. He revealed the plan to his wife and the wife was very sad to hear of the threat.



Hearing the news, Jambean was very sad but she volunteered herself to be killed by her father. She told that she wanted to be dumped into a dam and did not burry under the ground after the death. The mother agreed and did all of her wants. In the dam, her body and head suddenly turned into the golden slugs.


Several years later, there are two widows who were looking for firewood. They were kindred, the first widow named Mbok Sambega Rondo and the second called Mbok Rondo Sembagil. When looking for the firewood in the jungle, they were very surprised because of finding the beautiful golden slugs. They brought it and maintained at home.


Once they brought the snails, there was always a miracle every day. Their kitchen was always filled with the delicious food when they came home from work. They were very surprised, and wanted to know the person who made those foods. They pretended to go to work and hid in the back of the house. A few moments later, there was a beautiful girl came from the inside of the conch and she began to cook the delicious meals.
Both widows then secretly held and did not let the girl to get into the snail anymore. The girl apparently was Jambean who had been killed by her father. Both widows then allowed her to stay with them. Because of their versatility in weaving, she got her famous back and made a handsome prince attracted. In the end, she married the prince and lived happily.






Terjemahan :
Keong Mas


Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda yang bernama Galoran. Ia merupakan salah satu orang yang disegani karena mempunyai kekayaan dan kehormatan. Orang tuanya merupakan bangsawan sehingga ia dapat hidup dengan mewah. Namun, ia merupakan seseorang yang sangat boros dan setiap hari hanya menghambur-hamburkan harta orang tuanya.


Suatu hari, orang tuanya meninggal dunia namun ia tidak peduli dan terus menghabiskan uang seperti sebelumnya. Karena hidupnya begitu boros, maka harta yang ia miliki habis dan ia menjadi seorang pengangguran. Banyak warga yang iba terhadapnya, namun setiap kali ia mendapatkan pekerjaan, ia hanya bermalas-malasan dan membuat ia sering dipecat. Beberapa bulan kemudian, terdapat seorang janda kaya raya yang tertarik dengannya. Ia kemudian menikah dengan janda tersebut. Tentu saja, ia sangat senang karena bisa hidup mewah seperti sebelumnya.


Janda tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun. Namanya Jambean, seorang gadis yang tenunannya sangat indah dan terkenal di desa tersebut. Namun, Galoran tidak menyukai gadis tersebut, karena sang gadis selalu menegurnya karena selalu bermalas-malasan. Karena begitu benci dengan Jambean, ia mengancam akan menyiksa dan membunuhnya. Ia mengungkapkan rencana tersebut kepada istrinya dan sang istri sangatlah sedih mendengar ancaman tersebut.


Mendengar berita tersebut, Jambean sangat sedih namun ia merelakan dirinya dibunuh oleh sang ayah. Ia berpesan ketika ia telah meninggal, ia ingin agar mayatnya dibuang ke sebuah bendungan dan jangan dikubur di dalam tanah. Setelah meninggal, sang ibu memenuhi permintaan tersebut dengan membawa mayatnya ke bendungan dan menceburkannya. Di dalam bendungan, tubuh dan kepalanya berubah menjadi udang dan siput atau disebut sebagai keong dalam bahasa jawa.


Beberapa tahun kemudian, dua orang janda sedang mencari kayu bakar. Mereka adalah kakak beradik dengan nama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembagil. Ketika sedang mencari kayu di hutan, mereka sangat terkejut karena menemukan keong dan siput yang berwarna emas serta sangat indah. Keduanya kemudian membawa keong dan siput tersebut untuk dipelihara di rumah.


Setelah mereka membawa siput tersebut dan menjadikannya sebagai hewan peliharaan, selalu ada keajaiban setiap hari. Dapur mereka selalu dipenuhi makanan lezat ketika mereka pulang dari bekerja. Mereka sangat heran, dan mereka ingin mengetahui siapa orang yang selalu membuat makanan lezat tersebut. Mereka berpura-pura pergi bekerja dan bersembunyi di belakang rumah. Beberapa saat kemudian, muncullah seorang gadis cantik dari dalam keong tersebut dan ia mulai memasak makanan-makanan lezat.


Kedua janda tersebut kemudian secara diam-diam memegang gadis tersebut dan tidak membiarkannya lagi untuk masuk ke dalam keong. Gadis itu ternyata adalah Jambean yang telah dibunuh oleh ayahnya. Kedua janda tersebut kemudian mengizinkan Jambean untuk tinggal bersama mereka. Karena kepandaiannya dalam menenun, ia sangat terkenal dan seorang pangeran tampan tertarik kepadanya. Pada akhirnya, ia menikah dengan pangeran dan hidup bahagia.


Mouse Deer and Crocodile
One day, Mouse Deer went down to the river to take a drink. But he knew that the crocodile might be waiting underwater to eat him, so he said out loud. “I wonder if the water’s warm. I’ll put in my leg and find out.” Of course Mouse Deer didn’t put in his leg. He picked up a stick instead and put one end into the water. Chomp…! Crocodile grabbed the stick and pulled it underwater. Mouse Deer laughed. “Ha… ha…ha… Stupid crocodile! Cant you tell the difference between a stick and a leg?” Then Mouse Deer ran off to drink somewhere else.
In the next day, Mouse Deer wanted to cross the river. He wanted to eat the fruits on the other side of the river. He saw a floating log in the river. He knew that Crocodile looked like a log when he floated. Mouse Deer didn’t want to be eaten by Crocodile when he crosses the river. He had an idea. He called out loud, “Crocodile!” Crocodile rose from the water, “Hello, Mouse Deer. Have you come to be my lunch?” Mouse Deer smiled. “Sorry, not today, Crocodile. I have orders from the King. He wants to invite all the crocodiles in this river to a party. He wants me to count all the crocodiles so he could prepare enough meal for you.”
“Really…? Tell us what to do,” said Crocodile. “You must line up from this side of the river to the other side,” said Mouse Deer. Crocodile then got all his friends and family. They lined up across the river. Mouse Deer then jumped onto Crocodile’s back. “One,” he counted. He jumped onto the next crocodile, “Two.” And the next crocodile, “Three.” Mouse Deer kept jumping until he arrived on the other side of the river. “How many are there?” asked Crocodile. “Just enough,” said Mouse Deer. He laughed as he ran to the forest.***


Terjemahan
Cerita Kancil dan Buaya dalam Bahasa Inggris

Suatu hari, Kancil pergi ke sungai untuk minum. Tapi ia tahu bahwa buaya mungkin menunggu didalam air untuk memakannya, jadi dia berteriak keras-keras. “Aku ingin tahu apakah air hangat. Aku akan memasukkan kaki saya ke dalam air dan mencari tahu. “Tentu saja Kancil memasukkan kakinya. Dia mengambil tongkat dan memasukkan satu ujung ke dalam air. Chomp …! Buaya menyambar tongkat dan menariknya ke bawah air. Kancil tertawa. “Ha … ha … ha … buaya bodoh! Tidak bisakah membedakan antara tongkat dan kaki? “Lalu Kancil lari untuk minum di tempat lain.
Pada hari berikutnya, Kancil ingin menyeberang sungai. Dia ingin makan buah-buahan di sisi lain sungai. Dia melihat batang kayu mengambang di sungai. Dia tahu bahwa Buaya tampak seperti kayu mengambang ketika ia mengambang. Kancil tidak mau dimakan oleh buaya ketika ia melintasi sungai. Dia punya ide. Ia berseru keras, “Buaya!” Buaya terangkat dari air, “Halo, Kancil. Apakah kamu datang untuk menjadi makan siang saya? “Kancil tersenyum. “Maaf, tidak hari ini, Buaya. Saya mendapat perintah dari Raja. Dia ingin mengajak seluruh buaya di sungai ini ke pesta. Dia ingin aku menghitung semua buaya sehingga ia bisa mempersiapkan cukup makanan untuk kamu. ”
“Sunggu…? Beritahu kami apa yang harus dilakukan, “kata Buaya. “kamu harus berbaris dari sisi sungai ke sisi lain,” kata Kancil. Buaya kemudian memanggil semua teman-temannya dan keluarganya. Mereka berbaris di seberang sungai. Kancil lalu melompat ke punggung buaya. “Satu,” ia menghitung. Dia melompat ke buaya berikutnya, “Dua.” Dan buaya berikutnya, “Tiga.” Kancil terus melompat sampai ia tiba di sisi lain sungai. “Berapa banyak?” Tanya Buaya. “Cukup,” kata Kancil. Dia tertawa sambil berlari ke hutan.



Terjemahan :


Pinokio


Dia di hutan pinus Italia yang besar, kesepian. Dia selalu memimpikan memiliki seorang anak laki-laki.


Setiap hari, ia pergi memotong kayu untuk orang-orang kota. Suatu hari, sebuah ide terlintas dalam pikirannya, sebuah ide membuat sebuah boneka, yang akan ia beri nama Pinokio. Dia membuat boneka itu dan pada malam hari, boneka tersebut menjadi hidup!
Satu tahun kebahagiaan dan ketakutan berlalu, pada hari Minggu pagi, Gepetto berkata pada Pinokio :
"hari ulang tahun saya segera tiba, putra kecilku! Saya harap kamu tidak lupa!"
"Euh, tentu, saya tidak lupa!"


Pinokio merasa canggung. Dia tidak memikirkan hal itu. Ulang tahun Gepetto hanya tiga hari lagi, dan dia bahkan belum punya kado.


Setelah malam yang panjang dan berfikir, Pinokio akhirnya memutuskan untuk membuatkan kue coklat buatannya sendiri untuk Gepetto sebagai hadiah ulang tahunnya.
Ketika matahari terbit, Pinokio sudah siap untuk pergi ke luar untuk mendapatkan bahan-bahannya. Masalah utama ia bahkan tidak tau bahan-bahan dan resepnya.


Jadi sepulang sekolah, ia memutuskan bertanya ke seseorang bahan-bahan untuk membuat kue. Selama perjalanannya, Pinokio, si boneka kayu, bertemu penyihir kota.


"Hei, anak kecil, kamu membutuhkan bantuan untuk kue cokelatmu?"


"Hum ... Anda dapat membantu saya?", Tanya Pinokio.


"Tentu, aku bisa. Ikuti aku!"


Setelah berjalan beberapa menit, Pinokio melihat rumah permen yang sangat besar. Mereka masuk bersama-sama dan Pinokio tertangkap oleh kandang besar.


"Mouahahaha! Saya akhirnya berhasil menangkap mu! Kamu akan menjadi milikku, kau akan bekerja untuk ku!", Kata penyihir jahat.
Pinokio sangat takut. Ketika penjaga datang dan membawanya keluar dari kandang, dia segera lari dengan sangat cepat dan dia berhasil melarikan diri.


Pada saat yang sama, penyihir jahat, memanggil semua pasukannya, berlari mengejarnya dan dia mengeluarkan tongkat sihirnya. Iblis jahat mengubah boneka kayu kecil itu menjadi kue cokelat!


Ketika ia kembali ke rumah, dia menceritakan semuanya kepada ayahnya dan mereka pergi mencari peri dewa.
Setelah perjalanan panjang, mereka akhirnya menemukan peri dewa dan mereka mendapatkan ramuan ajaib untuk Pinokio.




Pinocchio






He great Italian pine forest, was lonely. He always dreamed about having a son.


Each day, he went cutting woods for the town’s people. One day, an idea illuminated his mind, the idea of crafting a puppet, which he will call it Pinocchio. He crafted that puppet and during the night, the puppet becomes alive!
One year of happiness and thriller passed, on a Sunday morning, Gepetto told Pinocchio:
"It’s my birthday soon, my little son! I hope you didn’t forget it!"
"Euh, sure, I didn’t!"


Pinocchio felt awkward. He didn’t thought about that. Gepetto’s birthday was coming in only three days, and he hadn’t even a present.


After a long night of reflecting, Pinocchio finally decided to offer a homemade chocolate cake to him as a present.
When the sun rose, Pinocchio was already ready to go outside to find the ingredients. The main problem was he didn’t even known the ingredients and the recipe.


So after school, he decided to go ask someone for the ingredients to bake a cake. During his walk, Pinocchio, the wooden puppet, met the town’s sorcerer.


"Hey, little boy, do you need some help for your chocolate cake?"
"Hum… You can help me?", asked Pinocchio.
"Sure, I can. Follow me!"


After walking few minutes so, Pinocchio saw a big, big, big candy house. They entered together and Pinocchio got caught by a big cage.


"Mouahahaha!!! I finally caught you! You’ll be mine, you’re going to work for me!", said the evil sorcerer.
Pinocchio was so scared. When the guards came and took him out of the cage, he immediately ran away very fast and he succeeded to escape.


At the same time, the evil sorcerer, calling all his troops with him, ran after him and he took out his magic wand. The evil devil changed the little wooden puppet into a chocolate cake!


When he came back home, he told the entire story to his father and they went to find the god fairy.
After a long trip, they finally find the god fairy and they got the magical potion for Pinocchio.






Snow White


Once upon a time there lived a little, named Snow White. She lived with her aunt and uncle because her parents were died.
One day she heard her aunt and uncle talking about leaving Snow White in the castle because they wanted to go to America and they didn't have enough money to take Snow White with them.
Snow White didn't want her uncle and aunt to do this. So she decided to run away. The next morning she run away from home when her aunt and uncle were having breakfast, she run away into the wood.
In the wood she felt very tired and hungry. Then she saw this cottage. She knocked but no one answered so she went inside and felt asleep
Meanwhile seven dwarfs were coming home from work. They went inside. There, they found Snow White woke up. She saw the dwarfs. The dwarfs said; “What is your name?”. Snow White said; “My name is Snow White”. One of the dwarfs said; “If you wish, you may live here with us”. Snow White told the whole story about her. Then Snow white and the seven dwarfs lived happily ever after.


Terjemahan :


Putri Salju


Dahulu kala hiduplah sedikit , bernama Putri Salju . Dia tinggal bersama bibi dan pamannya karena orang tuanya meninggal.
Suatu hari ia mendengar bibi dan pamannya berbicara tentang meninggalkan Putri Salju di benteng karena mereka ingin pergi ke Amerika dan mereka tidak punya cukup uang untuk membawa Putri Salju dengan mereka .
Salju tidak ingin paman dan bibinya untuk melakukan hal ini . Jadi, dia memutuskan untuk melarikan diri . Keesokan harinya dia lari dari rumah ketika bibi dan pamannya sedang sarapan , ia melarikan diri ke dalam hutan .
Dalam kayu ia merasa sangat lelah dan lapar . Lalu ia melihat pondok ini . Dia mengetuk tapi tidak ada yang menjawab jadi dia masuk ke dalam dan merasa tertidur
Sementara tujuh kurcaci datang pulang dari kerja . Mereka masuk ke dalam. Di sana, mereka menemukan Putri Salju terbangun . Dia melihat kerdil . Para kurcaci mengatakan , " Siapa namamu ? " . Putri Salju mengatakan , " Nama saya Snow White" . Salah satu kurcaci berkata , " Jika Anda ingin, Anda dapat tinggal di sini bersama kami " . Putri Salju menceritakan seluruh kisah tentang dia . Kemudian Putri Salju dan tujuh kurcaci hidup bahagia selamanya .




A bear and a lion


One upon a time a lion and a bear caught and killed a goat. They had a quarrel over it.
“It is mine,” said the bear. “I caught it with my strong paws.”
“It is not yours. It is mine,” said the lion. “I killed it with my strong jaws.”
Then they began to fight over it. They ran up and down the hill, under and over the fallen trees, in and out of the forest. They bit and scratched with their strength, but no one could overcome the other.
At last they both were tired out and could fight no longer. They lay upon the ground, panting and looking at each other.
A fox who was passing by at the time saw them with a dead goat near by. She ran up to them, took the goat home and ate it up.






Terjemahan :


Beruang dan singa




Suatu ketika seekor singa dan seekor beruang menangkap dan mebunuh seekor kambing. Mereka pun berdebat.
“Ini milikku,” kata beruang “Saya menagkapnya dengan kekuatan cakarku.”
“itu bukan milikmu. Itu milikku,” kata singa. “Saya membunuhnya dengan kekuatan rahangku.”
Mereka pun mulai bertengkar. Mereka saling kejar naik turun bukit melewati bawah dan atas batang pohon tumbang, keluar dan masuk hutan. Mereka saling menggigit dan mencakar dengan kekuatan mereka yang mereka miliki, tapi tidak ada yang mampu mengalahkan satu sama lain.
Dan pada akhirnya mereka berdu letih dan tidak bias berkelahi lagi. Mereka berbaring dengan nafas terengah-engah dan saling melihat.
Pada saat yang bersamaan tiba-tiba seekor rubah lewat dan melihat mereka bersama seekor kambing mati di dekatnya. Dia pun mendekat, dan membawa pergi kambing tersebut.












The fools of two men


Gotham (Go’tem) was a little town in England.
Once there was a man from Gotham going to market to buy sheep. At gotham bridge, he met a man who had just come back from the market.
“Where are you going?” asked the man who had come back to Gotham.
“I am going to market to buy sheep,” answered the other.
“Which way are you going to bring your sheep home?” asked the first man again.
“Over this bridge,” answered the second man.
“You shall not go over this bridge,” said the first man. “You shall go that way,”
“I will go over this bridge,” said the second man.
“You shall not,” said the first man again.
“But I will,” replied the other.
Soon the two men began to fight. They fought and fought until they both got quite hurt.
How foolish they were! They fought over the sheep which were not here.




Terjemahan :
Kebodohan dua orang pria


Gotham adalah sebuah kota kecil di Inggris.
Suatu hari seorang pria dari Gotham pergi ke pasar untu membeli domba. Pada Jembatan Gotham, di bertemu dengan seorang pria yang baru pulang dari pasar.
“mau kemana?” Tanya pria yang baru pulang dari pasar.
“Saya akan ke pasar untuk membeli domba,” jawabnya
“Jalan yang mana akan kamu lalui untuk membawa dombamu pulang ke rumah?” Tanya pria pertama lagi
“Lewat jembatan ini,” jawab pria kedua
“Kamu tidak boleh melewati jembatan ini,” Kata pria pertama. “kamu harus lewat jalan sana,”
“Saya akan lewat jembatan ini,” kata pria kedua
“Tidak boleh,” kata pria pertama
“tapi saya akan tetap lewat sini,” jawab pria kedua.
Akhirnya keduanya pun bertengkar. Mereka berkelahi dan berkelahi sampai mereka kesakitan.
Betapa bodohnya mereka! Mereka mempermasalahkan jalan yang kakan dilalui domba yang belum ada.




The Legend of Malin Kundang


A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a woman and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang's father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother
.
Malin Kundang was a healthy, dilligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town. One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant's ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates.


The merchant was so happy and thanked to him. In return the merchant asked Malin Kundang to sail with him. To get a better life, Malin Kundang agreed. He left his mother alone. Many years later, Malin Kundang became wealthy. He had a huge ship and was helped by many ship crews loading trading goods. Perfectly he had a beautiful wife too. When he was sailing his trading journey, his ship landed on a beach near a small village. The villagers recognized him. The news ran fast in the town; “Malin Kundang has become rich and now he is here”. An old woman ran to the beach to meet the new rich merchant. She was Malin Kundang’s mother.


She wanted to hug him, released her sadness of being lonely after so long time. Unfortunately, when the mother came, Malin Kundang who was in front of his well dressed wife and his ship crews denied meeting that old lonely woman. For three times her mother begged Malin Kundang and for three times he yelled at her. At last Malin Kundang said to her "Enough, old woman! I have never had a mother like you, a dirty and ugly woman!" After that he ordered his crews to set sail. He would leave the old mother again but in that time she was full of both sadness and angriness. Finally, enraged, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn't apologize. Malin Kundang just laughed and really set sail
.
In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too late for Malin Kundang to apologize. He was thrown by the wave out of his ship. He fell on a small island. It was really too late for him to avoid his curse. Suddenly,
he turned into a stone.







Terjemahan :

The Legend of Malin Kundang

Dahulu kala, di sebuah desa kecil dekat pantai di Sumatera Barat, seorang wanita dan anaknya tinggal. Mereka adalah Malin Kundang dan ibunya. Ibunya adalah seorang single parent karena ayah Malin Kundang telah meninggal ketika ia masih bayi. Malin Kundang harus hidup keras dengan ibunya
.
Malin Kundang adalah, rajin, dan kuat laki-laki yang sehat. Dia biasanya pergi ke laut untuk menangkap ikan. Setelah mendapatkan ikan dia akan membawanya kepada ibunya, atau menjual ikan yang ditangkap di kota. Suatu hari, ketika sedang berlayar Malin Kundang, ia melihat sebuah kapal pedagang yang sedang diserbu oleh sekelompok kecil pembajak.

Dia membantu pedagang. Dengan berani dan kekuasaannya, Malin Kundang mengalahkan bajak laut. Pedagang itu sangat senang dan berterima kasih kepadanya. Sebagai imbalannya pedagang meminta Malin Kundang untuk berlayar bersamanya. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, Malin Kundang setuju. Dia meninggalkan ibunya sendirian. Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang menjadi kaya. Dia memiliki kapal besar dan dibantu oleh banyak awak kapal memuat barang dagangan. Sempurna dia punya istri yang cantik juga.

Ketika ia sedang berlayar perjalanan trading, kapal mendarat di pantai dekat sebuah desa kecil. Penduduk desa mengenalinya. Berita itu berlari cepat di kota, "Malin Kundang telah menjadi kaya dan sekarang dia ada di sini". Seorang wanita tua berlari ke pantai untuk memenuhi saudagar kaya baru. Dia adalah ibu Malin Kundang ini. Dia ingin memeluknya, dirilis kesedihannya menjadi kesepian setelah sekian lama. Sayangnya, ketika ibu datang, Malin Kundang yang berada di depan berpakaian istri dan awak kapalnya membantah pertemuan yang tua wanita kesepian. Selama tiga kali ibunya meminta Malin Kundang dan tiga kali ia berteriak padanya.

Akhirnya Malin Kundang berkata kepadanya "Cukup, wanita tua! Saya tidak pernah memiliki ibu seperti Anda, wanita kotor dan jelek!" Setelah itu ia memerintahkan kru untuk berlayar. Dia akan meninggalkan ibu tua lagi tapi pada saat itu dia penuh baik kesedihan dan angriness. Akhirnya, marah, dia mengutuk Malin Kundang bahwa ia akan berubah menjadi batu jika dia tidak meminta maaf. Malin Kundang hanya tertawa dan benar-benar berlayar
.
Di laut yang tenang, tiba-tiba badai datang. Kapal yang besar rusak dan itu terlalu terlambat bagi Malin Kundang untuk meminta maaf. Ia dilemparkan oleh gelombang dari kapalnya. Dia jatuh di sebuah pulau kecil. Itu benar-benar terlambat baginya untuk menghindari kutukan. Tiba-tiba,
ia berubah menjadi batu.




Lutung Kasarung
Cerita rakyat from West Java


Prabu Tapa Agung had led a kingdom in West Java for a long time. He was getting old and therefore wanted to choose a successor. But unfortunately, he had no son. He thought of choosing one of his daughters, Purbararang and Purbasari. But it wasn’t an easy choice. They were both very pretty and smart. The only difference was their temperament. Purbararang was rude and dishonest, while Purbasari was kind and caring. With those considerations, Prabu Tapa Agung finally chose Purbasari to be his successor.
Purbararang didn’t agree with her father’s decision. “It’s supposed to be me, Father. I’m the eldest daughter!” Purbararang said. Prabu Tapa Agung smiled. “Purbararang, to be a queen takes more than age. There are many other qualities that one must possess,” explained Prabu Tapa Agung wisely. “What does Purbasari have that I don’t?” Purbararang pouted. “You’ll find out when Purbasari has replaced me,” Prabu Tapa Agung answered.
After the discussion, Purbararang went back to her room. “Is there something wrong?” asked Indrajaya. Indrajaya is Purbararang’s future husband. “I’m upset! Father chose Purbasari as his successor and not me! I have to do something!” Purbararang said. Driven mad by her anger, she came to a witch and asked her to send rash all over Purbasari’s body. Before going to bed, Purbasari started to feel itch all over her body. She tried applying powder to her body, but it’s no use. Instead, the itching grew even worse. She didn’t want to scratch it, but she just couldn’t help it. In the next morning, there were scratch mark all over Purbasari’s body. “What happened to you?” asked Purbararang, pretending to be concerned. “I don’t know, sis. Last night, my body suddenly felt very itchy. I scratched and scratched, and this is what happened,” Purbasari answered. Purbararang shook her head. “You must have done something really awful. You’ve been punished by the gods!”
That day, the whole kingdom was scandalized. “What have you done, Purbasari?” demanded Prabu Tapa Agung. Purbasari shook her head. “I didn’t do anything that would upset the gods, Father,” she answered. “Then how can you explain what happened to your body?” Prabu Tapa Agung asked again. “If you don’t confess, I’ll banish you to the woods.” Purbasari took a deep breath. “Like I said before, I didn’t do anything wrong. And I’d rather be thrown into the woods than to confess to a deed I didn’t commit.”
After a short discussion with his advisor, Prabu Tapa Agung ordered Purbasari to be moved to the woods. Purbasari was very sad, but she couldn’t do anything to defy her father’s order. She was accompanied to the woods by a messenger. He built a simple hut for Purbasari. After the messenger left, suddenly a black monkey came to Purbasari’s hut. He carried a bunch of bananas. From behind him, some animals looked on. “Are the bananas for me?’ Purbasari asked. The black monkey nodded, as if he understood what Purbasari said. Purbasari took the bananas with pleasure. She also said thanks. The other animals that were looking on also seemed to smile. “Are you willing to be my friend?” Purbasari asked them. All the animals nodded happily. Although she was living by herself in the woods, Purbasari never lacked of supplies. Everyday, there were always animals bringing her fruits and fish to eat.
A long time had passed since Purbasari was banished to the woods, but her body still itched. At some places, her skin was even ulcerating. What am I supposed to do?” Purbasari sighed. The monkey who was sitting next to her stayed still, there were tears in his eyes. He hoped Purbasari would remain patient and strong.
One night, on a full moon, the monkey took Purbasari to a valley. There is a pond with hot spring water. The monkey suddenly spoke, “The water of this pond will heal your skin,” he said. Purbasari was surprised, ”You can talk? Who are you?” she asked. “You’ll find out, in time,” the monkey said. Purbasari didn’t want to force the monkey. She then walked to the pond. She bathed there. After a few hours, Purbasari walked out of the pond. She was shocked to see her face reflected on the clear pond water. Her face was beautiful again, with smooth and clean skin. Purbasari observed her entire body. There were no traces of any skin ailments. “I’m cured! I’m cured!” Purbasari shouted in joy. She quickly offered thanks to the gods and also to the monkey.
The news of Purbasari’s condition quickly spread to the kingdom, irritating Purbararang. She then accompanied by Indrajaya go to the woods to see Purbasari. Purbasari asked if she would be allowed to go home. Purbararang said she would let Purbasari return to the palace if Purbasari’s hair were longer than hers. Purbararang then let her hair down. It was so long, it almost touched the ground. But it turned out that Purbasari’s hair was twice longer than Purbararang’s hair.
“Fine, so your hair is longer than mine.” Purbararang admitted. “But there is one more condition you must fulfill, do you have a future husband who is handsomer than mine?” said Purbararang as she walked toward Indrajaya. Purbasari felt miserable. She didn’t have a future husband yet. So, without much thought, she pulled the black monkey beside her.
Purbararang and Indrajaya burst out, but their laughter didn’t last long. The monkey meditates and suddenly transformed into a very handsome young man, a lot more handsome than Indrajaya. “I’m a prince from a kingdom far away. I was cursed to be a monkey because of a mistake I committed. I could regain my true form only if there’s a girl who would be willing to be my wife,” said the young man.
Finally, Purbararang gave up. She accepted Purbasari as the queen, and also confessed everything she had done. “Please forgive me. Please don’t punish me,” Purbararang said, asking for forgiveness. Instead of being angry, Purbasari smiled. “I forgive you, sis,” she said. Soon after, Purbasari become queen. Beside her was the handsome prince, the former monkey known as Lutung Kasarung.


Terjemahan :


Lutung Kasarung
Prabu Tapa Agung telah memimpin kerajaan di Jawa Barat untuk waktu yang lama . Dia sudah tua dan karena itu ingin memilih penggantinya . Namun sayangnya , ia tidak punya anak . Dia berpikir untuk memilih salah satu putrinya , Purbararang dan Purbasari . Tapi itu bukan pilihan yang mudah . Mereka berdua sangat cantik dan cerdas . Satu-satunya perbedaan adalah temperamen mereka . Purbararang kasar dan jujur ​​, sementara Purbasari adalah baik dan peduli . Dengan pertimbangan tersebut , Prabu Tapa Agung akhirnya memilih Purbasari menjadi penggantinya .Purbararang tidak setuju dengan keputusan ayahnya . " Ini seharusnya menjadi aku , Ayah . Aku adalah putri sulung ! " Kata Purbararang . Prabu Tapa Agung tersenyum . " Purbararang , untuk menjadi seorang ratu memakan waktu lebih dari usia . Ada banyak kualitas lain bahwa seseorang harus memiliki, "jelas Prabu Tapa Agung bijaksana . " Apa Purbasari memiliki aku tidak? " Purbararang cemberut . " Anda akan menemukan ketika Purbasari telah menggantikan saya, " jawab Prabu Tapa Agung .
Setelah diskusi , Purbararang kembali ke kamarnya . " Apakah ada sesuatu yang salah ? " Tanya Indrajaya . Indrajaya adalah suami Purbararang masa depan . " Aku marah ! Bapa memilih Purbasari sebagai penggantinya dan bukan aku! Aku harus melakukan sesuatu ! " Kata Purbararang . Gila karena kemarahannya , dia datang ke penyihir dan memintanya untuk mengirim ruam seluruh tubuh Purbasari itu . Sebelum tidur , Purbasari mulai merasa gatal di seluruh tubuhnya . Dia mencoba menerapkan bubuk tubuhnya , tapi itu tidak ada gunanya . Sebaliknya , gatal tumbuh bahkan lebih buruk . Dia tidak ingin menggaruknya , tapi dia tidak bisa menahannya . Pada keesokan paginya , ada goresan tanda seluruh tubuh Purbasari itu . " Apa yang terjadi padamu ? " Tanya Purbararang , berpura-pura menjadi khawatir . " Saya tidak tahu , sis . Tadi malam , tubuh saya tiba-tiba merasa sangat gatal . Aku menggaruk dan menggaruk , dan ini adalah apa yang terjadi , "jawab Purbasari . Purbararang menggeleng . " Anda harus melakukan sesuatu yang benar-benar mengerikan. Anda telah dihukum oleh para dewa ! " Hari itu , seluruh kerajaan itu tersinggung . " Apa yang telah Anda lakukan, Purbasari ? " Menuntut Prabu Tapa Agung . Purbasari menggeleng . " Aku tidak melakukan apa pun yang akan mengganggu para dewa , Bapa , " jawabnya . " Lalu bagaimana Anda bisa menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh Anda? " Tanya Prabu Tapa Agung lagi . " Jika Anda tidak mengaku , aku akan mengusirmu ke hutan . " Purbasari menarik napas panjang . " Seperti saya katakan sebelumnya , saya tidak melakukan sesuatu yang salah . Dan aku lebih suka dilemparkan ke dalam hutan daripada mengakui perbuatan yang tidak saya lakukan . "
Setelah diskusi singkat dengan penasihat , Prabu Tapa Agung memerintahkan Purbasari untuk dipindahkan ke hutan . Purbasari sangat sedih , tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentang perintah ayahnya . Dia ditemani ke hutan oleh seorang utusan . Ia membangun sebuah pondok sederhana untuk Purbasari . Setelah utusan kiri , tiba-tiba seekor monyet hitam datang ke gubuk Purbasari itu . Dia membawa setandan pisang . Dari belakangnya , beberapa hewan memandang . " Apakah pisang untuk saya? " Tanya Purbasari . Monyet hitam mengangguk , seolah-olah ia mengerti apa yang dikatakan Purbasari . Purbasari mengambil pisang dengan senang hati. Dia juga mengucapkan terima kasih . Hewan-hewan lain yang mencari di juga tampak tersenyum . " Apakah Anda bersedia menjadi teman saya ? " Purbasari bertanya kepada mereka . Semua binatang mengangguk senang . Meskipun ia hidup sendirian di hutan , Purbasari tidak pernah kekurangan pasokan . Setiap hari , selalu ada hewan yang membawa buah-buahan dan ikan untuk makan .
Sebuah waktu yang lama berlalu sejak Purbasari dibuang ke hutan, tapi tubuhnya masih gatal . Di beberapa tempat , kulitnya bahkan ulserasi . Apa yang harus saya lakukan? " Purbasari mendesah . Monyet yang duduk di sampingnya tinggal diam, ada air mata di matanya . Dia berharap Purbasari akan tetap sabar dan kuat .
Suatu malam , pada bulan purnama , monyet mengambil Purbasari ke sebuah lembah . Ada sebuah kolam dengan mata air panas. Monyet tiba-tiba berbicara , " Air kolam ini akan menyembuhkan kulit Anda , " katanya . Purbasari terkejut , " Anda dapat berbicara ? Siapa kau ? " Tanyanya . " Kau akan tahu , pada waktunya , " kata monyet . Purbasari tidak mau memaksa monyet . Dia kemudian berjalan ke kolam . Dia mandi di sana. Setelah beberapa jam , Purbasari keluar dari kolam. Dia terkejut melihat wajahnya tercermin pada air kolam jernih . Wajahnya cantik lagi , dengan kulit halus dan bersih . Purbasari mengamati seluruh tubuhnya . Tidak ada jejak penyakit kulit apapun. " Saya sembuh ! Aku sembuh ! " Purbasari berteriak dalam sukacita . Dia cepat menawarkan berkat para dewa dan juga untuk monyet .
Kabar kondisi Purbasari dengan cepat menyebar ke kerajaan , menjengkelkan Purbararang . Dia kemudian disertai oleh Indrajaya pergi ke hutan untuk melihat Purbasari . Purbasari bertanya apakah dia akan diizinkan pulang ke rumah . Purbararang mengatakan dia akan membiarkan Purbasari kembali ke istana jika rambut Purbasari yang lebih panjang daripada miliknya . Purbararang kemudian membiarkan rambutnya turun . Itu begitu lama , hampir menyentuh tanah . Tapi ternyata bahwa rambut Purbasari adalah dua kali lebih panjang dari rambut Purbararang itu . " Baik-baik saja , sehingga rambut Anda lebih panjang dari saya . " Purbararang mengakui . " Tapi ada satu syarat lagi yang harus dipenuhi, apakah Anda memiliki calon suami yang tampan dariku ? " Kata Purbararang sambil berjalan menuju Indrajaya . Purbasari merasa sengsara . Dia tidak memiliki calon suami belum. Jadi , tanpa banyak berpikir , ia menarik monyet hitam di sampingnya .
Purbararang dan Indrajaya meledak , tapi tawa mereka tidak berlangsung lama . Monyet bermeditasi dan tiba-tiba berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan , jauh lebih tampan dari Indrajaya . " Saya seorang pangeran dari kerajaan yang jauh . Aku dikutuk menjadi kera karena kesalahan yang saya lakukan. Saya bisa mendapatkan kembali bentuk saya benar hanya jika ada seorang gadis yang bersedia untuk menjadi istriku , " kata pemuda itu . Akhirnya , Purbararang menyerah . Dia menerima Purbasari sebagai ratu , dan juga mengakui semua yang telah ia lakukan . " Maafkan saya . Tolong jangan menghukum saya, " kata Purbararang , meminta pengampunan . Alih-alih marah , Purbasari tersenyum . " Aku memaafkanmu , sis , " katanya . Segera setelah itu , Purbasari menjadi ratu . Di sampingnya adalah pangeran tampan , mantan monyet yang dikenal sebagai Lutung Kasarung .




Cindelaras
Cerita rakyat from East Java

Raden Putra was the king of Jenggala kingdom. He had a beautiful queen and concubine. Unlike the queen, the concubine had bad personalities. She was envious and jealous with the queen, so she planned to make the queen leave the palace. The concubine then asked the royal healer to help her in her plan. One day, the concubine pretended to be ill. Raden Putra called the royal healer to give the concubine treatments. “What is her disease?” Raden Putra asked the royal healer. “I’m very sorry, My Majesty. She is sick because the queen put poison in her meal,” the royal healer lied.
Raden Putra was shock and angry to hear the explanation. He called the queen and asked her if the story was true. Of course the queen denied, but Raden Putra won’t listen. “Please Your Majesty, have mercy. I really didn’t do anything,” cried the queen in her tears. Raden Putra’s anger ended in a decision. The queen should be banished to the woods and terminated. He did not know that the queen was already pregnant. Raden Putra commanded one of his general to do the punishment. The queen was banished to the woods, but the wise general didn’t have the heart to kill her. He built a simple house in the woods for her. On his way back to the palace, he smeared his sword with rabbit blood, so Raden Putra would believe that he had killed the queen.
After the general left, the queen lived by herself in the woods. Several months later, she gave birth to a healthy baby boy. The baby was named Cindelaras. He grew up as a nice, healthy, and handsome boy. One day, while Cindelaras helped her mother to collect some fire woods, an eagle dropped an egg. Cindelaras brought the egg to be brooded by a chicken behind their house. The egg hatched into a chick and then it slowly became a strong rooster. The rooster is no ordinary rooster. The rooster could sing. Every morning, the rooster woke Cindelaras up with its beautiful song, “My master is Cindelaras. His house is in the woods. He’s the son of Raden Putra.” The rooster often sang that song.
Cindelaras always woke up early in the morning and listen happily to his rooster’s song. He didn’t realize the meaning of the song until one day, he started to think. “Who is Raden Putra?” he asked his mother. The queen then told him the whole story. She also told him why they were banned from the kingdom and lived in the woods. Cindelaras was very surprised. He decided to go to the palace to meet the king, his father. Cindelaras asked her mother’s permission to go to the kingdom and to tell the king what really happened. He also brought his rooster that grew bigger and stronger each day.
On his way, Cindelaras stopped at a village. There, he met some people who were involved in cockfighting. They challenge him to see how strong his rooster was. “If your rooster wins, you’ll get a reward,” said the man who challenged him. Cindelaras accepted the challenge. In a few minutes, his rooster defeated the opponent’s rooster. He was challenged again by other man, and one more time, his rooster won. He won again and again.
The news about Cindelaras’ rooster quickly spread to the whole Jenggala kingdom and made Raden Putra curious. So, he invited Cindelaras to the palace. “What is your name, boy?” Raden Putra asked as Cindelaras arrived in the palace. “My name is Cindelaras, Your Majesty,” Cindelaras answered. He felt both thrilled and happy to see Raden Putra.
Raden Putra challenged Cindelaras with one condition. If Raden Putra’s rooster won, Cindelaras’ head would be cut off. But if Cindelaras’ rooster won, Raden Putra would share half of his wealth. Cindelaras accepted the condition. The competition was held in the front yard of the palace. The two roosters fought bravely. But in just a few minutes, Cindelaras’ rooster won the fight! Raden Putra shook his head and stared at Cindelaras from his seat, “That rooster is no ordinary rooster, and the boy is not an ordinaty boy either. Who is he exactly?” he thought. Raden Putra was about to asked when suddenly Cindelaras’ rooster sang the song, “My master is Cindelaras. His house is in the woods. He’s the son of Raden Putra.”
Raden Putra was surprised. “Is it true?” he asked. “Yes, My Majesty. My name is Cindelaras and my mother was the queen,” said Cindelaras. Raden putra called the general who had banished the queen. The general then confessed that he never killed the queen. Later, the royal healer also admitted his mistake. Raden Putra was so shocked. He immediately went to the woods to pick up the queen. Ever since, Cindelaras and his parents lived happily together. As for the concubine, she was sent to the jail as punishment.









Terjemahan :


Cindelaras
Cerita rakyat dari Jawa Timur


Raden Putra adalah raja dari kerajaan Jenggala . Dia memiliki seorang ratu yang cantik dan selir . Tidak seperti ratu , selir memiliki kepribadian buruk . Dia iri dan cemburu dengan ratu , jadi dia berencana untuk membuat ratu meninggalkan istana . Selir kemudian meminta penyembuh kerajaan untuk membantunya dalam rencananya . Suatu hari , selir pura-pura sakit . Raden Putra disebut penyembuh kerajaan untuk memberikan perawatan selir . " Apakah penyakit itu ? " Raden Putra meminta penyembuh kerajaan . " Saya sangat menyesal , Yang Mulia saya . Dia sakit karena ratu menaruh racun dalam makan nya , " penyembuh kerajaan berbohong .
Raden Putra syok dan marah mendengar penjelasan . Dia disebut ratu dan bertanya apakah cerita itu benar . Tentu saja Ratu membantah , tapi Raden Putra tidak akan mendengarkan . " Tolong Yang Mulia , kasihanilah . Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa , "teriak ratu dalam air matanya . Kemarahan Raden Putra berakhir dengan keputusan. Ratu harus dibuang ke hutan dan dihentikan . Dia tidak tahu bahwa ratu sudah hamil . Raden Putra memerintahkan salah satu jenderalnya untuk melakukan hukuman . Ratu dibuang ke hutan, tapi umum bijaksana tidak tega membunuhnya . Dia membangun sebuah rumah sederhana di hutan untuknya . Dalam perjalanan kembali ke istana , ia mengoleskan pedangnya dengan darah kelinci , sehingga Raden Putra akan percaya bahwa ia telah membunuh ratu .
Setelah kiri umum , ratu tinggal sendirian di hutan . Beberapa bulan kemudian , ia melahirkan bayi laki-laki yang sehat . Bayi itu diberi nama Cindelaras . Ia dibesarkan sebagai baik , sehat , dan tampan anak laki-laki . Suatu hari , sementara Cindelaras membantu ibunya untuk mengumpulkan beberapa kebakaran hutan , seekor elang menjatuhkan telur . Cindelaras membawa telur untuk merenung oleh ayam di belakang rumah mereka . Telur menetas menjadi ayam dan kemudian perlahan-lahan menjadi ayam jantan yang kuat . Ayam ada ayam biasa . Ayam bisa menyanyi . Setiap pagi , ayam Cindelaras terbangun dengan lagu yang indah , " Tuanku adalah Cindelaras . Rumahnya adalah di hutan . Dia adalah putra dari Raden Putra . " Ayam sering menyanyikan lagu itu .
Cindelaras selalu bangun pagi-pagi dan mendengarkan dengan senang hati lagu ayam nya . Dia tidak menyadari makna dari lagu hingga suatu hari , ia mulai berpikir . " Siapa Raden Putra ? " Ia bertanya kepada ibunya . Ratu kemudian menceritakan seluruh cerita . Dia juga mengatakan kepadanya mengapa mereka dilarang dari kerajaan dan tinggal di hutan . Cindelaras sangat terkejut . Dia memutuskan untuk pergi ke istana untuk bertemu raja , ayahnya . Cindelaras meminta izin ibunya untuk pergi ke kerajaan dan memberitahu raja apa yang sebenarnya terjadi . Dia juga membawa ayam jantan nya yang tumbuh lebih besar dan kuat setiap hari .
Dalam perjalanannya , Cindelaras berhenti di sebuah desa . Di sana, ia bertemu dengan beberapa orang yang terlibat dalam adu ayam . Mereka menantang dia untuk melihat seberapa kuat nya ayam jantan . " Jika menang ayam Anda , Anda akan mendapatkan hadiah , " kata pria yang menantangnya . Cindelaras menerima tantangan itu . Dalam beberapa menit , ayam jantan nya mengalahkan ayam lawan . Dia ditantang lagi oleh pria lain, dan sekali lagi , ayam nya menang. Dia menang lagi dan lagi .
Berita tentang ayam Cindelaras ' dengan cepat menyebar ke seluruh kerajaan Jenggala dan membuat Raden Putra penasaran . Jadi , ia mengundang Cindelaras ke istana . " Siapa namamu , anak laki-laki ? " Tanya Raden Putra sebagai Cindelaras tiba di istana . " Nama saya Cindelaras , Yang Mulia , " jawab Cindelaras . Dia merasa baik senang dan senang melihat Raden Putra .
Raden Putra menantang Cindelaras dengan satu syarat . Jika ayam Raden Putra memenangkan , kepala Cindelaras ' akan dipotong . Tetapi jika ayam Cindelaras ' menang , Raden Putra akan berbagi setengah dari kekayaannya . Cindelaras menerima kondisi tersebut . Kompetisi ini diadakan di halaman depan istana . Kedua ayam jantan bertempur dengan gagah berani . Tapi hanya dalam beberapa menit , ayam Cindelaras ' memenangkan pertarungan! Raden Putra menggeleng dan menatap Cindelaras dari tempat duduknya , " ayam jantan Itu bukan ayam biasa , dan anak itu bukan anak ordinaty baik . Siapa dia sebenarnya ? " Pikirnya. Raden Putra hendak bertanya ketika tiba-tiba ayam Cindelaras ' menyanyikan lagu , " Tuanku adalah Cindelaras . Rumahnya adalah di hutan . Dia adalah putra dari Raden Putra . "
Raden Putra terkejut . " Apakah itu benar? " Tanyanya . " Ya , saya Yang Mulia . Nama saya Cindelaras dan ibu saya adalah ratu , " kata Cindelaras . Raden putra disebut jenderal yang telah dibuang ratu . Jenderal itu kemudian mengaku bahwa ia tidak pernah membunuh ratu . Kemudian , penyembuh kerajaan juga mengakui kesalahannya . Raden Putra sangat terkejut . Dia segera pergi ke hutan untuk mengambil ratu . Sejak saat itu, Cindelaras dan orang tuanya hidup bahagia bersama-sama . Adapun selir , ia dikirim ke penjara sebagai hukuman .




Timun Mas

Long time ago in the island of Java, Indonesia, lived a couple of farmer. They had married for some years but they had no children. So they prayed to a monster called Buta Ijo to give them children. Buta Ijo was a ferocious and powerful monster. He granted their wish on one condition. When their children had grown up, they had to sacrifice them to Buta Ijo. He liked eating fresh meat of human being. The farmers agreed to his condition. Several months later the wife was pregnant.
She gave birth to a beautiful baby girl. They named her Timun Emas. The farmers were happy. Timun Emas was very healthy and a very smart girl. She was also very diligent. When she was a teenager Buta Ijo came to their house. Timun Emas was frightened so she ran away to hide. The farmers then told Buta Ijo that Timun Emas was still a child. They asked him to postpone. Buta Ijo agreed. He promised to come again. The following year Buta Ijo came again. But again and again their parents said that Timun Emas was still a child.
When the third time Buta Ijo came their parents had prepared something for him. They gave Timun Emas several bamboo needles, seeds of cucumber, dressing and salt.
‘Timun, take these things’
‘What are these things?’
‘These are your weapons. Buta Ijo will chase you. He will eat you alive. So run as fast as you can. And if he will catch you spread this to the ground. Now go!’
Timun Emas was scared so she ran as quickly as she could. When Buta Ijo arrived she was far from home. He was very angry when he realized that his prey had left. So he ran to chase her. He had a sharp nose so he knew what direction his prey ran.
Timun Emas was just a girl while Buta Ijo was a monster so he could easily catch her up. When he was just several steps behind Timun Emas quickly spread the seeds of cucumber. In seconds they turned into many vines of cucumber. The exhausted Buta Ijo was very thirsty so he grabbed and ate them. When Buta Ijo was busy eating cucumber Timun Emas could run away.
But soon Buta Ijo realized and started running again. When he was just several steps behind Timun Emas threw her bamboo needles. Soon they turned into dense bamboo trees. Buta Ijo found it hard to pass. It took him some time to break the dense bamboo forest. Meanwhile Timun Emas could run farther.
Buta Ijo chased her again. When he almost catch her again and again Timun Emas threw her dressing. This time it turned into a lake. Buta Ijo was busy to save himself so Timun Emas ran way. But Buta Ijo could overcome it and continued chasing her.
Finally when Timun Emas was almost caught she threw her salt. Soon the land where Buta Ijo stood turned into ocean. Buta Ijo was drowned and died instantly.
Timun Emas was thankful to god and came back to her home.



Terjemahan :


Timun Mas

Lama waktu yang lalu di pulau Jawa , Indonesia , tinggal beberapa petani . Mereka telah menikah selama beberapa tahun , tetapi mereka tidak punya anak . Jadi mereka berdoa kepada rakasa yang disebut Buta Ijo untuk memberi mereka anak-anak . Buta Ijo adalah rakasa ganas dan kuat . Dia mengabulkan permintaan mereka dengan satu syarat . Ketika anak-anak mereka telah dewasa, mereka harus mengorbankan mereka untuk Buta Ijo . Dia suka makan daging segar manusia . Para petani setuju untuk kondisinya . Beberapa bulan kemudian istri sedang hamil .
Dia melahirkan seorang bayi perempuan cantik . Mereka menamai dia Timun Emas . Para petani senang . Timun Emas sangat sehat dan seorang gadis yang sangat cerdas . Dia juga sangat rajin . Ketika ia masih remaja Buta Ijo datang ke rumah mereka . Timun Emas ketakutan sehingga dia melarikan diri untuk bersembunyi . Para petani kemudian mengatakan Buta Ijo bahwa Timun Emas masih anak-anak. Mereka memintanya untuk menunda . Buta Ijo setuju . Dia berjanji untuk datang lagi . Tahun berikutnya Buta Ijo datang lagi. Tapi lagi dan lagi orang tua mereka mengatakan bahwa Timun Emas masih anak-anak.
Ketika ketiga kalinya Buta Ijo datang orang tua mereka telah mempersiapkan sesuatu untuknya . Mereka memberi Timun Emas beberapa jarum bambu , biji mentimun , saus dan garam .
' Timun , mengambil hal-hal ini '
' Apa ini ? '
' Ini adalah senjata Anda . Buta Ijo akan mengejar Anda . Dia akan makan Anda hidup . Jadi berlari secepat Anda bisa. Dan jika ia akan menangkap Anda menyebarkan ini ke tanah . Sekarang pergi! '
Timun Emas takut sehingga ia berlari secepat yang dia bisa . Ketika Buta Ijo tiba ia jauh dari rumah . Dia sangat marah ketika ia menyadari bahwa mangsanya telah meninggalkan . Jadi dia berlari mengejarnya . Dia memiliki hidung yang tajam sehingga ia tahu apa arah berlari mangsanya .
Timun Emas hanya seorang gadis sementara Buta Ijo adalah rakasa sehingga ia bisa dengan mudah menangkapnya up . Ketika ia hanya beberapa langkah di belakang Timun Emas cepat menyebar benih-benih mentimun . Dalam hitungan detik mereka berubah menjadi banyak tanaman merambat mentimun . The kelelahan Buta Ijo sangat haus sehingga ia meraih dan makan mereka . Ketika Buta Ijo sedang sibuk makan mentimun Timun Emas bisa melarikan diri .
Tapi segera Buta Ijo menyadari dan mulai berlari lagi . Ketika ia hanya beberapa langkah di belakang Timun Emas melemparkan jarum bambu nya . Tak lama kemudian mereka berubah menjadi pohon bambu lebat . Buta Ijo merasa sulit untuk lulus . Ini membawanya beberapa waktu untuk memecahkan hutan bambu lebat . Sementara itu Timun Emas bisa berlari lebih jauh .
Buta Ijo mengejarnya lagi . Ketika ia hampir menangkapnya lagi dan lagi Timun Emas melemparkan riasnya . Kali ini berubah menjadi danau . Buta Ijo sedang sibuk menyelamatkan diri sehingga Timun Emas berlari jalan . Tapi Buta Ijo bisa mengatasinya dan terus mengejarnya .
Akhirnya ketika Timun Emas hampir tertangkap ia melemparkan garam itu . Segera tanah tempat Buta Ijo berdiri berubah menjadi laut . Buta Ijo itu tenggelam dan tewas seketika .
Timun Emas bersyukur kepada Tuhan dan kembali ke rumahnya .




Roro Jonggrang

Long time ago, there was a kingdom named Prambanan. All the people of Prambanan lived peacefully. But then, Prambanan kingdom was attacked and occupied by the Pengging kingdom. Prambanan then was ruled by Bandung Bondowoso of Pengging kingdom. He was a mean king. He also had great supernatural power. His soldiers were not only humans, but also genies.
The king of Prambanan had a beautiful daughter named Loro Jonggrang. Bandung Bondowoso fell in love with her and wanted to marry her. “You’re very beautiful. Would you be my queen?” asked Bandung Bondowoso. Loro Jonggrang was shocked. She didn’t like Bandung Bondowoso because he was a mean person. She wanted to refuse, but she afraid that Bandung Bondowoso would be angry and endangered the people of Prambanan. Then, she came up with a plan. “If you want to marry me, you have to build a thousand temples for me in just one night,” said Loro Jonggrang. “What? That’s impossible!” said Bandung Bondowoso. But he did not give up. He consulted with his advisor. “Your Majesty can asked the genies to help built the temples,” said the advisor.
So, Bandung Bondowoso summoned his entire genies soldier and commanded them to help him built a thousand temples. The genies worked in unbelievable speed. Meanwhile, Loro Jonggrang heard from her servant that the building of a thousand temples was almost finished. She was so worried. But again, she came up with a great idea. She asked all of her servants to help her. “Please prepare a lot of straw and mortar. Please hurry up!” said Loro Jonggrang. “Burn the straw and make some noise pounding the mortar, quickly.” All those servants did what Loro Jonggrang ordered them; burning straw and pounding the mortar, making the genies think that the sun is going to rise.
“It’s already dawn. We have to go,” said the leader of the genies to Bandung Bondowoso. All the genies immediately stopped their work and ran for cover from the sun, which they afraid of. They didn’t know that the light was from the fire that burning the straw, not from the sun.
Bandung Bondowoso can’t stop the genies from leaving. He was angry. He knew Loro Jonggrang had just tricked him. “You cannot fool me, Loro Jonggrang. I already have 999 temples. I just need one more temple. Now, I will make you the one-thousandth temple.” He pointed his finger to Loro Jonggrang and said some mantras. Magically, Loro Jonggrang’s body turned into stone. Until now, the temple is still standing in Prambanan area, Central Java. And the temple is called Loro Jonggrang temple.



Terjemahan :


Roro Jonggrang

Lama waktu yang lalu , ada sebuah kerajaan bernama Prambanan . Semua orang dari Prambanan hidup damai . Tapi kemudian , Kerajaan Prambanan diserang dan diduduki oleh kerajaan Pengging . Prambanan kemudian diperintah oleh Bandung Bondowoso Pengging kerajaan . Dia adalah raja berarti . Dia juga memiliki kekuatan gaib yang besar . Tentara -Nya tidak hanya manusia , tetapi juga jin .
Raja Prambanan memiliki seorang putri cantik bernama Loro Jonggrang . Bandung Bondowoso jatuh cinta padanya dan ingin menikahinya . " Kau sangat cantik . Apakah Anda menjadi ratu saya? " Tanya Bandung Bondowoso . Loro Jonggrang terkejut . Dia tidak suka Bandung Bondowoso karena dia orang yang berarti . Dia ingin menolak , tapi dia takut bahwa Bandung Bondowoso akan marah dan membahayakan orang-orang Prambanan . Kemudian , dia datang dengan rencana. " Jika Anda ingin menikah , Anda harus membangun seribu candi untuk saya hanya dalam satu malam , " kata Loro Jonggrang . " Apa? Itu tidak mungkin! " Kata Bandung Bondowoso . Tapi dia tidak menyerah . Dia berkonsultasi dengan penasihat . " Yang Mulia bisa meminta jin untuk membantu membangun kuil , " kata penasehat .
Jadi , Bandung Bondowoso memanggil jin seluruh prajurit dan memerintahkan mereka untuk membantunya membangun seribu candi . Para jin bekerja dalam kecepatan yang luar biasa . Sementara itu, Loro Jonggrang mendengar dari pelayannya bahwa pembangunan seribu candi itu hampir selesai . Dia sangat khawatir . Tetapi sekali lagi, dia datang dengan ide bagus . Dia meminta semua pelayannya untuk membantunya . " Silahkan persiapkan banyak jerami dan mortir . Tolong cepat sedikit ! " Kata Loro Jonggrang . " Membakar jerami dan membuat beberapa kebisingan berdebar mortir , dengan cepat . " Semua hamba-hamba itu melakukan apa Loro Jonggrang memerintahkan mereka , membakar jerami dan menumbuk lesung , membuat jin berpikir bahwa matahari akan meningkat .
" Ini sudah fajar . Kita harus pergi , " kata pemimpin jin ke Bandung Bondowoso . Semua jin segera menghentikan pekerjaan mereka dan berlari untuk berlindung dari matahari , yang mereka takut . Mereka tidak tahu bahwa terang itu dari api yang membakar jerami , bukan dari matahari .
Bandung Bondowoso tidak dapat menghentikan jin meninggalkan . Dia marah . Dia tahu Loro Jonggrang baru saja menipunya . " Anda tidak bisa membodohi saya , Loro Jonggrang . Saya sudah memiliki 999 candi . Aku hanya perlu satu kuil lagi. Sekarang, saya akan membuat Anda candi satu per seribu . " Dia menunjuk jarinya ke Loro Jonggrang dan mengatakan beberapa mantra . Ajaib , tubuh Loro Jonggrang berubah menjadi batu . Sampai saat ini , candi masih berdiri di wilayah Prambanan , Jawa Tengah . Dan candi Loro Jonggrang disebut candi .

The legend of rain dan terjemahannya

http://4.bp.blogspot.com/-mTCdworeUSg/UVT6Jf8SGMI/AAAAAAAAA9c/OrL3KL4ksGg/s320/cloud.png


Once upon a time, there lived a Clouds family. Papa Cloud, Mama Cloud, and Cloud children lived quietly in the sky.
Every morning, the cloud children went to the sky playground to play with the slide. But since there was only one slide, they had to take turns on the slide. Lody, the youngest cloud child, looked impatient. He could not wait for his turn to come. His brother, Tody, didn't like his attitude. Suddenly, they were quarrelling. Their white bodies became gray. It meant they were very angry. When the clouds were angry, water usually came out of their bodies. It meant rain for the people on Earth.
"Stop it, children! Stop fighting!" Papa Cloud said.
"You can play with the slide in turns. Now, shake hands. Both of you!" ordered Papa Cloud.
Lody and Tody shaked hands and slowly their colours changed. Their bodies became fair white again. The rain stopped and people on Earth could go on their activities again.


Terjemah
Kisah Legenda Air Hujan

Pada suatu waktu hiduplah keluarga awan, Papa awan, Mama awan, dan anak-anak awan yang hidup dengan tenang di langit.
Setiap pagi, anak-anak awan ke taman langit untuk bermain pelosotan. tapi pada saat itu cuma satu papan pelosotan, mereka harus bergantian untuk bermain pelosotan. Lody anak awan yang paling bungsu, kurang sabar. Dia tidak sabar menunggu giliran. Saudaranya yang bernama Tody, tidak suka dengan sikap adiknya. Dan akhirnya mereka berkelahi, warna tubuhnya pun berubah menjadi abu-abu. itu berarti bahwa mereka sangat marah. Ketika awan-awan itu marah, biasanya air akan keluar dari tubuhnya dan itulah menjadi air hujan di bumi.
"Berhenti, anakku! jangan berkelahi!" kata Papa Awan
"Kamu dapat  bermain dengan pelosotan itu bergantian. sekarang, kalian berdua jabat tangan!" pinta Papa Awan.
Lody dan Tody berjabat tangan dan dengan segera warnanya kembali seperti semula. tubuhnya kembali menjadi putih. dan hujanpun berhenti di bumi dan orang bisa melanjutkan aktivitas mereka kembali.

A bear and a lion


http://3.bp.blogspot.com/-qNuZaTjakpo/UIiX-sgTtiI/AAAAAAAAAUU/6ml5pu9UN-w/s320/bear+lion+1.jpg






One upon a time a lion and a bear caught and killed a goat. They had a quarrel over it.
“It is mine,” said the bear. “I caught it with my strong paws.”
“It is not yours. It is mine,” said the lion. “I killed it with my strong jaws.”
Then they began to fight over it. They ran up and down the hill, under and over the fallen trees, in and out of the forest. They bit and scratched with their strength, but no one could overcome the other.
At last they both were tired out and could fight no longer. They lay upon the ground, panting and looking at each other.
A fox who was passing by at the time saw them with a dead goat near by. She ran up to them, took the goat home and ate it up.

TerJemah

Beruang dan singa


Cerita bahasa inggris dan terjemahannya - A bear and a lion
Suatu ketika seekor singa dan seekor beruang menangkap dan mebunuh seekor kambing. Mereka pun berdebat.
“Ini milikku,” kata beruang “Saya menagkapnya dengan kekuatan cakarku.”
“itu bukan milikmu. Itu milikku,” kata singa. “Saya membunuhnya dengan kekuatan rahangku.”
Mereka pun mulai bertengkar. Mereka saling kejar naik turun bukit melewati bawah dan atas batang pohon tumbang, keluar dan masuk hutan. Mereka saling menggigit dan mencakar dengan kekuatan mereka yang mereka miliki, tapi tidak ada yang mampu mengalahkan satu sama lain.
Dan pada akhirnya mereka berdu letih dan tidak bias berkelahi lagi. Mereka berbaring dengan nafas terengah-engah dan saling melihat.
Pada saat yang bersamaan tiba-tiba seekor rubah lewat dan melihat mereka bersama seekor kambing mati di dekatnya. Dia pun mendekat, dan membawa pergi kambing tersebut.





The Legend of King Midas
http://2.bp.blogspot.com/-Xoax9xvh5KU/UYsQThwrwFI/AAAAAAAABQY/KGxQ-Q3T_nc/s1600/King+Midas.jpg
A long, long time ago there was a king of Phrygia who was very greedy and stupid. One day Silenus, the god of the woods, who had been a guest of the king, offered, in return for his hospitality, to grant him a wish. After thinking for a long time about how he could become more rich and more powerful, Midas asked for a magic gift that would turn anything he touched to gold.
“So be it,” exclaimed Silenus.
Midas touched the seat he was sitting on and it immediately turned to solid gold. He touched his belt, his clothes, a vase, a statue.... everything turned to gold. He began to run about the palace, and everything he touched became gold: walls, furniture, ornaments....
Midas was delighted, but all the excitement had made him hungry, so he sat down at the table and prepared to eat. Then he realized that every piece of food he brought to his mouth was turning to gold before he could eat it. Thanks to his greed, it looked as though he was going to die of hunger.
Fortunately, Silenus, who had fore­seen what would happen, agreed to relieve Midas of his magic power. And so, for a bunch of grapes, Midas gave up all the gold in the world.

Terjemah
Legenda Raja Midas

Pada jaman dahulu kala ada seorang raja dari Frigia yang sangat serakah dan bodoh. Pada suatu hari Silenus , Dewa Hutan yang pernah menjadi tamu raja menawarkan imbalan atas keramahannya, dengan mengabulkan permohonannya. Setelah lama berpikir tentang bagaimana caranya agar dia bisa menjadi lebih kaya dan lebih kuat, akhirnya Midas meminta hadiah ajaib yaitu  apapun yang disentuhnya akan berubah  menjadi emas.
"Baiklah," seru Silenus mengabulkan.
Midas menyentuh kursi  yang dia duduki, dan segera berubah menjadi emas padat. Dia menyentuh sabuknya, pakaiannya, vas, patung .... semuanya berubah menjadi emas. Dia mulai melakukannya di istana, dan segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas: dinding, furnitur, ornamen ....
Midas sangat senang, tapi saat dia merasa lapar, dia hendak makan dan bergegas ke meja makan untuk makan. Kemudian ia menyadari bahwa setiap bagian dari makanan yang dia coba bawa ke mulutnya berubah menjadi emas sebelum ia bisa memakannya. Berkat keserakahannya itulah, tampaknya ia akan mati kelaparan.
Untungnya, Silenus, yang telah meramalkan apa yang akan terjadi, setuju untuk melepaskan Midas daya sihirnya. Maka, hanya untuk seonggok anggur, Midas merelakan semua emas di dunia.

The fools of two men
http://3.bp.blogspot.com/-EoKHEZnVs2o/UIiZg2tWp2I/AAAAAAAAAUk/bD6sQwS4wso/s320/bridge.jpg
England Gotham Bridge Story
Gotham (Go’tem) was a little town in England.
Once there was a man from Gotham going to market to buy sheep. At gotham bridge, he met a man who had just come back from the market.
“Where are you going?” asked the man who had come back to Gotham.
“I am going to market to buy sheep,” answered the other.
“Which way are you going to bring your sheep home?” asked the first man again.
“Over this bridge,” answered the second man.
“You shall not go over this bridge,” said the first man. “You shall go that way,”
“I will go over this bridge,” said the second man.
“You shall not,” said the first man again.
“But I will,” replied the other.
Soon the two men began to fight. They fought and fought until they both got quite hurt.
How foolish they were! They fought over the sheep which were not here.


Artinya

Kebodohan dua orang pria

Gotham adalah sebuah kota kecil di Inggris.
Suatu hari seorang pria dari Gotham pergi ke pasar untu membeli domba. Pada Jembatan Gotham, di bertemu dengan seorang pria yang baru pulang dari pasar.
“mau kemana?” Tanya pria yang baru pulang dari pasar.
“Saya akan ke pasar untuk membeli domba,” jawabnya
“Jalan yang mana akan kamu lalui untuk membawa dombamu pulang ke rumah?” Tanya pria pertama lagi
“Lewat jembatan ini,” jawab pria kedua
“Kamu tidak boleh melewati jembatan ini,” Kata pria pertama. “kamu harus lewat jalan sana,”
“Saya akan lewat jembatan ini,” kata pria kedua
“Tidak boleh,” kata pria pertama
“tapi saya akan tetap lewat sini,” jawab pria kedua.
Akhirnya keduanya pun bertengkar. Mereka berkelahi dan berkelahi sampai mereka kesakitan.
Betapa bodohnya mereka! Mereka mempermasalahkan jalan yang kakan dilalui domba yang belum ada.





The two ducks and the fox
Dongeng bahasa inggris narrative teks  dan terjemahannya
One day, two ducks walked along the road to go to the lake for their swim. In the middle of the road, they met Mr. Fox. He sat under the tree.
 “Hello, sister. Where are you going?” asked Mr. Fox.dan terjemahannya
“Good Morning, Mr. Fox. We are going to lake over there. We want to swim. Would you like to join us?” asked the ducks.inggris narrative teks dan terjemahannya
“No, thanks. Do you both come along here every day?” asked Mr. Fox.
“Yes, we always walk here every morning,” said the ducks.
“Delicio….. I..I.. mean nice to see you both,” said Mr. Fox.
The next day, the first duck said, “Are we going to swim today? I bet that Mr. Fox is waiting for us and he has a bad plan.geng bahasa inggris narrative teks dan
“I know. I have a plan for him, too,” said the second duck.
On their way they met Mr. Fox again.
“Hello, sisters. Going to swim again?” asked Mr. Fox.
 “Yes, we are. Why don’t you take us to the lake and protect us from bad animals?” said the second duck.ngeng bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya
“Of course. It’s my pleasure,” replied Mr. Fox.
“This is an easy way to have a free lunch. I have a big bag with  me now,” though Mr. fox.
Three of them walked to the lake and sang some songs.
“When I say run, let’s run fast together,” said the second duck, “Run!!!”
Dongeng bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya
They ran so fast and jumped into the lake. Mr. fox jumped upon them, but he forgot that he could not swim. So, Mr. fox drowned in the lake. He failed to get his free lunch.
Dongeng bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya


Bebek dan rubah
Dongeng bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya
Pada suatu hari, dua ekor bebek berjalan sepanjang jalan menuju danau untuk berenang. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seekor rubah yang sedang duduk di bawah pohon.ongeng bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya
“Halo , saudaraku, mau kemana? Tanya rubah.
“selamat pagi, rubah.kamiinging ke danau sana. Kami ingin berenang. Mukah kamu ikut bersama kami?” Tanya bebek.dan terjemahannya
“Tidak, terima kasih. Apakah kalian berdua selalu bersama lewat sini setiaphari?” Tanya rubah.
“ya, kami selalu lewat di sini menuju danau setiap hari” jawab bebek.
“Leza… maksud saya senang bertemu dengan kalian,” kata rubah
Keesokan harinya, bebek pertama berkata “apakahkita pergiberenang hari ini? Sya rasa rubah menantikan kedatangan kita dan dia memiliki rencana yang tidak baik.dan
“Saya tahu. Saya juga punya rencana untuknya,” jawab bebek kedua.
Di dalam perjalanan mereka bertemu lagi dengan rubah.
“halo sobat, pergi berenang lagikah?” Tanya rubahngeng bahasa inggris narrative teks
“Ya. Maukah kamu ikut bersama kami dan melindungi kami dari binatang-binatang jahat? Kata bebek kedua.g bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya
 “tentu, dengan senang hati” jawab rubah.
“wow..ini memudahkan lagi untuk dapat makanan siang,” fikir rubah.
Mereka pun bertiga berjalan beriringan sambil menyanyikan lagu.
“saat saya bilang lari, kita harus bersama-sama berlari dengan cepat,” kata bebek kedua, “Lari!!!”
Dongeng bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya
Mereka pun segera berlari dan dengan cepat melompat ke danau. Sang rubah juga ikut melompat mengejar mereka, tetapi dia lupa bahwa dia tidak bisa berenang, olehnya sang rubah pun tenggelam dan gagal mendapatkan makan siang.
Dongeng bahasa inggris narrative teks dan terjemahannya

An Untruthful Elephant

In a country, lived a pair of elephants who love each other. They were Shawn and Honey. They had been living together since 2 years ago and had two children. Their first child was Andy and their second child was Danny. Danny was the elephant that often lied and he was always scolded by his parents because of the lies that he often did.
While their older child, Andy was an elephant who was very honest and made the parents were so proud. However, although his parents were proud of him, he was not arrogant, so all the elephants liked him. All those conditions made Danny jealous and did not like his brother. But, he had not made ​​him changed and he became more and more lying frequently. He was never to be deterrent even though often punished by his parents.
Meanwhile, his brother, Andy was never bored and stopped to advise him. However, all of the advice and the punishment he received was never made ​​him wary. A lie that often done by him was screaming near the river so that someone else thinks he was drowning. In fact, he only intended to pretend and lied.
One day, he wanted to drink the water in the river which was deep enough. Because he was so thirsty, he did not pay attention to the depth of the river and immediately stuck his trunk into the water. The surfaces that were near the river were so slippery but he did not pay attention. Suddenly, Danny slipped and he plunged into the river. There was no elephant that was near river because they were all in the pasture which was far enough away from the river. He then yelled very loudly and asked for help to all the elephants.
The elephants heard it, but he often lied, so that the elephants on the pasture ignored his scream. In fact, his parents did not pay attention because they thought he was lying. However, his brother was curious and wanted to see whether Danny was lying or not. When the brother reached the river, he saw that Danny was not lying and Danny almost drowned.
Andy immediately saved Danny and took him out on the pasture to be treated. The elephants in the meadow shocked and immediately huddled beside him. A few minutes later, he woke up and he promised never to lie again.
Artinya :

Gajah Yang Tidak Jujur


Di sebuah negeri, hiduplah sepasang gajah yang saling mencintai. Mereka bernama Shawn dan Honey. Mereka telah hidup bersama sejak 2 tahun yang lalu dan sekarang telah mempunyai dua ekor anak gajah. Anak pertama mereka adalah Andy dan anak kedua mereka adalah Danny. Danny adalah gajah yang sering berbohong dan ia selalu dimarahi oleh orang tuanya karena kebohongan-kebohongan yang sering ia lakukan.
Sedangkan anak pertama mereka, Andy merupakan seekor gajah yang sangat jujur dan sangat dibanggakan oleh orang tuanya. Namun, meski ia dibanggakan oleh orang tuanya, ia tidak sombong sehingga semua gajah semakin menyukai Andy. Semua kondisi tersebut membuat Danny iri dan tidak menyukai kakaknya. Sikap iri yang ia miliki tidak membuatnya berubah dan ia menjadi semakin sering berbohong. Ia tidak pernah jera meskipun sering dihukum oleh orang tuanya.

Sementara itu, kakaknya, Andy tidak pernah bosan dan berhenti untuk menasehatinya. Namun, semua nasihat dan hukuman yang ia terima tidak pernah membuat dirinya jera. Salah satu kebohongan yang sering dilakukan olehnya adalah berteriak-teriak di dekat sungai agar orang lain mengira dirinya tenggelam. Padahal, ia hanya berpura-pura dan bermaksud berbohong.
Pada suatu hari, ia ingin minum air yang ada di sungai yang cukup dalam. Karena begitu haus, ia tidak memperhatikan kedalaman sungai tersebut dan langsung menjulurkan belalainya ke dalam air. Permukaan yang ada di dekat sungai begitu licin namun ia tidak memperdulikannya. Tiba-tiba, Danny terpeleset dan ia tercebur ke dalam sungai. Tidak ada satu ekorpun gajah yang berada di dekat sungai karena mereka semua sedang berada di padang rumput yang cukup jauh dari sungai tersebut. Ia kemudian berteriak dengan sangat keras dan meminta tolong kepada semua gajah.
Para gajah mendengarnya, namun karena ia sering berbohong, maka gajah-gajah yang sedang berada di padang rumput tidak memperdulikannya. Bahkan, orang tuanya tidak memperdulikannya karena mengira ia sedang berbohong. Namun, kakaknya penasaran dan ingin melihat apakah danny berbohong atau tidak. Ketika sampai di sungai, ternyata Danny tidak berbohong dan ia hampir mati tenggelam.
Andy segera menyelamatkan Danny dan membawanya ke padang rumput untuk diobati. Para gajah yang ada di padang rumput terkejut dan segera berkerumun di samping danny. Beberapa menit kemudian, ia tersadar dan ia berjanji tidak akan berbohong lagi.











A Greedy Deer


A deer and an elk were on the edge of the forest. They were very hungry and looking for the fruits. Apparently, there were no fruits that they could pick because at the edge of the forest there were only a few trees. A few minutes later, the deer asked the elk to go into the forest and took the foods, because there were big trees that always had so many fruits.
When they were in the forest, they found a lot of trees with heavy fruits. However, the fruit have not been ripe yet, so it could not be consumed. The deer were very hungry so he asked the elk to eat without worry. The elk refused and forbade the deer to consume the raw fruit. The elk said that the raw fruit could cause stomach ache.
Nevertheless, he still ate those raw fruit and ignored the advice from the elk. He thought that the fruit was a healthy meal even though it was still raw. He consumed all of the raw fruits and after that he felt very satisfied.
Suddenly, the monkey and the giraffe come with many fruits that were ripe and tasted so sweet. They said that there were no ripe fruits in this forest, so they looked for the food in another forest. The deer and the elk were very happy because they were given the delicious food by monkey and giraffe. However, when the deer wanted to eat the fruits, he felt the soreness in his stomach.
He said "Owh, my stomach is so hurt, my stomach is hurt". Then the elk replied "you have stomach ache because you did not obey my advice, you continued to eat the raw fruit while I have warned you not to eat it".
The deer finally eat a very bitter medicine to stop the pain, meanwhile, the elk, the monkey, and the giraffe ate the delicious food together.

Artinya :

Kancil yang Tamak


Kancil dan rusa sedang berada di tepi hutan. Mereka sangat lapar dan sedang mencari buah-buahan. Tampaknya, tidak ada buah yang bisa mereka petik karena di tepi hutan hanya terdapat sedikit pepohonan. Beberapa menit kemudian, kancil mengajak rusa untuk mencari makanan ke dalam hutan karena di dalam hutan terdapat pohon yang besar-besar dan tentu saja banyak buah matang yang bisa diambil.
Ketika mereka berada di dalam hutan, mereka menemukan banyak sekali pohon dengan buah yang lebat. Namun, buah-buahan tersebut belum matang sehingga tidak dapat dikonsumsi. Kancil sangat lapar sehingga ia mengajak rusa untuk mengkonsumsi buah tersebut. Ajakannya ditolak oleh rusa dan rusa melarangnya untuk mengkonsumsi buah mentah tersebut. Rusa mengatakan bahwa buah mentah dapat menyebabkan sakit perut.
Kendati demikian, ia tetap memakan buah tersebut dan tidak memperdulikan nasehat dari rusa. Ia berpikir bahwa buah merupakan makanan yang sehat meskipun belum matang. Ia menghabiskan berbagai macam buah-buahan mentah dan setelah itu ia merasa sangat kenyang.

Tiba-tiba, monyet dan jerapah datang membawa berbagai macam buah-buahan yang sudah matang dan rasanya begitu manis. Mereka mengatakan bahwa tidak ada buah-buahan yang matang di hutan ini, sehingga mereka mencari makanan di hutan lain. Kancil dan rusa sangat senang karena mereka diberikan makanan lezat oleh monyet dan jerapah. Namun, ketika akan memakan buah-buahan matang tersebut, kancil merasa bahwa perutnya begitu sakit.
Ia berkata “owh, perutku sakit, aku tidak mampu menahannya, perutku sakit sekali”. Kemudian rusa menjawab “perutmu sakit karena kau tidak mematuhi nasehatku, kau terus memakan buah mentah sementara aku telah memperingatkanmu untuk tidak memakannya”.
Kancil akhirnya memakan obat yang rasanya sangat pahit untuk menghilangkan rasa sakitnya. Sementara itu, rusa, monyet, dan jerapah memakan makanan lezat bersama-sama.

















The legend of coconut tree

Long ago a fairy called Batu Sumang Buyung was bathing in a river. Along came a magician called Bayang. Bayang was a clever and wicked magician who could make himself disappear. He wanted to marry the fairy because he thought it would in­crease his magical powers.
'Good morning, Lovely One,' he called to the fairy.
Batu Sumang Buyung was so startled that she hid behind a tree. The clever magician ran to the river bank and stole her magic sarong.
'Oh,' she cried, 'please give it back. Otherwise I cannot go home to the sky.'
The magician laughed. 'So, Lovely One, you will have to stay with me.' He took the fairy back to his house, and forced her to marry him.
Some time later a son was born to the fairy and the magi­cian. The fairy asked Bayang to give her sarong back, for she wanted to take their son to visit his grandmother in the sky. But the cruel magician knew that if he did that, she would never come back to him. So he refused to let her go.
Batu Sumang Buyung and her son stayed in the village with the magician. Although the villagers hated her husband, they knew that the fairy was kind and gentle. She did many things to help whenever she could.
Now, the villagers had good reason to hate Bayang. Once he had made a clay figure and stuck pins into it. The next morning one of the village leaders died.
The villagers went to see another, good, magician in the forest. They asked the good magician to put a curse on Bayang, and a few weeks later Bayang died. They cut off his fingers be­fore he was buried, so that he could not do any more mischief.
At last Batu Sumang Buyung was alone with her son. She wanted to visit her family in the sky, so she put on her magic sarong and flew there.
Her mother, the queen of the fairies, was not pleased with Batu Sumang Buyung. 'You have stayed away for a long, long time,' the queen said, 'and now you bring with you a child of the Earth. You must go back to where you came from, and take him with you.'
And so, Batu Sumang Buyung and her small son returned to Earth. She was very sad, and soon after that she gave her sarong to the headman for safekeeping and disappeared. Before long, the villagers learned that the fairy had died. They cared for her son, and he soon grew tall and strong.
When Batu Sumang Buyung's son was grown up, the headman came to see him. He carried the sarong left with him by the fairy. 'This was your mother's,' he said. 'If you wear it, you will fly to the sky. Your mother thought you might like to visit your grandmother.'
Batu Sumang Buyung's son took the sarong. He put it on and immediately flew to the sky. His grandmother was no hap­pier to see him this time than she had been when he was a young child. Still, she gave him a gift in memory of his mother. The gift was a round brown seed.
The fairy's son thanked his grandmother and returned to his village. He planted the seed in the ground, and soon it grew into a tall tree.
When the tree bore fruit, he gave some to the villagers. They were very pleased. 'The outside of the fruit is hard and coarse, like your father,' they said. The flesh inside is soft and white, like your mother. And the milk is sweet and reminds us that you are Batu Sumang Buyung's son.'
Before long, people from all over came to buy the fruit. Batu Sumang Buyung's son became a rich man. Those who bought his fruit also took the seeds back to their own countries. And that is how the coconut came to grow all over the world.



Terjemah
Legenda pohon kelapa


Dulu peri yang disebut Batu Sumang Buyung sedang mandi di sungai . Datanglah seorang penyihir bernama Bayang . Bayang adalah seorang penyihir pintar dan jahat yang bisa membuat dirinya menghilang . Dia ingin menikah peri karena dia pikir itu akan meningkatkan kekuatan gaibnya .
"Selamat pagi , Lovely One , " dia memanggil peri .
Batu Sumang Buyung begitu terkejut bahwa dia bersembunyi di balik pohon . Penyihir pintar berlari ke tepi sungai dan mencuri sarung sihirnya .
' Oh , ' serunya , 'tolong mengembalikannya . Kalau tidak, aku tidak bisa pulang ke langit . "
Penyihir itu tertawa. "Jadi , Lovely One , Anda harus tinggal dengan saya . " Dia mengambil peri kembali ke rumahnya , dan memaksanya untuk menikah dengannya .
Beberapa waktu kemudian anak dilahirkan dengan peri dan penyihir . Peri itu bertanya Bayang untuk memberikan sarung kembali , karena ia ingin mengambil anak mereka untuk mengunjungi neneknya di langit . Tapi penyihir kejam tahu bahwa jika dia melakukan itu , dia tidak akan pernah datang kembali kepadanya . Jadi ia menolak untuk membiarkan dia pergi .
Batu Sumang Buyung dan anaknya tinggal di desa dengan penyihir . Meskipun penduduk desa membenci suaminya , mereka tahu bahwa peri itu baik dan lembut . Dia melakukan banyak hal untuk membantu setiap kali dia bisa.
Sekarang , penduduk desa memiliki alasan yang baik untuk membenci Bayang . Setelah ia membuat angka tanah liat dan terjebak pin ke dalamnya . Keesokan paginya salah satu pemimpin desa meninggal .
Para penduduk desa pergi untuk melihat yang lain , baik , penyihir di hutan . Mereka meminta penyihir yang baik untuk mengutuk Bayang , dan beberapa minggu kemudian Bayang meninggal . Mereka memotong jari-jarinya sebelum ia dikuburkan , sehingga ia tidak bisa melakukan kejahatan lagi.
Di Batu lalu Sumang Buyung sendirian dengan anaknya . Dia ingin mengunjungi keluarganya di langit , jadi dia memakai sarung sihirnya dan terbang di sana.
Ibunya , ratu peri , tidak senang dengan Batu Sumang Buyung . "Kau telah tinggal pergi untuk waktu yang sangat lama , " kata ratu , dan sekarang Anda bawa anak Bumi . Anda harus kembali ke tempat asalmu , dan membawanya dengan Anda . "
Dan , Batu Sumang Buyung dan anak kecilnya kembali ke Bumi . Dia sangat sedih , dan segera setelah itu dia memberi sarungnya ke kepala untuk diamankan dan menghilang . Tak lama , para penduduk desa mengetahui bahwa peri itu telah meninggal . Mereka merawat anaknya , dan ia segera tumbuh tinggi dan kuat .
Ketika anak Batu Sumang Buyung dewasa, kepala desa datang menemuinya . Dia membawa sarung kiri dengan dia dengan peri . ' Ini adalah ibumu , "katanya . ' Jika Anda memakainya , Anda akan terbang ke langit . Ibumu pikir Anda mungkin ingin mengunjungi nenekmu . "
Anak Batu Sumang Buyung mengambil sarung . Dia meletakkannya di dan segera terbang ke langit . Neneknya tidak bahagia melihat dia kali ini daripada dia telah ketika ia masih seorang anak kecil . Namun , dia memberinya hadiah untuk mengenang ibunya . Hadiah itu biji coklat bulat.
Putra peri mengucapkan terima kasih neneknya dan kembali ke desanya . Dia menanam benih di tanah, dan segera tumbuh menjadi pohon yang tinggi .
Ketika pohon berbuah , dia memberikan beberapa penduduk desa . Mereka sangat senang . " Bagian luar buah yang keras dan kasar , seperti ayahmu , " kata mereka . Daging di dalamnya lunak dan putih , seperti ibumu . Dan susu manis dan mengingatkan kita bahwa Anda adalah anak Batu Sumang Buyung . '
Tak lama , orang-orang dari seluruh datang untuk membeli buah . Anak Batu Sumang Buyung menjadi orang kaya . Mereka yang membeli buahnya juga mengambil bibit kembali ke negara mereka sendiri . Dan itu adalah bagaimana kelapa datang untuk tumbuh di seluruh dunia .

The wise lion

http://4.bp.blogspot.com/-4vLVap_Gt8w/UUFRdGIW26I/AAAAAAAAA9M/LwHMtjoXSUY/s320/lion+donkey.jpg

 King lion was getting ready to go to war and called to arms all the other animals.
But his ministers asked him to dismiss the donkey and the rabbit, because one was too stupid and the other too easily scared.
“Not at all” refused the king. “The donkey has a voice which is even more resonant than mine. He can be the trumpeter”
“The rabbit, being so quick, will be invaluable for carrying message,” added the king. To win a war you have to know how to get the best out of everyone. 

Artinya

Singa yang bijaksana


  Raja singa sedang bersiap-siap untuk pergi berperang dan dipanggil untuk lengan semua hewan lain.
Tapi menterinya memintanya untuk mengabaikan keledai dan kelincikarena salah satu terlalu bodoh dan yang lainnya terlalu mudah takut.
"Sama sekali tidak" menolak raja"Keledai memiliki suara yang bahkan lebih resonan dari sayaDia bisa menjadi terompet yang "
"Kelinci, yang begitu cepat, akan sangat berharga untuk membawa pesan," tambah rajaUntuk memenangkan perang Anda harus tahu bagaimana untuk mendapatkan yang terbaik dari semua orang.


Penguin In The Park

Once a man was walking in a park when he across a penguin. He took it to a policeman and said; “What should I do?” The policeman replied; “Take it to the zoo!”. The next day, the policeman saw the man in the same park. The man was still carrying the penguin. The policeman was rather surprised and walked up to the man and asked; “Why are you still carrying the penguin? Didn’t you take it to the zoo?” The man replied; “I certainly did. And it was a great idea because the penguin really enjoyed it. So, today I am taking it to the movie”.
Terjemahan

Penguin Di Taman


Setelah seorang pria sedang berjalan di sebuah taman ketika ia melintasi seekor penguin. Dia membawanya ke polisi dan mengatakan, "Apa yang harus saya lakukan" jawab Polisi, "Bawa ke kebun binatang!". Keesokan harinya, polisi melihat pria itu di taman yang sama. Pria itu masih membawa penguin. Polisi itu agak terkejut dan berjalan ke orang itu dan bertanya, "Kenapa kau masih membawa penguin? Bukankah kau bawa ke kebun binatang "jawab orang itu," Saya tentu saja. Dan itu ide bagus karena penguin benar-benar menikmatinya. Jadi, hari ini saya membawanya ke film ".















Definition of Fairy Tale

Fairy Tale / Folklore is part of a culture that has traditionally been distributed or passed on in the form of oral and examples are accompanied by gestures or poengingat tools .
Sedangakn according to Indonesian dictionary , Folklore is the traditional customs and folklore passed down from generation to generation , but not recorded .

The characteristics of f
airy tale  are as follows :
Folkor created , disseminated , and passed down orally ( word of mouth ) from one generation to the next .
Are traditional folklore , spread over an area ( specific area ) in the form of relatively fixed , spread among certain groups in a long time ( at least 2 generations ) .
Become a common folklore of a particular group , because the first had not known creator so that each member of the collective in question was having (unknown creator )
Folklore have utility in a common life . Among the tools educators , solace , social protest , and the projection of latent desires .
Folklore consists of many versions
Contains a moral message
Has the shape / pattern
is pralogis
Unadorned , plain

According to Jan Harold Brunvard , folklore expert from the United States , folklore can be classified into three major groups based on their types , namely :
1 ) Oral Folklore
Folkor which is purely verbal form , that is created , disseminated , and passed on orally.
Folkor this type seen in :
( a) English is the language of the people who serve as a means of communication between people in a community or language that is used as a means of interaction in everyday life . Such as : accent , dialect , language vocabulary , the nickname .
( b ) short kelimat traditional expression is derived from long experience . Proverbs usually contain truth and wisdom . Like, proverbs , sayings .
( c ) the traditional questions ( puzzles )
According to Alan Dundes , a puzzle is a traditional verbal expression that contains one or more elements of painting , and the answer must be guessed .

( d ) Poetry is a literary folk people who already have a certain shape . Function as a tool of social control , to entertainment , to start a game , disturbing others . Such as : poem , poetry , rhyme .
( e ) the prose story of the people , is a story told from generation to generation ( word of mouth ) in the masyarakat.Seperti : myths , legends , fairy tales .
( f ) The singing of the people , is an oral tradition of the people, expressed through song or songs of traditional . Recreational function , which ward off the boredom of everyday life as well as to avoid the hardships of life so that it can even become a kind of solace . Such as : the songs of various regions .



2 ) Some Oral Folklore
Is folklore that form is a mixture of verbal and not verbal . This folklore is also known as a social fact . Which is included in most oral folklore , is :

( a) The belief of the people ( superstition ) , this belief is often not based on logic because it could not be justified scientifically , regarding beliefs and practices ( habits ) . Inherited through the medium of speech .
( b ) Games people , spread through oral tradition and many distributed without adult assistance . Example : cocky , teplak , Galasin , jacks , play rope , etc. .
( c ) people's Theatre
( d ) Folk Dance
( e ) Party People
( f ) Ceremony developed in the community based on the religious belief or confidence in the local community . The traditional ceremony is usually performed as an expression of gratitude to the forces that are thought to provide protection and welfare to them .
3 ) Not Oral Folklore
Folklore whose shape is not verbal but how to make it taught orally. Usually leaves form of material ( artifacts ) . Not included in the oral folklore :

( a) Architecture of the people ( inscription , sacred buildings banguna )
Architecture is an art or science of designing buildings .

( b ) people's Crafts
Originally created just for pleasure and for household needs .

( c ) Clothing / traditional jewelery typical of each region
( d ) Traditional medicines ( turmeric and ginger as a cure colds )
( e ) traditional cuisine and beverages












Definisi Fairy Tale
Fairy Tale / Folklore merupakan bagian dari budaya yang secara tradisional telah didistribusikan atau diteruskan dalam bentuk lisan dan contoh yang disertai dengan gerak tubuh atau alat poengingat .
Sedangakn menurut kamus bahasa Indonesia , Folklore adalah adat tradisional dan cerita rakyat diwariskan dari generasi ke generasi , tapi tidak tercatat .

Karakteristik dongeng adalah sebagai berikut :
Folkor diciptakan , disebarluaskan , dan diwariskan secara lisan ( dari mulut ke mulut ) dari satu generasi ke generasi berikutnya .
Apakah cerita rakyat tradisional , tersebar di wilayah ( area spesifik ) dalam bentuk relatif tetap , menyebar di antara kelompok-kelompok tertentu dalam waktu yang lama ( minimal 2 generasi ) .
Menjadi cerita rakyat umum dari kelompok tertentu , karena yang pertama tidak tahu pencipta sehingga setiap anggota kolektif yang bersangkutan sedang mengalami ( pencipta yang tidak diketahui )
Folklore memiliki utilitas dalam kehidupan bersama . Di antara alat-alat pendidik , pelipur lara , protes sosial , dan proyeksi keinginan laten .
Folklore terdiri dari banyak versi
Berisi pesan moral
Memiliki bentuk / pola
adalah pralogis
Lugas , polos

Menurut Jan Harold Brunvard , ahli cerita rakyat dari Amerika Serikat , cerita rakyat dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan jenis mereka , yaitu:
1 ) Folklore Oral
Folkor yang bentuk murni verbal, yang diciptakan , disebarluaskan , dan diwariskan secara lisan .
Folkor jenis ini terlihat pada :
( A) Bahasa Inggris adalah bahasa dari orang-orang yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara orang-orang dalam sebuah komunitas atau bahasa yang digunakan sebagai sarana interaksi dalam kehidupan sehari-hari . Seperti: aksen , dialek , kosa kata bahasa , julukan .
( B ) ekspresi tradisional kelimat pendek berasal dari pengalaman panjang . Amsal biasanya mengandung kebenaran dan kebijaksanaan . Seperti, peribahasa , pepatah .
( C ) pertanyaan tradisional ( teka-teki )
Menurut Alan Dundes , teka-teki adalah ekspresi verbal tradisional yang mengandung satu atau lebih unsur-unsur lukisan , dan jawabannya harus ditebak .

( D ) Puisi adalah orang rakyat sastra yang sudah memiliki bentuk tertentu . Fungsi sebagai alat kontrol sosial , hiburan , untuk memulai permainan , mengganggu orang lain . Seperti: puisi , puisi , sajak .
( E ) cerita prosa rakyat , adalah sebuah kisah yang diceritakan dari generasi ke generasi ( word of mouth ) di masyarakat.Seperti : mitos, legenda , dongeng .
( F ) Nyanyian rakyat , adalah sebuah tradisi lisan dari orang-orang , yang dinyatakan melalui lagu atau lagu-lagu tradisional . Fungsi rekreasi , yang menangkal kebosanan kehidupan sehari-hari serta untuk menghindari kesulitan hidup sehingga bahkan dapat menjadi semacam pelipur lara . Seperti: lagu-lagu dari berbagai daerah .




2 ) Beberapa Folklore Oral
Adalah cerita rakyat yang bentuknya adalah campuran verbal dan tidak verbal. Cerita rakyat ini juga dikenal sebagai fakta sosial . Yang termasuk dalam sebagian besar cerita rakyat lisan , adalah :

( A) Kepercayaan rakyat ( takhayul ) , kepercayaan ini sering tidak didasarkan pada logika karena tidak bisa dibenarkan secara ilmiah , menyangkut kepercayaan dan praktek ( kebiasaan ) . Mewarisi melalui media pidato .
( B ) Permainan orang , menyebar melalui tradisi lisan dan banyak didistribusikan tanpa bantuan orang dewasa . Contoh: sombong , teplak , Galasin , jack , tali bermain, dll .
( C ) Teater rakyat
( D ) Folk Dance
( E ) Partai Rakyat
( F ) Upacara berkembang di masyarakat didasarkan pada keyakinan agama atau kepercayaan masyarakat setempat . Upacara tradisional biasanya dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada kekuatan-kekuatan yang dianggap memberikan perlindungan dan kesejahteraan kepada mereka .
3 ) Tidak Oral Folklore
Folklore yang bentuknya tidak secara verbal tapi bagaimana membuatnya diajarkan secara lisan . Biasanya daun bentuk material ( artefak ) . Tidak termasuk dalam cerita rakyat lisan :

( A) Arsitektur rakyat ( prasasti , bangunan suci banguna )
Arsitektur adalah seni atau ilmu merancang bangunan .

( B ) Kerajinan rakyat
Awalnya dibuat hanya untuk kesenangan dan untuk kebutuhan rumah tangga .

( C ) Pakaian / perhiasan tradisional yang khas dari masing-masing daerah
( D ) Obat-obatan tradisional ( kunyit dan jahe sebagai obat pilek )
( E ) masakan tradisional dan minuman

Demikian 20+ Legenda Singkat Dalam Bahasa Inggris dan Artinya, semoga bermanfaat

Belum ada Komentar untuk "20+ Legenda Singkat Dalam Bahasa Inggris dan Artinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel