4 Cara Menjual Naskah Skenario ke Produser / Rumah Produksi Film (PH)

 Sebelum menjual atau menyalurkan skenario ke Production House Film ataupun Produser / Producer Film, coba terlebih dahulu kamu pikir kan, kira-kira Rumah produksi mana yang cocok dengan skenario mu. Jika skenario mu bergenre atau berjenis atau bertema action / laga, tapi kamu malah kirim skenariomu ke Production house yang memproduksi cerita film percintaan remaja, ya pastinya naskah mu akan ditolak. Dan tentu berlaku sebaliknya.  Jadi sering-seringlah kamu melihat tayangan atau film dari PH yang sesuai dengan genre naskahmu. Semisal nonton ftv, sinetron, film mereka di tv atau di bioskop. Jadi kamu akan tahu mana, mana saja rumah produksi yang pas untuk kamu kirim naskahmu.  Sebelum menjual atau menyalurkan skenario ke Production House Film ataupun Produser / Producer Film, coba terlebih dahulu kamu pikir kan, kira-kira Rumah produksi mana yang cocok dengan skenario mu. Jika skenario mu bergenre atau berjenis atau bertema action / laga, tapi kamu malah kirim skenariomu ke Production house yang memproduksi cerita film percintaan remaja, ya pastinya naskah mu akan ditolak. Dan tentu berlaku sebaliknya. Jadi sering-seringlah kamu melihat tayangan atau film dari PH yang sesuai dengan genre naskahmu. Semisal nonton ftv, sinetron, film mereka di tv atau di bioskop. Jadi kamu akan tahu mana, mana saja rumah produksi yang pas untuk kamu kirim naskahmu.  Oke baiklah kali ini jefarblog.id akan membagikan...  Ada 4 cara untuk mengirim atau menjual naskah skenario film ke Produser atau Rumah produksi (PH).  SECARA LANGSUNG  Lebih bagus memang mengirimkan naskah kamu langsung ke Production House. Jadi nanti disana kamu akan bertemu dengan Producer atau mungkin Script Editor.  Nah yang biasanya menangani skenario serta memilih maupun mengedit naskah itu adalah tugas dari Script Editor.  Sangatlah beruntung jika kamu bisa bertemu langsung dengan script Editor. Kamu bisa langsung menyerahkan kepadanya. Kamu juga bisa meminta tanda terima skenario kamu. Dan kamu juga punya kesempatan untuk bertanya kapan naskahmu akan difollow up atau kabar diterima atau tidaknya naskahmu. Biasanya dalam penyeleksian naskah membutuhkan sekitar 3 bulanan, tergantung banyak atau tidaknya naskah yang masuk ke PH.  Dan inget, jangan kamu terlalu sering menelpon atau meminta follow up kepada Script Editor, karena pekerjaannya banyak dan memusingkan. Jika kamu melakukan itu, bisa jadi naskahmu akan dibuang, karena jengkel sama kamu.  VIA JASA PENGIRIMAN (Pos, Jne, Jnt)  Kebanyakan rumah produksi film berada di Jakarta. Dan tidak semua calon penulis naskah berada di kota yang sama. Jika kamu berada di luar kota, kamu bisa mengirim kan skenario mu lewat kantor pos, JNe, atau sejenisnya.  Sebelum kamu mengirimkan naskah, pastikan dulu kamu menelpon kantor rumah produksi yang kamu tuju. Bertanyalah apakah kantor tersebut menerima naskah dari luar. Dan jangan lupa, tanyakan soal kepastian alamat rumah produksi tersebut. Walaupun kamu sudah tahu alamat kantor PH dari internet, tapi kamu harus memastikan bahwa alamat kantor tersebut benar-benar ada atau tidak.  Kemudian jika naskahmu sudah dikirim, telpon lagi PH tersebut, tanyakan apakah naskahmu sudah masuk. Dan tanyakan juga, kapan difollow up naskah skenario mu.  MELALUI PENULIS SENIOR  Beruntung juga jika kamu punya kenalan penulis profesional. Karena percayalah di dunia film, relasi atau koneksi (orang dalam) itu penting.  Kok bisa? Ya karena penulis senior itu udah dapat kepercayaan tingkat tinggi di dunia film atau penulisan skenario. Tentu saja mereka punya banyak kenalan Producer ataupun Script Editor.  Kalau kamu mengirim naskahmu langsung, kemungkinan dibaca oleh script Editor hanya soal keberuntungan saja. Tapi kalo kamu menitip naskahmu ke penulis senior, skenario mu mungkin akan cepat difollow up editor, karena ada rekomendasi nya.  Bisa juga kamu meminta bantuan penulis senior untuk membaca naskahmu. Mintalah kritik dan saran membangun demi memperbaiki kualitas naskahmu. Jadi naskahmu akan dapat memenuhi standar dari rumah produksi yang akan kamu kirim.  VIA EMAIL  Di dunia yang semakin canggih ini, tentu mengirim naskah skenario akan lebih mudah melalui internet yaitu surel (surat elektronik).  Tapi saya menyarankan, jika kamu adalah penulis naskah pemula, jangan kirim skenario dalam bentuk soft copy atau melalui email. Mau tau kenapa? Karena kamu belum tau siapa yang nanti akan melihat file naskahmu. Bisa jadi ide atau naskahmu akan dibajak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Dan tentunya jika memang terkirim tepat kepada Script Editor, belum tentu juga emailmu akan terbaca.  Logikanya, naskah dalam bentuk soft copy harus di download dulu, diprint. Itu akan membuat malas editor. Dan jikalau tidak diprint, editor pun agak malas membaca skenario dalam bentuk file soft copy. Karena apa? Membaca tulisan dalam bentuk digital di laptop atau komputer lebih cepat melelahkan mata.  Namun jika kamu sudah terbiasa atau karya naskahmu sebelumnya sudah pernah di terima, kemungkinan walaupun kamu mengirim skenario mu melalui email, editor akan menerima nya. Karena nama kamu sudah cukup dipercaya olehnya.  Okelah sekian artikel tentang cara menjual atau mengirimkan atau menyalurkan naskah skenario mu ke Produser atau rumah produksi film (PH). Semoga bermanfaat.

Cara menjual cerita ke produser -  Sebelum  menjual atau menyalurkan skenario ke Production House Film ataupun Produser / Producer Film, coba terlebih dahulu kamu pikir kan, kira-kira Rumah produksi mana yang cocok dengan skenario mu. Jika skenario mu bergenre atau berjenis atau bertema action / laga, tapi kamu malah kirim skenariomu ke Production house yang memproduksi cerita film percintaan remaja, ya pastinya naskah mu akan ditolak. Dan tentu berlaku sebaliknya.

Jadi sering-seringlah kamu melihat tayangan atau film dari PH yang sesuai dengan genre naskahmu. Semisal nonton ftv, sinetron, film mereka di tv atau di bioskop. Jadi kamu akan tahu mana, mana saja rumah produksi yang pas untuk kamu kirim naskahmu.

Sebelum menjual atau menyalurkan skenario ke Production House Film ataupun Produser / Producer Film, coba terlebih dahulu kamu pikir kan, kira-kira Rumah produksi mana yang cocok dengan skenario mu. Jika skenario mu bergenre atau berjenis atau bertema action / laga, tapi kamu malah kirim skenariomu ke Production house yang memproduksi cerita film percintaan remaja, ya pastinya naskah mu akan ditolak. Dan tentu berlaku sebaliknya. Jadi sering-seringlah kamu melihat tayangan atau film dari PH yang sesuai dengan genre naskahmu. Semisal nonton ftv, sinetron, film mereka di tv atau di bioskop. Jadi kamu akan tahu mana, mana saja rumah produksi yang pas untuk kamu kirim naskahmu.

Oke baiklah kali ini jefarblog.id akan membagikan cara mengirimkan naskah cerita film

Ada 4 cara untuk mengirim atau menjual naskah skenario film ke Produser atau Rumah produksi (PH).

SECARA LANGSUNG


Lebih bagus memang mengirimkan naskah kamu langsung ke Production House. Jadi nanti disana kamu akan bertemu dengan Producer atau mungkin Script Editor.

Nah yang biasanya menangani skenario serta memilih maupun mengedit naskah itu adalah tugas dari Script Editor.

Sangatlah beruntung jika kamu bisa bertemu langsung dengan script Editor. Kamu bisa langsung menyerahkan kepadanya. Kamu juga bisa meminta tanda terima skenario kamu. Dan kamu juga punya kesempatan untuk bertanya kapan naskahmu akan difollow up atau kabar diterima atau tidaknya naskahmu. Biasanya dalam penyeleksian naskah membutuhkan sekitar 3 bulanan, tergantung banyak atau tidaknya naskah yang masuk ke PH.

Dan inget, jangan kamu terlalu sering menelpon atau meminta follow up kepada Script Editor, karena pekerjaannya banyak dan memusingkan. Jika kamu melakukan itu, bisa jadi naskahmu akan dibuang, karena jengkel sama kamu.

VIA JASA PENGIRIMAN (Pos, Jne, Jnt)


Kebanyakan rumah produksi film berada di Jakarta. Dan tidak semua calon penulis naskah berada di kota yang sama. Jika kamu berada di luar kota, kamu bisa mengirim kan skenario mu lewat kantor pos, JNe, atau sejenisnya.

Sebelum kamu mengirimkan naskah, pastikan dulu kamu menelpon kantor rumah produksi yang kamu tuju. Bertanyalah apakah kantor tersebut menerima naskah dari luar. Dan jangan lupa, tanyakan soal kepastian alamat rumah produksi tersebut. Walaupun kamu sudah tahu alamat kantor PH dari internet, tapi kamu harus memastikan bahwa alamat kantor tersebut benar-benar ada atau tidak.

Kemudian jika naskahmu sudah dikirim, telpon lagi PH tersebut, tanyakan apakah naskahmu sudah masuk. Dan tanyakan juga, kapan difollow up naskah skenario mu.

MELALUI PENULIS SENIOR


Beruntung juga jika kamu punya kenalan penulis profesional. Karena percayalah di dunia film, relasi atau koneksi (orang dalam) itu penting.

Kok bisa? Ya karena penulis senior itu udah dapat kepercayaan tingkat tinggi di dunia film atau penulisan skenario. Tentu saja mereka punya banyak kenalan Producer ataupun Script Editor.

Kalau kamu mengirim naskahmu langsung, kemungkinan dibaca oleh script Editor hanya soal keberuntungan saja. Tapi kalo kamu menitip naskahmu ke penulis senior, skenario mu mungkin akan cepat difollow up editor, karena ada rekomendasi nya.

Bisa juga kamu meminta bantuan penulis senior untuk membaca naskahmu. Mintalah kritik dan saran membangun demi memperbaiki kualitas naskahmu. Jadi naskahmu akan dapat memenuhi standar dari rumah produksi yang akan kamu kirim.

VIA EMAIL


Di dunia yang semakin canggih ini, tentu mengirim naskah skenario akan lebih mudah melalui internet yaitu surel (surat elektronik).

Tapi saya menyarankan, jika kamu adalah penulis naskah pemula, jangan kirim skenario dalam bentuk soft copy atau melalui email. Mau tau kenapa? Karena kamu belum tau siapa yang nanti akan melihat file naskahmu. Bisa jadi ide atau naskahmu akan dibajak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dan tentunya jika memang terkirim tepat kepada Script Editor, belum tentu juga emailmu akan terbaca.

Logikanya, naskah dalam bentuk soft copy harus di download dulu, diprint. Itu akan membuat malas editor. Dan jikalau tidak diprint, editor pun agak malas membaca skenario dalam bentuk file soft copy. Karena apa? Membaca tulisan dalam bentuk digital di laptop atau komputer lebih cepat melelahkan mata.

Namun jika kamu sudah terbiasa atau karya naskahmu sebelumnya sudah pernah di terima, kemungkinan walaupun kamu mengirim skenario mu melalui email, editor akan menerima nya. Karena nama kamu sudah cukup dipercaya olehnya.


BONUS 

Tutorial Cara Kirim Cerita Sinopsis Skenario ke Produser :

  1. Buatlah Sinopsis Skenario maksimal 3-4 halaman saja.
  2. Lampirkan biodata beserta pengalaman mu secara lengkap (poin plusnya kalo kamu banyak karya di bidang penulisan, bisa kamu lampirkan)
Okelah sekian artikel tentang cara menjual atau mengirimkan atau menyalurkan naskah skenario mu ke Produser atau rumah produksi film (PH). Semoga bermanfaat.


Tags : cara mengirim cerita ke indosiar - cara mengirim naskah film ke produser

Belum ada Komentar untuk "4 Cara Menjual Naskah Skenario ke Produser / Rumah Produksi Film (PH)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel