Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh

Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh - Kami akan sampaikan disini Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh lengkap sekali sehingga anda bisa mendapatkan Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh dini selengkapnya dan tentunya ini akan bisa menjadi Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh untuk pertunjukan anda dan tentunya Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh ini akan bisa menjadi salah satu prestasi anda disaat anda melakukan Drama dengan teman-teman anda dipentas. Ini adalah salah satu Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh terbaik yang bisa kami posting dan bisa menjadi pelajaran yang sangat berguna sekali karena Cerita Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh ini sangat menyentuh hati, kocak dan sangat menyenangkan sekali saat dipentaskan dengan teman-teman nantinya.

Untuk itu dapatkan Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh ini disini yang kami berikan lengkap sehingga bisa menjadi pertunjukan yang sangat bagus sekali, dan anda akan mendapatkan nilai bagus untuk Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh ini, lengkap sekali Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh ini dan pastinya kamu semua akan puas dengan Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh tersebut, dan untuk untuk itu langsung dapatkan Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh dibawah ini yang sobat semua.

 PENTINGNYA SIFAT QANA’AH


Drama Tentang Sifat Qana’ah
Pendidikan Agama Islam

Tokoh:
-          Dewi Tri Lestari, sebagai “ Mbo Marni, Ibunya Fatin dan Utin “
-          Dinda Mariyanti, sebagai “ Fatin “
-          Fitri Rengganis, sebagai “ Morgan “
-          Geri Gumilang, sebagai “ Fernando “
-          Kelvin Villian, sebagai “ Narji, Turunan ke7 Pengusaha Batu Batre “
-          Leila Hanifah, sebagai “ Utin “
-          Malik Abdullah, sebagai “ Mbah Dukun “
-          Tika Wijayanty, sebagai “ Narator “

Di ujung sana, hiduplah 2 anak kembar bernama Fatin dan Utin, dengan kehidupan yg sangat sederhana dan sangat berkecukupan, tampak 2 anak perempuan ini sangat kurang akur, sifat Utin yang mau menang sendiri dan selalu tidak bersyukur dan tidak menerima keadaan membuat Utin dan Fatin sulit berdamai. Fatin, anak ini memang berbeda dengan kakaknya, dia baik hati, alim, rajin, tidak sombong, dan rajin menabung.
Kisah kita mulai dari sini,
Mbo Marni adalah seorang janda yang awet muda yg hanya bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah tetangga, memiliki 2 anak yaitu Fatin dan Utin, beberapa hari ini beliau sedang sakit keras, beliau tidak bisa mengerjakan pekerjaan apapun dan hanya bisa berbaring lemas di tempat tidur, beliau hanya bisa mengandalkan kedua anaknya.
Mbo Marni:” Fatin.. Utin.. (batuk2)”
Fatin:” iya ibu, wothepen?”
Mbo Marni:” mana kakakmu? Maaf ibu belum bisa menyiapkan makan siang”
Fatin:” teh Utin sedang pergi keluar bu, gpp, biar Fatin sajah yg mengerjakan”
Mbo Marni:” kau memang selalu mengerti keadaan ibu nak”
Fatin pun lekas pergi ke dapur, hanya saja saat dia akan memasak, semua bahan masakan, beras, garam, gula, masako, terasi, dll telah habis, dia bingung apa yg mau dimasak, akhirnya dia pergi dulu mencari kakaknya Utin untuk pulang.
Fatin:” itu kayak teh Utin, teh Utiinn..”
Utin yg mendengar adiknya memanggil hanya acuh tak peduli
Utin:” siapa yah?”
Fatin:”astagfiruwlohaladzin kak, tak kenal tanda tak sayang”
Unit:” bocah!”
Fatin:”kak, ibu sedang sakit, ibu harus minum obat, sedangkan obatnya harus diminum setelah makan, ibu mau makan apa kalo persediaan makanan ajah kosong?!!”
Utin:” terus? Gue waw? Gitu? Halah paling Cuma sakit biasa ajah, kasih minum, sendawa, terus langsung sembuh, gitu aja kok alay-_-“
Fatin:” yaudah terserah kakak aja, yg penting kakak jangan pulang terlalu sore”
Utin:”oh”
Fatin hanya bisa bersabar akan tanggapan kakaknya, dia memang sudah kebal menghadapi hal ini, sudah biasa teracuhkan oleh sang kakak,Fatin pulang ke rumah, walaupun dia bingung bgaimana nanti jika ditanya ibu. Di jalan Fatin bertemu dengan Morgan.
Morgan:” bau-baunya udah mulai kecut-kecut gini nih”
Fatin:” dari pada waktumu hanya untuk menghina ku lebih baik pergunakan waktumu untuk hal yg positif, aku sedang tidak mau berselisih, permisi”
Morgan:” kenapa? Hah! Butuh duit? Nih ambil, ini gak seberapa bagi gue”
Fatin:” astagfiruwloh Morgan, tidak baik seperti itu”
Morgan:” o! anak kampung, mau duit aja mesti munafik”
Fatin murung, tidak kuat menahan perlakuan Morgan padanya, Fatinpun pergi berlari ala-ala india meninggalkan Morgan, sesampainya di rumah Mbo Marni yg melihat Fatin menangis langsung menghampiri.
Mbo Marni:” kamu kenapa nak?”
Fatin:” tidak bu, bukan apa-apa”
Utin:” akting kok depan orang tua, basi”
Mbo Marni:” Utin, jaga mulutmu (batuk2)”
Fatin:” udah bu udah, aku ngga apapa kok”
Utin:” lah emang, dia tuh Cuma cari muka doing bu, dasar anak pungut”
 Mbo Marni hanya bisa menggelengkan kepala melihat anaknya yg satu ini, sore ini Mbo Marni kedatangan tamu yaitu seorang pengusaha batu batre yg telah go international namanya Narji
Narji:” sampurasun”
Mbo Marni:” rampes, mmhh ada keperluan apa yah sampe2 orang terhormat seperti bapak datang kesini?”
Narji:” ekhm, gausah manggil bapak, panggil aja Mas, mas Narji”
mbo Marni:”:3 iya dehh”
narji:” ini loh, saya mau ngasih sedikit, sebagai tanda silaturahmi saya”
mbo Marni membuka amplop tersebut
mbo Marni:” masya allah, gak salah pak?, eh maksud saya MAS NARJI”
narji:” iya itu buat kamu”
mbo Marni:” tapi mas Narji”
narji:” udaahh terima ajah, apa sih yg engga buat kamu”
tiba-tiba Fatin datang
fatin:” maaf pak ibu saya tidak mau menerima uang dari bapak, jadi mohon jgn paksa ibu saya, lagi pula hidup sederhana seperti ini bagi kami sudah cukup”
narji:” bukannya ibu kamu sedang sakit, jadi ambil saja buat biaya ke dokter”
Fatin:” tapi maaf, kami tidak bisa menerimanya, harusnya bapak lebih tau umur, bpk kan sudah beristri 7, apa tidak malu bila terus merayu ibu saya?”
Narji:” oke, tapi ingat saya tidak akan menolong bila kalian ada masalah, sampe kalian sembah sujudpun saya tidak mau”
Tampaknya Tuan Narji tidak terima dengan yang mereka perbuat, tuan Narji terlanjur sakit hati dan memutuskan untuk tidak datang lagi, memang! Minggu-minggu ini tuan narji sering datang ke rumah Mbo Marni
2 hari berlalu Mbo Marni masih sakit2tan sajah, Di dapur, terlihat Mbo Marni dan anak2nya sedang makan.
Mbo Marni:” anak2ku, kita makan seadanya saja yah”
Fatin:” iya bu gpp”
Utin:” iuhh.. apa nih, udah kayak makanan bebek aja”
Mbo Marni;” nak! Kita sudah tidak punya apa2, terima apa adanya saja lah”
Utinpun langsung melempar piring di hadapan ibu dan adiknya …
Utin:” sori yah aku gamau disamain sama bebek”
Mbo Marni:” UTIN! (menyentak)”
Fatin:” sudah bu, nanti ibu sakit lagi”
Mbo Marni menjadi sesak, sedangkan Utin tidak memperdulikan ibunya. Memang dasar si Utin, selalu tidak mensyukuri apa yg telah Allah berikan, sedangkan diluar sana masih banyak orang yg kelaparan.
Pagi ini, Fatin akan pergi ke sekolah,saat hendak pulang di jalan dia berpapasan dengan seorang lelaki bernama Fernando.
Fatin:” maaf kak gasengaja”
Fernando:” iya gpp, nama saya Fernando, panggilannya Jaja”
Fatin:” ohh nama saya Fatin, Fatin sidqia lubis, senang bertemu denganmu”
Fernando:”(hanya tersenyum)”
Fatin:” oh, kakak sedang apa disini?”
Fernando:” ah jangan panggil aku kakak, panggil aja Jaja, aku baru disini, km orang pertama yg menjadi temanku”
Fatin:” oh gituu, km tinggal dimana”
Fernando:” aku tinggal di Seoul”
Fatin:” seoul?”
Fernado:” SEOULokan maksudnya”
Fatin:” ohh, eh maaf aku harus pulang, ibuku sendiri di rumah”
Fernando:” oh iya tidak apa-apa”
Fatin:” asalamualaikum”
Fernando:” waalaikumsalam”
Sejak kejadian tadi pagi Fernando jadi sering melamun dan tertawa sendirian, berbada lagi dengan Fatin, dia tidak merasakan apa yg dirasa oleh Fernando, Fernando memang orang yg sangat WAW, tajir, tampan, dan terkenal di sekolahan.
3 minggu berlalu, kehidupan semakin tidak baik saja, Utin masih saja berwatak kurang baik, di jalan dekat pertigaan hutan Amazon.
Morgan:” heh Utin, cewe kampungan yg so banget, ngapain lewat2 depan rumah gue”
Utin:”hidih, ini rumah lo? Pantesan, alabatan kandang embe”
Morgan:”hah! Gak kebalik tuh, bukannya rumah lu yg kayak kandang embe”
Utin:” awas lu ya”
Morgan:” :P “
Utin merasa kesal dan pergi meninggalkan Morgan sendirian, dengan sikapnya yg tidak pernah mau mensyukuri hidup dia menjadi stress, tanpa berfikir panjang dia pergi ke Dukun.
Utin:” sampurasun”
Mbah dukun:”rampes, ada apa kamu datang kesini?”
Utin:” begini Mbah, saya ingin menjadi orang kaya, cape hidup seperti ini, serba kekurangan”
Mbah dukun:” HAHAHA bisa diaturr”
Mbah Dukun itu komat kamit, membaca mantra untuk membuat Utin kaya raya.
Utin:” yakin? Dengan cara ini aku akan kaya raya?”
Mbah dukun:” kenapa? Kamu tidak mempercayai saya?”
Utin:” Cuma 20% sih, kalo begitu terima kasih mbah”
Mbah dukun:” heh heh heh, wani piroo!”
Nampaknya Utin meragukan kemampuan Mbah Dukun, memang, kita hanya harus mempercayai dan meminta tolong hanya pada Allah SWT. Bukan ke Dukun maupun Paranormal.
Tiba di rumah tanpa memberi salam Utin langsung masuk ke kamar
Mbo Marni:” Utin, dari mana saja kamu?”
Fatin:” biar aku saja bu”
Fatin menghampiri kakaknya ke kamar
Fatin;” teh Utin! Dari mana saja?”
Utin:”taman sampurna”
Fatin:”serius kak”
Utin:”masalah?”
Fatin:” kak, lain kali kalo lewat depan ibu beri salam”
Utin:”oh”
Fatin:”aku hanya menasehati kak, tidak lebih”
Utin hanya terdiam membisu dengan tatapan kosong,Fatin keluar meninggalkan kakanya.
Tiba-tiba sesosok laki-laki datang ke rumahnya
Fernando:”asalamualaikum”
Fatin:” waalaikum salam, eh Jaja ada apa?”
Fernando:” ini, buku kamu terjatuh kemarin”
Fatin:” oh makasih, tapi kenapa kamu tau rumah aku?”
Fernado:” oh itu, tadi aku melihat orang yg mirip dengan mu keluar dari perdukunan, terus aku ikutin ajah”
Fatin:” itu kayaknya kakak aku deh, kita kan kembar identik, tapi ngapain the Utin ke tukang dukun”
Fernando:”  gatau sih, yaudah aku pulang dulu, asalamualaikum”
Fatin:” waalaikum salam”
Mendengar pengakuan dari Fernando dalam nama lain Jaja, Fatin cemas dan langsung memberi tahukannya pada ibu, betapa kagetnya ibu mendengar Fatin berbicara seperti itu, ibu dan Fatin langsung menghampiri Utin di kamar, tapi saat itu Utin telah melarikan diri lewat jendela kamar, tiba-tiba Morgan datang ke rumah Fatin membawa sebuah surat dari RSU Subang, ibu dan Fatin langsung membaca surat tersebut, yg isinya
RSU SUBANG
Jln. Ciereng Blok B Kab.Subang
Yg terhormat ibu dan bapak di tempat,
Kami selaku pihak rumah sakit memberi tahu bahwa putri ibu dan bapak
Yg bernama : Utin Sidqia Lubis
Berusia: 15 Tahun
Anak ke dua dari dua bersaudara kembar
Telah tewas dalam peperangan tawuran melauan seorang dukun palsu di daerah hutan Amozon, gigir Aceh darusalam,
Mohon maaf kami pihak RSU tidak dapat menyelamatkan nyawa putri ibu dan bapak,
Sekian dari kami, mohon maaf apa bila berita ini kurang berkenan di hati ibu dan bapak sekalian,
Wasalamualaikum wr.wb

Ttd
Dinas kesehatan


Aura Kasih


Saat ini anda sudah membaca tentang Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh yang kami berikan diatas, semoga bisa menjadi info bermanfaat ya, dan jangan lupa baca selengkapnya disini untuk Kumpulan Naskah Drama yang lainnya juga.

Belum ada Komentar untuk "Contoh Naskah Drama qanaah dan tasamuh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel