Contoh Naskah Drama panitia sembilan

Contoh Naskah Drama panitia sembilan - Kami akan sampaikan disini Contoh Naskah Drama panitia sembilan lengkap sekali sehingga anda bisa mendapatkan Contoh Naskah Drama panitia sembilan dini selengkapnya dan tentunya ini akan bisa menjadi Contoh Naskah Drama panitia sembilan untuk pertunjukan anda dan tentunya Contoh Naskah Drama panitia sembilan ini akan bisa menjadi salah satu prestasi anda disaat anda melakukan Drama dengan teman-teman anda dipentas. Ini adalah salah satu Contoh Naskah Drama panitia sembilan terbaik yang bisa kami posting dan bisa menjadi pelajaran yang sangat berguna sekali karena Cerita Contoh Naskah Drama panitia sembilan ini sangat menyentuh hati, kocak dan sangat menyenangkan sekali saat dipentaskan dengan teman-teman nantinya.

Untuk itu dapatkan Contoh Naskah Drama panitia sembilan ini disini yang kami berikan lengkap sehingga bisa menjadi pertunjukan yang sangat bagus sekali, dan anda akan mendapatkan nilai bagus untuk Contoh Naskah Drama panitia sembilan ini, lengkap sekali Contoh Naskah Drama panitia sembilan ini dan pastinya kamu semua akan puas dengan Contoh Naskah Drama panitia sembilan tersebut, dan untuk untuk itu langsung dapatkan Contoh Naskah Drama panitia sembilan dibawah ini yang sobat semua.

1 Maret 1945   Kumakichi Harada : Pada hari ini 1 Maret 1945, resmi dibentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia resmi dibentuk dengan tujuan untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia.   29 April 1945, setelah BUPKI dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945 Kumakichi Harada menentapkan Ketua BPUPKI yaitu dr. K.R.T Radjiman Wediodiningrat. Sedangkan yang duduk sebagai ketua Muda adalah Ichibangase dan R.P Suroso. Dan sekertaris adalah Mr. A.G. Pringgodigdo. Dengan anggota sebanyak 60 orang.   29 Mei 1945 BPUPKI mengadakan sidang pertamanya yang membahas tentang dasar negara bagi Indonesia.   Radjiman Wediodiningrat : Bagaimana pandangan anda terhadap dasar negara bagi Indonesia? Moh. Yamin : (ngacung)   Radjiman Wediodiningrat : Silahkan Moh. Yamin untuk menyampaikan pandangan anda tentang dasar negara   Moh. Yamin : Pandangan saya tentang dasar negara adalah 1) Peri Kebangsaan 2) Peri Kemanusiaan 3) Peri Ketuhanan 4) Peri Kerakyatan 5) Peri Kesejahteraan Rakyat.   31 Mei 1945   BPUPKI melanjutkan sidang yang pertama   Radjiman Wedyodiningrat : Hari ini kita melanjutkan sidang yang pertama. Setelah pendapat dari Moh. Yamin. Mungkin ada yang mau menyampaikan pandangan lain?   Soepomo : Saya   Radjiman Wedyodiningrat : Ya, silakan Mr. Soempomo   Soepomo : Menurut saya 1) Persatuan 2) Kekeluargaan 3) Keseimbangan Lahir dan Batin 4) Musyawarah 5) Keadilan rakyat.   1 Juni 1945, BPUPKI mengadakan rapat lagi melanjutkan sidang pertama   Radjiman Wediodiningrat : Setelah usulan dari Moh. Yamin dan Mr. Soepomo. Pak Soekarno , mungkin anda memiliki pandangan sendiri tentang dasar negara untuk Indonesia?   Soekarno : Menurut pendangan saya dasar negara indonesia adalah 1)Kebangsaan Indonesia 2)Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan 3) Mufakat atau Demokrasi 4) Kesejahteraan Sosial 5) Ketuhanan yang Maha Esa. Dan saya menamainya Pancasila   Setelah sidang perama, ada masa reses hingga 10 Juli 1945. Selanjutnya diadakan sidang tidak resmi membahas rancangan Pembukaan Undang-Undang dasar 1945. Selanjutnya dibentuklah panitia kecil yang beranggotakan 9 orang. Diketuai oleh yaitu Soekarno, dan wakilnya Drs. Moh. Hatta.   22 Juni 1945. Panitia sembilan bersidang    1 Maret 1945   Kumakichi Harada : Pada hari ini 1 Maret 1945, resmi dibentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia resmi dibentuk dengan tujuan untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia.   29 April 1945, setelah BUPKI dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945 Kumakichi Harada menentapkan Ketua BPUPKI yaitu dr. K.R.T Radjiman Wediodiningrat. Sedangkan yang duduk sebagai ketua Muda adalah Ichibangase dan R.P Suroso. Dan sekertaris adalah Mr. A.G. Pringgodigdo. Dengan anggota sebanyak 60 orang.   29 Mei 1945 BPUPKI mengadakan sidang pertamanya yang membahas tentang dasar negara bagi Indonesia.   Radjiman Wediodiningrat : Bagaimana pandangan anda terhadap dasar negara bagi Indonesia? Moh. Yamin : (ngacung)   Radjiman Wediodiningrat : Silahkan Moh. Yamin untuk menyampaikan pandangan anda tentang dasar negara   Moh. Yamin : Pandangan saya tentang dasar negara adalah 1) Peri Kebangsaan 2) Peri Kemanusiaan 3) Peri Ketuhanan 4) Peri Kerakyatan 5) Peri Kesejahteraan Rakyat.   31 Mei 1945   BPUPKI melanjutkan sidang yang pertama   Radjiman Wedyodiningrat : Hari ini kita melanjutkan sidang yang pertama. Setelah pendapat dari Moh. Yamin. Mungkin ada yang mau menyampaikan pandangan lain?   Soepomo : Saya   Radjiman Wedyodiningrat : Ya, silakan Mr. Soempomo   Soepomo : Menurut saya 1) Persatuan 2) Kekeluargaan 3) Keseimbangan Lahir dan Batin 4) Musyawarah 5) Keadilan rakyat.   1 Juni 1945, BPUPKI mengadakan rapat lagi melanjutkan sidang pertama   Radjiman Wediodiningrat : Setelah usulan dari Moh. Yamin dan Mr. Soepomo. Pak Soekarno , mungkin anda memiliki pandangan sendiri tentang dasar negara untuk Indonesia?   Soekarno : Menurut pendangan saya dasar negara indonesia adalah 1)Kebangsaan Indonesia 2)Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan 3) Mufakat atau Demokrasi 4) Kesejahteraan Sosial 5) Ketuhanan yang Maha Esa. Dan saya menamainya Pancasila   Setelah sidang perama, ada masa reses hingga 10 Juli 1945. Selanjutnya diadakan sidang tidak resmi membahas rancangan Pembukaan Undang-Undang dasar 1945. Selanjutnya dibentuklah panitia kecil yang beranggotakan 9 orang. Diketuai oleh yaitu Soekarno, dan wakilnya Drs. Moh. Hatta.   22 Juni 1945. Panitia sembilan bersidang

Saat ini anda sudah membaca tentang Contoh Naskah Drama panitia sembilan yang kami berikan diatas, semoga bisa menjadi info bermanfaat ya, dan jangan lupa baca selengkapnya disini untuk Kumpulan Naskah Drama yang lainnya juga.

Belum ada Komentar untuk "Contoh Naskah Drama panitia sembilan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel