Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu

Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu - Kami akan sampaikan disini Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu lengkap sekali sehingga anda bisa mendapatkan Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu dini selengkapnya dan tentunya ini akan bisa menjadi Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu untuk pertunjukan anda dan tentunya Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu ini akan bisa menjadi salah satu prestasi anda disaat anda melakukan Drama dengan teman-teman anda dipentas. Ini adalah salah satu Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu terbaik yang bisa kami posting dan bisa menjadi pelajaran yang sangat berguna sekali karena Cerita Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu ini sangat menyentuh hati, kocak dan sangat menyenangkan sekali saat dipentaskan dengan teman-teman nantinya.

Untuk itu dapatkan Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu ini disini yang kami berikan lengkap sehingga bisa menjadi pertunjukan yang sangat bagus sekali, dan anda akan mendapatkan nilai bagus untuk Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu ini, lengkap sekali Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu ini dan pastinya kamu semua akan puas dengan Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu tersebut, dan untuk untuk itu langsung dapatkan Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu dibawah ini yang sobat semua.

JUDUL : HADIAH YANG PALING BERHARGA

SINOPSIS:

5 orang anak sedang bersedih karena di hari Natal ini, mereka tidak mendapatkan hadiah yang mereka inginkan. Tiba- tiba muncul seorang anak miskin dihadapan mereka yang sangat sederhana, namun sinar kebahagiaan tampak dari wajahnya. Kelima anak yang cemberut itu pun bertanya apa rahasia senyuman manis si anak miskin itu. Rahasianya pun dibisikkan oleh si anak. Rahasianya adalah Hadiah yang kekal yang tidak pernah habis. Ke 5 anak itu pun terkejut. Mereka penasaran dan ingin memiliki hadiah yang kekal itu. Merekapun mengikuti si anak miskin kemanapun dia pergi. Hingga akhirnya, si anak sederhana bertemu seorang nenek tua terjatuh dan sayur- sayur jualannya berserakan di lantai. Si anak miskin membantu si nenek dengan penuh kasih. Si nenek membisikkan sesuatu kepada anak itu. Anaksederhana itupun pergi sambil melompat- lompat gembira. Ke 5 anak itu menanyakan si nenek, apa yang dibisikkan si nenek kepada anak itu, nenek itu mengatakan " hatinya penuh KASIH" Lalu si anak miskin sederhana bertemu dengan seorang anak gelandangan yang sedang mengamen dan anak itupun memberikan uang recehan sambil tersenyum. Anak gelandangan itupun membisikkan sesuatu kepada si anak sederhana itu. Ke- 5 anak itu lagi2 bertanya kepada anak gelandangan itu anak itu menjawab "hatinya penuh KASIH". Ke- 5 anak makin penasaran. Lalu mereka meniru perbuatan si anak untuk membuktikan apakah mereka bisa sebahagia itu bila melakukannya. Lalu mereka memberinya baju yang bagus dan anak itu begitu gembira sambil mengucapkan terimakasih berulangkali. Ajaib, hati mereka ber 5 pun ikut gembira karena melihat anak itu gembira. Lalu mereka menemui anak sederhana itu dan mengucapkan terimakasih karena telah memberi mereka hadiah yang kekal. Anak sederhana itu mengatakan, hadiah itu bukan darinya, tetapi berasal dari Allah yang sudah terlebih dahulu mengasihi manusia melalui kelahiran Yesus Kristus. Karena Allah memberi KASIH, maka kitapun memiliki KASIH. Itulah hadiah kekal yang tak pernah habis, yang membuat manusia yang memilikinya selalu merasa bahagia.

PEMAIN DRAMA

    Si Sehat        : seorang anak bertubuh besar memegang coklat
    Si Kaya        : seorang anak berpakaian bagus dengan banyak uang
    Si Keren    : Seorang anak cantik dengan banyak perhiasan
    Si Ganteng    : Seorang anak laki- laki ganteng dengan pakaian rapid an bagus
    Si Pintar    : Seorang anak berkacamata dan memegang buku
    Narator        : pembawa cerita
    Si Sederhana    : Seorang perempuan yang berpakaian biasa tapi bersih
    Nenek        : tua dan bertongkat
    Pengamen    : seorang anak dengan baju kumal
    Gelandangan    : seorang anak dengan baju koyak- koyak

DRAMA

Babak 1

(Dipanggung ada 5 orang anak yang sedang duduk dengan wajah cemberut dan tidak bersemangat)

Narator         : Selamat Natal Anak- anak!... loh, kok pada cemberut semua ? Ini kan hari Natal, biasanya kita merayakannya dengan penuh sukacita. Kenapa wajah kalian bersedih?

Si Sehat    : Aku sedih, karena mama ku gak kasih aku hadiah coklat yang aku minta di hari Natal ini. . Kalau Siver Queen, Cadbury, ini semua sih sudah biasa. Aku sih mau coklat yang lezat yang belum pernah aku makan, tapi mama ku sibuk. Gak sempat beli katanya. Huh! Kesal deh.

Si Kaya        : Aku kecewa, batal liburan Natal ke Negri Paman Sam. Teman- teman tau gak Negara apa itu? Amerika. Iya, 2 bulan yang lalu papa dan mama mengajak aku merayakan Natal di sana. Wow, coba bayangkan teman- teman..tapi batal deh, karena papaku sibuk dengan proyek kerjanya yang baru.. hmm, mengecewakan!

Si Cantik    : Aku sedih karena di hari Natal ini, baju baruku Cuma ada 1. Biasanya mama belikan 5 baju setiap Natal. Katanya sih, karena Opungku di kampong sedang sakit. Dan papa- mama harus kirim uang ke kampong. Huhhh! Kesal aku! Opung yang sakit, aku yang sial… gak punya banyak baju baru.

Si Ganteng    : Sama dong nasib kita,.. Aku juga lagi kecewa nih, karena Sepatu impianku gagal kumiliki. Masakan harus pake sepatu Natal yang tahun lalu. Malu- maluin. Ini semua gara- gara kakakku harus bayar uang semesteran kuliahnya, eh, aku yang jadi korban. Kesal!

Si Pintar    : Aku yang paling sedih. Aku nih, hobi sekali membaca. Papaku beri aku hadiah natal buku cerita Harry Potter yang edisi terbaru. Aku sangat bahagia. Tapi adikku malah berulah, buku ku hancur di sobekkannya. UUUU…. Sedih sekali…

Narator        : Ooooo… itu ya alasannya sehingga wajah kalian semua pada cemberut. Coba kalian lihat nih, anak perempuan ini..

(Masuk si Sederhana sambil tersenyum gembira)

Si Sederhana    : Teman- teman… mengapa kalian bersedih hanya karena hadiah- hadiah yang mudah habis dan mudah rusak seperti itu? Coba kalian memiliki hadiah seperti hadiahku, pasti kalian tidak akan pernah bersedih.

Ke- 5 anak    : Emang hadiah Natal kamu apa?

Si sederhana    : Hadiah ku itu kekal sifatnya, tidak akan pernah habis, rusak atau hilang. Akan tetap ada selamanya, dan yang terpenting lagi bagi yang memilikinya akan selalu bergembira

Ke- 5 anak    : Apa dong? Berikan kami hadiah itu…

Si Sederhana    : Hmmmm…. (sambil tersenyum). Aku pergi dulu ya… (meninggalkan panggung)

Si Pintar    : He, teman- teman, mau gak kalian merasa bahagia seperti anak itu?

Semua Anak    : Mau! Yuk kita ikuti dia, biar kita tahu apa hadiah yang paling berharga itu..

Babak 2

(Seorang nenek sedang berjalan tertatih-tatih, lalu terjatuh dan sayur jualannya pun berserakan. Si Sederhana lewat dan di belakangnya ada ke 5 anak yang mengikutinya dengan diam- diam)

Nenek        : Aduhhhh, kakiku sakit sekali…

Si Sederhana    : (Sedang lewat lalu cepat- cepat menolong si nenek, mengurut kaki nenek dan
membantunya berdiri serta mengumpulkan sayur2an) Wahhhh… nenek jatuh ya, kasihan sekali… tenang nek, saya akan membantu nenek

Nenek        : Trimakasih ya nak… (membisikkan sesuatu ketelinga anak itu) "hatimu penuh KASIH.."

Si Sederhana    : Trimakasih kembali nek… hati- hati ya nek.. ( sambil pergi dengan tersenyum)

(Ke 5 anak menghampiri si Nenek)

Si Kaya        : Nenek membisikkan apa tadi kepadanya?

Nenek        : Ooo… nenek hanya bilang, hatinya penuh dengan KASIH. Eh, kalian ini siapa?

(Ke 5 anak itu diam saja dan kebingungan)

Babak 3

(Seorang pengamen sedang mengamen, lalu si Sederhana lewat dan memberinya uang)

Si Sederhana    : Nih dek, aku punya sedikit uang… lumayan beli roti mu.. Eh, kamu gak merayakan natal? Kok di hari Natal masih mengamen?

Pengamen    : Trimakasih, Kak, tapi aku tidak bisa merayakan Natal, karena aku hanya punya baju yang kumal dan robek- robek seperti ini. Jangankan untuk beli baju, makan aja susah

Si Sederhana    : Oooo begitu yaa… Sebentar aku mau ambilkan baju abangku yang sudah gak muat biar untuk kamu ya, biar kamu ikut ke gerejaku merayakan Natal. Mau kan?

Pengamen    : Trimakasih kak… (membisikkan sesuatu ketelinga anak itu) "Kakak sangat penuh KASIH

(Si Sederhana pergi dengan wajah bahagia, ke- 5 anak yang mengikutinya menghampiri si Pengamen)

Si Cantik    : Apa yang kamu bisikkan kepada anak itu?

Pengamen    : Kakak sangat penuh KASIH, itu yang aku katakan, ehh, kalian ini siapa?

Si Ganteng    : (mengeluarkan baju bagius dari tas nya lalu memberinya kepada si pengamen) Nih, tadi kamu bilang, gak bisa ikut merayakan Natal karena gak punya baju ya, nih aku punya banyak baju yang bagus- bagus, kamu pakai aja…

(Ke- 5 anak membantu si Pengamen memakai bajunya, lalu mengajaknya untuk merayakan Natal mereka pergi keluar panggung dengan senyum gembira)

Babak 4

Si Sehat        : Ajaib sekali!... Setelah berbuat baik pada anak miskin ini, mengapa hati kita jadi gembira ya teman- teman?

Ke 4 anak     : Iyaaa… mengapa begitu ya?...

Si Sederhana    : (Tiba- tiba datang) Itu artinya, kalian telah mendapatkan Hadiah yang kekal itu

Ke- 5 anak    : Hahhhhhh?? Benarkah??

Si Sederhana    : Iya teman- teman… Hadiah Kekal yang tidak pernah habis dan rusak itu adalah KASIH. Karena Allah yang terlebih dahulu memberi KASIH kepada kita, maka kita juga harus memberi KASIH kepada sesama kita. Kalau kita selalu berbuat KASIH, maka hati kita akan merasa bahagia. Kita akan selalu tertawa dan tersenyum sepanjang hari. Lihat, seperti wajah kalian itu…

(Ke- 5 anak saling melihat dan mereka tertawa bersama)

Narator        : Nahhhhh,… begitu dong…. Hari kelahiran Yesus menjadi penuh sukacita karena hati kalian yang dipenuhi oleh KASIH. Selamat Natal anak- anak semua!

Semua anak    : SELAMAT NATAL!.... Bahagianya hidup dengan kasih

Saat ini anda sudah membaca tentang Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu yang kami berikan diatas, semoga bisa menjadi info bermanfaat ya, dan jangan lupa baca selengkapnya disini untuk Kumpulan Naskah Drama yang lainnya juga.

Belum ada Komentar untuk "Contoh Naskah Drama natal sekolah minggu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel