Contoh Naskah Drama nasionalisme

Contoh Naskah Drama nasionalisme - Kami akan sampaikan disini Contoh Naskah Drama nasionalisme lengkap sekali sehingga anda bisa mendapatkan Contoh Naskah Drama nasionalisme dini selengkapnya dan tentunya ini akan bisa menjadi Contoh Naskah Drama nasionalisme untuk pertunjukan anda dan tentunya Contoh Naskah Drama nasionalisme ini akan bisa menjadi salah satu prestasi anda disaat anda melakukan Drama dengan teman-teman anda dipentas. Ini adalah salah satu Contoh Naskah Drama nasionalisme terbaik yang bisa kami posting dan bisa menjadi pelajaran yang sangat berguna sekali karena Cerita Contoh Naskah Drama nasionalisme ini sangat menyentuh hati, kocak dan sangat menyenangkan sekali saat dipentaskan dengan teman-teman nantinya.

Untuk itu dapatkan Contoh Naskah Drama nasionalisme ini disini yang kami berikan lengkap sehingga bisa menjadi pertunjukan yang sangat bagus sekali, dan anda akan mendapatkan nilai bagus untuk Contoh Naskah Drama nasionalisme ini, lengkap sekali Contoh Naskah Drama nasionalisme ini dan pastinya kamu semua akan puas dengan Contoh Naskah Drama nasionalisme tersebut, dan untuk untuk itu langsung dapatkan Contoh Naskah Drama nasionalisme dibawah ini yang sobat semua.

 NASKAH DRAMA
“KARAKTER PEMUDA BANGSA”

PEMAIN:
Ø AGUNG LAKSONO                          (8G/02) SEBAGAI PAK GURU
Ø ANANTA ARYABIMA                      (8G/05) SEBAGAI BIMA
Ø GANESA ARIYANTO                        (8G/11) SEBAGAI ARI
Ø KIRANA OCTA VIOLA                      (8G/15) SEBAGAI YOLA
Ø KEVIN ALTHAMENA                        (8G/16) SEBAGAI KEVIN
Ø MEGA OKTAVIANTI PUTRI             (8G/18) SEBAGAI NARATOR
Ø PUTRI SUKMA MELATI                   (8G/22) SEBAGAI PUTRI
Ø RAYNALDI RIZKI RAMADAN         (8G/23) SEBAGAI ALDI
Ø TANIA PRAMESTI SALSABILA       (8G/27) SEBAGAI TANIA

Ø Narator      : pagi itu, murid-murid SMP Tunas Bangsa sedang mengikuti pelajaran. Kebetulan pelajaran pertama pagi itu adalah PKN
Ø Pak Guru    : *masuk kelas* selamat pagi anak-anak!
Ø Murid                  : *berhenti bergurau* selamat pagi pak!
Ø Pak Guru    : *duduk di kursi guru* ketua kelas silakan dipimpin berdoa sebelum kita belajar!
Ø Aldi             : persiapan...! mari kita berdoa bersama-sama, berdoa mulai...
Ø Murid                  : *berdoa*
Ø Aldi             : berdoa selesai!
Ø Pak Guru    : baiklah, pelajaran kali ini adalah tentang pendidikan moral dan karakter pemuda bangsa. Pendidikan moral pemuda bangsa sangatlah penting untuk masa depan bangsa, mengerti anak-anak?
Ø Murid                  : mengerti pak!
Ø Tania          : *mengacungkan tangan* kenapa bisa begitu pak?
Ø Pak Guru    : karena, karakter pemuda bangsa merupakan penentu utama masa depan bangsa.. *lalu menulis materi di papan*
Ø Narator      : pada saat pak guru menulis materi, Ari, Aldi, Kevin, dan Bima malah asyik mengobrol sendiri.
Ø Putri           : sssssttt.... diamlah! Pak guru sedang menerangkan!
Ø Tania          : benar! nanti pak guru marah!
Ø Pak Guru    : *berbalik badan* hei kalian! Tolong diam! Pak guru sedang menerangkan!
Ø A,A,K,B       : *menunduk* iya pak...
Ø Narator      : pelajaran PKN pun usai, kini saatnya jam istirahat, anak-anak berhamburan keluar kelas, Tania, Putri, dan Yola hendak pergi ke kantin
Ø Ari              : hei kalian! Kalau mau lewat sini, harus bayar pajak! Hahaha
Ø Kevin                   : iya benar! serahkan uang jajan kalian!
Ø Yola            : enak saja! Tidak mau!
Ø Tania          : memangnya ini jalan kalian?!?!
Ø Putri           : iya! Ini kan tempat umum!
Ø Bima           : kalian berani dengan kami?!?!
Ø Yola            : yasudahlah, kita lewat jalan lain saja!
Ø Tania          : baiklah
Ø Putri           : ayo!
Ø Aldi             : haha dasar anak perempuan penakut!
Ø Narator      : keesokan harinya, pak guru memberikan ulangan PKN
Ø Pak Guru    : *masuk kelas* anak-anak, siapkan selembar kertas! Kita ulangan!
Ø T,P,Y           : *menyiapkan kertas*
Ø Kevin                   : tapi pak guru, kemarin kan pak guru tidak memberi tahu!
Ø Pak Guru    : justru itu, agar kalian selalu belajar! Mengerti anak-anak?
Ø Murid         : mengerti pak!
Ø Pak Guru    : *membagikan soal*
Ø Narator      : semua murid hening mengerjakan soal, kecuali Ari, Aldi, Kevin, dan Bima, mereka ribut saling mencontek karena kemarin tidak belajar
Ø A,A,K,B       : * ribut mencontek*
Ø T,P,Y           : * hening mengerjakan*
~*****~
Ø Narator      : 30 menit kemudian, waktu mengerjakan soal pun habis, pak guru mengumpulkan jawaban anak-anak
Ø Pak Guru    : waktu habis! Kumpulkan jawaban kalian!
Ø Murid         : *mengumpulkan lembar jawaban di meja guru*
Ø Narator      : keesokan harinya, hasil ulangan pun dibagikan
Ø Bima           : yee...! aku dapat seratus..!
Ø Kevin                   : aku juga...! kamu dapat nilai berapa, Di?
Ø Aldi             : seratus dong! Kita kan sama-sama nyontek buku
Ø Yola            : jadi, kalian mencontek?!?!
Ø Ari              : iya! Memang kenapa?!?!
Ø Putri           : kalian harus minta maaf pada pak guru!
Ø Ari              : tidak mau! Kita kan enggak salah apa-apa!
Ø Tania          : jelas-jelas kalian mencontek!
Ø Bima           : sebagai pelajar, mencontek kan wajar!
Ø Tania          : Bima, apa kamu lupa, tentang pelajaran PKN kemarin?!?!
Ø Yola            : iya, itu namanya kalian tidak berkarakter bangsa!
Ø Putri           : kalau anak mudanya seperti ini, bagaimana nasib masa depan bangsa kita!
Ø Kevin                   : halah, kita kan Cuma nyontek!
Ø Tania          : tapi kalau sifat seperti itu dibiarkan, besar nanti kamu bisa-bisa jadi koruptor!
Ø Yola            : iya benar!
Ø Aldi             : anak-anak perempuan memang cerewet! Kita ke kantin aja yuk!
Ø A,K,B          : ayo!
Ø Narator      : Aldi, Ari, Kevin, dan Bima pun pergi ke kantin tanpa menghiraukan nasihat Tania, Putri, dan Yola. Di kelas, Tania, putri, dan Yola pun berdiskusi
Ø Tania          : *geleng-geleng kepala* kelakuan mereka memang sudah keterlaluan!
Ø Putri           : benar!
Ø Tania          : tidak hanya mencontek, mereka juga melakukan pemerasan pada teman-teman lain
Ø Yola            : iya, itu namanya kan mem-bully
Ø Putri           : kelakuan mereka harus segera dihentikan!
Ø Yola            : benar! tapi apa yang harus kita lakukan?
Ø Tania          : tidak ada jalan lain selain melaporkan hal ini pada pak guru!
Ø Yola            : benar! agar mereka jera!
Ø Putri           : baiklah, pulang sekolah kita ke rumah pak guru!
Ø Tania, Yola : oke!
Ø Narator      : beberapa menit kemudian, bel pulang pun berbunyi, Tania, Putri, dan Yola pun bersiap untuk pergi ke rumah pak guru. Setelah berjalan kaki selama beberapa menit, mereka bertiga pun sampai di depan rumah pak guru.
Ø Putri           : *mengetuk pintu* Assalmu’alaikum pak!
Ø Pak Guru    : *membuka pintu* Wa’alikumsalam! Eh kalian! Ayo silakan masuk!
Ø T,P,Y           : *duduk di ruang tamu*
Ø Pak Guru    : kok tumben, kalian main ke rumah pak guru, memangnya ada kepentingan apa?
Ø Tania          : begini pak, sebenarnya kami mau melaporkan sesuatu hal yang penting
Ø Pak Guru    : hal penting apa itu?
Ø Yola            : ini soal kelakuan anak-anak laki-laki pak!
Ø Pak Guru    : apa yang sudah mereka lakukan?
Ø Putri           : mereka sudah melanggar aturan pak, waktu ulangan kemarin mereka mencontek!
Ø Tania          : benar pak! Mereka juga mem-bully teman-teman
Ø Pak Guru    : mereka memang keterlaluan! Tidak mencerminkan karakter pemuda bangsa sama sekali!
Ø Yola            : sebaiknya pak guru segera menindaknya, pak!
Ø Pak Guru    : beiklah, terimakasih infonya ank-anak, kalian memang harus berani menyampaikan kebenaran
Ø Tania          : sama-sama pak! Kalau begitu kami pulang dulu
Ø T,P,Y           : Assalmu’alaikum pak! *mencium tangan pak guru*
Ø Pak Guru    : Wa’alaikumsalam! Hati-hati!
Ø T,P,Y           : baik pak!
Ø Narator      : keesokan harinya, pak guru pun memanggil Aldi, Ari, Kevin, dan Bima ke kantor
Ø Pak Guru    : Aldi, Ari, Kevin, dan Bima dimohon ikut saya ke kantor
Ø A,A,K,B       : *saling berpandangan bingung* baik pak!
Ø Narator      : mereka pun sampai di kantor
Ø Bima           : ini sebenarnya ada apa ya pak?
Ø Pak Guru    : saya mendapat laporan dari anak-anak kalau kemarin kalian mencontek, apa benar?
Ø Aldi             : *menunduk* benar pak...
Ø Pak Guru    : * geleng-geleng kepala* kalian juga mem-bully teman-teman, apa itu benar?
Ø Ari              : *menunduk* iya, benar pak...
Ø Pak Guru    : kalian memang keterlaluan! Kalian seharusnya menjadi contoh pemuda yang selalu mengamalkan pancasila!
Ø Kevin                   : kami tahu, maafkan kami pak...
Ø Pak Guru    : kalian harus minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di depan kelas!
Ø A,A,K,B       : *menunduk* baik pak...
Ø Narator      : akhirnya, Aldi, Ari, Kevin, dan Bima pun meminta maaf di depan teman-teman
Ø Aldi             : teman-teman, kami minta maaf ya...!
Ø Ari              : iya! Kami sudah memberi contoh yang tidak baik!
Ø Bima           : iya! Seharusnya kami tidak mencontek dan mem-bully teman-teman
Ø Kevin                   : benar! seharusnya kami sebagai pemuda bangsa harus selalu mengamalkan nila-nilai pancasila, bukan malah melanggar!
Ø Pak Guru    : nah! Jadi anak-anak, kita harus selalu menjadi pemuda yang berkarakter bangsa! Mengerti anak-anak?
Ø Murid         : mengerti pak!
Ø Narator      : semenjak saat itu, akhirnya, Aldi, Ari, Kevin, dan Bima pun berubah menjadi anak yang jujur dan baik

Saat ini anda sudah membaca tentang Contoh Naskah Drama nasionalisme yang kami berikan diatas, semoga bisa menjadi info bermanfaat ya, dan jangan lupa baca selengkapnya disini untuk Kumpulan Naskah Drama yang lainnya juga.

Belum ada Komentar untuk "Contoh Naskah Drama nasionalisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel