Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat

Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat - Kami akan sampaikan disini Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat lengkap sekali sehingga anda bisa mendapatkan Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat dini selengkapnya dan tentunya ini akan bisa menjadi Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat untuk pertunjukan anda dan tentunya Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat ini akan bisa menjadi salah satu prestasi anda disaat anda melakukan Drama dengan teman-teman anda dipentas. Ini adalah salah satu Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat terbaik yang bisa kami posting dan bisa menjadi pelajaran yang sangat berguna sekali karena Cerita Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat ini sangat menyentuh hati, kocak dan sangat menyenangkan sekali saat dipentaskan dengan teman-teman nantinya.

Untuk itu dapatkan Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat ini disini yang kami berikan lengkap sehingga bisa menjadi pertunjukan yang sangat bagus sekali, dan anda akan mendapatkan nilai bagus untuk Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat ini, lengkap sekali Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat ini dan pastinya kamu semua akan puas dengan Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat tersebut, dan untuk untuk itu langsung dapatkan Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat dibawah ini yang sobat semua.

 BABAK 1:

            Disebuah negeri yang entah ada atau tidaknya hiduplah segerombolan orang yang sedang melakukan kegiatan seperti berikut.

[Ibu Bawang Putih dalam keadaan sekarat. Ia berpesan kepada putri semata wayangnya itu ]

Bawang Putih: "Ya, Bu."

Ibu Bawang Putih: "Setelah ibu tiada, tetaplah menjadi anak yang bersahaja, dan jangan lupa untuk update status ibu ."

Bawang Putih: [Menitikkan air mata.] "Iya, bu..."

Ayah Bawang Putih: [Menangis, menyaksikan hal tersebut.]
Ibu Bawang Putih : “ Uhuk-uhuk. Ibu mati dulu ya :
Bawang Putih : “ Iya bu.. Hati-hati di jalan “

[Setelah berpesan seperti itu, Ibu Bawang Putih meninggal dunia diiringi isak tangis Bawang Putih dan Ayah Bawang Putih.]


BABAK 2:

Setelah Ibu Bawang Putih meninggal, Ayah Bawang Putih menikah dengan Ibu Bawang Merah. Hal ini menjadikan hidup Bawang Putih tidak bahagia. Bersama anaknya yang bernama Bawang Merah, wanita tua itu memperlakukan Bawang Putih seenak hatinya.

Ibu Bawang Merah: "Bawang Putihhhhh!!!"

Bawang Putih: [Datang dengan tergopoh-gopoh] "Iya, Mah “

Ibu Bawang Merah : “ Kamu lama banget sih habis ngapain Kamu? “

Bawang Putih : “  Habis meresin kamar, Mah “

Ibu Bawang Merah : “ Kenapa Kamu malah bersihin kamar, harusnya Kamu bersihin tempat ini! “

Bawang Putih : “ Tapi, yang nyuruh bersihin kamar kan Mama “

Ibu Bawang Merah : “ Kamu berani balas ucapan Mama ya?..!. Jangan banyak alasan cepat beresin “

Akhirnya mau tak mau harus mau Bawang Putih membersihkan ruangan itu menggunakan sapu normal.

Karena kelakuan ibu tiri dan kakak tirinya, Bawang Putih merasa sedih hatinya. Ia sekarang sebatang kara. Tak ada yang bisa dijadikannya tempat bersandar sejak ayahnya meninggal.


Bawang Putih berdoa, semoga ada seseorang laki-laki baik hati yang datang dan menjadi kekasihnya. Doa tersebut dicatat oleh malaikat dan diperdengarkan kepada Tuhan.

BABAK 3:

[Bawang Putih hendak pulang setelah mencuci baju di sungai, saat ia bertemu dengan Pangeran tampan.]

Pangeran: "Wahai, gadis cantik, bolehkah saya bertanya kepadamu?"

Bawang Putih: [Menoleh ke asal suara. Dan mundur beberapa langkah karena tatapan tajam Pangeran. Kemudian, ia menunduk.] "Silakan, Tuan. Apa yang hendak Tuan tanyakan kepada hamba?"

Pangeran: "Saya sedang berburu. Tapi, saking semangatnya, saya pergi terlampau cepat daripada mereka. Ketika saya ingin kembali, saya kehilangan jejak mereka. Jika tidak keberatan maukah kamu memberi saya petunjuk jalan manakah yang baik untuk ke hatimu, maksud Saya pulang ke istana saya?"

Bawang Putih: [Menunjuk ke jalan yang dimaui oleh Pangeran.]

[ berjalan melewati Bawang Putih ] Pangeran: " Nama ? " [ Menengok ]

Bawang Putih: "Nama Saya?"

Pangeran : “ Bukan, nama cucu lu. Ya namamulah. Ehem, jadi siapa namamu sang gadis cantik? “

Bawang Putih : “ Alexandria “

Anonim : “ Bawang Putih Woy! “

Bawang Putih : “ Itu maksud Saya “

Begitulah pertemuan pertama antara Pangeran dan Bawang Putih. Pertemuan tersebut membekas di hati Pangeran. Sehingga, diam-diam, Pangeran memperhatikan Bawang Putih. Karena ia sudah jatuh cinta, cie cie cie.

BABAK 4:

[Bawang Putih berlari ketakutan. Ia dikejar ibu tiri dan kakak tirinya, karena telah menghilangkan pakaiannya. Pangeran menolong Bawang Putih.]

Pangeran: "Hei, Bawang Putih, kesinilah."

Bawang Putih: [Segera mengikuti kata-kata Pangeran.]

Pangeran : “ Kenapa mereka mengejarmu? “

Bawang Putih : “ Mereka fansku, maksudku hmm. Ini sulit di ceritakan. Jadi seperti ini “ [ Nunjuk ke atas ]

Bawang Putih : “ Begitulah ceritanya “

Pangeran: "Kisah hidupmu sungguh dramatis. Tapi, terlepas dari semua itu, sejak saya melihatmu, saya telah jatuh cinta. Bawang Putih maukah menikah denganku?"

Bawang Putih: "Bila itu keinginan Pangeran..."

Setelah itu mereka menikah, cie cie cie. Setelah menikah, Pangeran membereskan masalah antara Bawang Putih dengan ibu tiri dan kakak tirinya.


BABAK 5:

Ibu Bawang Merah dan Bawang Merah bersimpuh di hadapan Bawang Putih dan Pangeran. Ibu anak itu menghadapi sidang atas perbuatan mereka sebelumnya.

Pangeran: "Pengawal, bawa kedua orang itu ke sini!"

Ibu Bawang Merah: "Ampuni kami, Pangeran. Kami berjanji mengubah sifat buruk yang ada pada diri kami."

Pangeran: [Menatap Bawang Putih, istrinya. Meminta keputusannya.]

Bawang Putih: [Membalas tatapan Pangeran, suaminya. Lalu, ia bangkit menghampiri ibu tiri dan saudara tirinya.] "Saya bisa saja melupakan semua yang ibu dan kakak lakukan. Tapi... Satu syarat yang harus kalian lakukan..."

Ibu Bawang Merah: "Apa itu? Katakan saja. Kami akan melakukannya dengan senang hati..."

Bawang Putih: "Kalian harus pergi dari sini, dan jangan sampai saya melihat kalian lagi. Jika saya sampai melihat kalian lagi, maka saya akan memerintah para pengawal untuk menangkap dan menjebloskan kalian ke dalam bui."

Pangeran: "Sekarang, enyahlah kalian dari hadapan kami!."


Ibu Bawang Merah dan Bawang Merah: " Terima kasih atas kebaikan hati kalian berdua." [Keduanya segera berlalu.]

Setelah kepergian ibu tiri dan kakak tirinya, Bawang Putih hidup bahagia bersama Pangeran.


The End

Saat ini anda sudah membaca tentang Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat yang kami berikan diatas, semoga bisa menjadi info bermanfaat ya, dan jangan lupa baca selengkapnya disini untuk Kumpulan Naskah Drama yang lainnya juga.

Belum ada Komentar untuk "Contoh Naskah Drama komedi 7 orang singkat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel