Contoh Naskah Drama jaka ngiyub

Contoh Naskah Drama jaka ngiyub - Kami akan sampaikan disini Contoh Naskah Drama jaka ngiyub lengkap sekali sehingga anda bisa mendapatkan Contoh Naskah Drama jaka ngiyub dini selengkapnya dan tentunya ini akan bisa menjadi Contoh Naskah Drama jaka ngiyub untuk pertunjukan anda dan tentunya Contoh Naskah Drama jaka ngiyub ini akan bisa menjadi salah satu prestasi anda disaat anda melakukan Drama dengan teman-teman anda dipentas. Ini adalah salah satu Contoh Naskah Drama jaka ngiyub terbaik yang bisa kami posting dan bisa menjadi pelajaran yang sangat berguna sekali karena Cerita Contoh Naskah Drama jaka ngiyub ini sangat menyentuh hati, kocak dan sangat menyenangkan sekali saat dipentaskan dengan teman-teman nantinya.

Untuk itu dapatkan Contoh Naskah Drama jaka ngiyub ini disini yang kami berikan lengkap sehingga bisa menjadi pertunjukan yang sangat bagus sekali, dan anda akan mendapatkan nilai bagus untuk Contoh Naskah Drama jaka ngiyub ini, lengkap sekali Contoh Naskah Drama jaka ngiyub ini dan pastinya kamu semua akan puas dengan Contoh Naskah Drama jaka ngiyub tersebut, dan untuk untuk itu langsung dapatkan Contoh Naskah Drama jaka ngiyub dibawah ini yang sobat semua.


JAKA NGIYUB

ADEGAN 1

SFX : Musik masuk panggung (karawitan)

1. Jaka Ngiyub : (Jaka Ngiyub memikul kayu dan meletakkannya. Kemudian membasuh mukanya di bawah air terjun dan beristirahat sambil duduk-duduk).“Weleh – weleh !! Hidup di jaman sekarang kok susah banget. Udah semua mahal, BBM naik, malah sekarang disuruh cari kayu bakar. Mana hutannya gundul lagi. Woalah gusti-gusti.”

ADEGAN 2

(Suara angin bergemuruh seiring turunnya ketujuh bidadari dari khayangan dan digambarkan dengan tarian. Seketika itu Jaka Ngiyub bersembunyi di balik pohon)

SFX : suara angin (live) dan selanjutnya musik karawitan yang mengiringi tari bidadari yang turun ke bumi

2. Bidadari : (Bidadari kagum akan keindahan dunia dan menikmati pemandangan yang ada di sekitar air terjun).“Wah……….!!!”

3. Jaka Ngiyub : (Jaka Ngiyub mengintip dibalik pohon dan mengagumi kecantikan ketujuh bidadari tersebut).“Weleh-weleh…………!!! Cantik-cantik bener gadis itu!”

4. Nawang Dina : (sambil menikmati pemandangan di sekitar air terjun).“Wah…………!!! Ternyata bumi ini sangat indah ya!”

5. Nawang Menit : (judes dan meremehkan).”Perasaan biasa aja deh.”

6. Nawang Tahun : (tidak nyaman dan risih dengan keadaan sekitar).“Eh…, tapi disini becek banget ! udah ujan, becek, gak da ojek. Cape deh…!”

7. Nawang Detik : (sambil menunjuk ke air terjun).“Dek remah……, itu bukan hujan tapi air jatuh.”

8. Nawang Minggu : “Piye, piye……, itu namanya air terjun nduk……”

9. Nawang Jam : “a….a…….a. a…air terjun……”

10. Nawang Menit : “Udah, udah rebut aja. Mau air terjun kek, mau air jatuh kek mendingan kita sekarang mandi aja!”

11. Keenam bidadari : “Iya…ya..Ayuk…..!”

ADEGAN 3

(Ketujuh bidadari itu pun mandi yang diibaratkan dengan gerakan tari, sementara itu Jaka Ngiyub mengintip dibalik pohon dan mencuri selendang bidadari tersebut.)

SFX : Musik (karawitan) yang mengiringi tarian bidadari yang menggambarkan bidadari sedang mandi.

ADEGAN 4

(Jaka Ngiyub masih berada di balik pohon sambil menyembunyikan selendang bidadari. Setelah selesai mandi para bidadari mengambil selendangnya masing-masing)

12. Para Bidadari : ( sambil mencari selendangnya masing-masing) “ Wah seger ya….!”

13. Nawang Wulan : (bingung mencari selendangnya)“Mana……….. selendangku………?????”

14. Nawang Tahun : (bingung mencari selendangnya yang juga hilang)“ Hah….. selendangku juga hilang. Dimana.………. dimana……… dimana……. Dimana…….”

SFX : Musik karawitan kaget

15. Nawang Jam : (sambil mendekati Nawang Tahun dan berbicara dengan logat gagap).”Me… me…me…memangnya ka…ka…kamu taruh dimana?”

16. Nawang Tahun : “Tadi tak taruh disini, masak tak taruh di rumah”

17. Nawang Dina : “ya sudah, kita cari saja “

(Ketujuh bidadari mencari selendang Nawang Wulan dan Nawang Tahun yang hilang)

18. Nawang Menit : “Ngapin kita ikut nyari, lha wong bukan selendang kita yang hilang .

19. Nawang Minggu : “Disini lho gak ada, barang kali hanyut di sungai. Kita telusuri sungai aja barangkali ketemu”

20. keenam bidadari : “Iya… ya…ayuk………..!!!”

(tujuh bidadari keluar panggung)

SFX : Musik keluar panggung (karawitan)

ADEGAN 5

KETUJUH BIDADARI ITUPUN TERUS MENCARI SELENDANGNYA YANG HILANG, SEMENTARA ITU JAKA NGIYUB KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA.

( Joko Ngiyub menari karena senang mendapatkan selendang bidadari)

SFX : Musik (karawitan) yang mengiringi tarian Jaka Ngiyub karena senang mendaspatkan selendang bidadari)

20. Joko Ngiyub : (Jaka Ngiyub memegang selendang dan heran ternyata selendang yang dicurinya ada dua).“Lho kok ada dua?? Perasaan tadi satu.”

ADEGAN 6

SFX : Musik masuk panggung (karawitan)

21. Genter : (Genter bertemu Jaka Ngiyub sambil membawa cangkul dan menjabat tangan Jaka Ngiyub).“Hallo prend …………!

22. Jaka Ngiyub : (dengan eksprei senyum-senyum)“Hallo ………ter!!

23. Genter : “Ngapain kamu disini??”

24. Jaka Ngiyub : “Aku habis cari kayu bakar ini”

25. Genter : “Hari gini cari kayu bakar?”

26. Jaka Ngiyub : “Habisnya aku nggak dapat pembagian konfersi gas dari pemerintah. Pemerintah itu nggak adil sama aku. La kamu sendiri dari mana?”

27. Genter : “ Aku habis nyangkul dari sawah.”

28. Jaka Ngiyub : (Jaka Ngiyub senyum-senyum dan memegangi kedua selendang yang dicurinya) .”O…….. “

ADEGAN 7

29. Genter : “Ngapain kamu pegang-pegang selendang itu?”

30. Jaka Ngiyub : (sambil memegangi kedua selendangnya) “ waktu aku istirahat tadi aku mengintip gadis-gadis cantik lagi mandi, aku ambil aja selendangnya. Eh.. ternyata ada dua. Ini tak kasih satu, kamu mau nggak??’

31. Genter : (sambil menunjuk selendang yang bagus) “ Gimana kalau yang itu ? yang itu lebih bagus deh.”

32. Jaka Ngiyub : “ Nggak pokoknya yang ini!! (kemudian berbisik-bisik) Ini milik bidadari lho!”

33. Genter : “Nggak mbujuk ta??”

34. Jaka Ngiyub : “ Ya nggak lah, masak ya nggak dong!”

35. Genter : (sambil berpikir lama). “Gimana ya? ”

36. Jaka Ngiyub : “Sudah lah, nggak usah mikir lama-lama.”

37. Genter : “ Ya dah, aku mau”

38. Jaka Ngiyub : “ Yo wis ter.. rawat baik-baik selendangnya! Aku pulang dulu ya!”

39. Genter : (sambil berjabat tangan)“ Ok friend, ati-ati ya!”

(Jaka Ngiyub keluar panggung)

SFX : Musik keluar panggung (karawitan)

ADEGAN 8

40. Genter : (sambil menimbang-nimbang selendang, mengamati dan mencium baunya. Dan akhirnya dia membuang selendang tersebut). “Ngapain aku mau dikasih selendang kaya gini? Sudah jelek, bau lagi. Nggak penting deh.”

SFX : Musik kaget (karawitan)

(Genter meninggalkan panggung, kemudian kembali lagi karena cangkulnya ketinggalan)

41. Genter : (Genter mengambil cangkulnya) “Aku lupa . Cangkulku ketinggalan”

ADEGAN 9

KETUJUH BIDADARI PUN KEMBALI KARENA MEREKA TIDAK MENEMUKAN SELENDANG NAWANG WULAN DAN NAWANG TAHUN DI TEMPAT LAIN.

SFX : Musik masuk panggung (karawitan)

42. Nawang Menit : “Kalian itu ceroboh banget sih !!”

43. Nawang Minggu : “ Makanya kalau naruh selendang tu yang bener dong!”

44. Nawang Menit : “Kalian tu merugikan kita semua.”

(Bidadari yang lain mencari selendang, Nawang Tahun menangis dan sedih)

ADEGAN 10

45. Nawang Jam : (sambil menunjuk selendang yang ada di balik bebatuan dan menepuk pundak Nawang Tahun) ” i …… i ……. i ……. i …….tu…….”

46. Nawang Tahun : (mencueki Nawang Jam)“ apa sih …??”

47. Nawang Jam : (tangan menunjuk ke selendang) “i…… i …… i …… tu se….. se….. lendangnya.”

48. Nawang Tahun : (sambil berjalan mengambil selendang yang ditunjukkan oleh Nawang Jam)“ Ha….!!! Akhirnya ketemu juga, itu selendangku.”

SFX : Musik kaget (karawitan)

49. Nawang Wulan : (Nawang Wulan melihat dan mengamati selendasng yang diambil Nawang Tahun ) “ ini bukan selendangmu, ini selendangku ndek .”

50. Nawang Tahun : (sedih dan kecewa)“Trus mana punyaku……??

51. Nawang Wulan : “Ya dah, kita cari aja dulu”

52. Nawang Menit : (cuek)“ Meneketehek, itu urusanmu.”

53. Nawang Detik : “ Ini kan dah sore, sebentar lagi gelap, kita kan gak bisa terbang kalau malam.”

54. Nawang Dina : “ Iya… ya, ntar nabrak-nabrak lagi.

55. Nawang Tahun : (Nawang Tahun sambil menangis)“Trus aku gimana dong??”

56. enam bidadari : “ Meneketehek.”

57. Nawang Menit : “itu urusanmu .”

58. Nawang Minggu : “ Lagian, salah sendiri naruh selendang sembarangan. Sekarang rasain !!”(Dengan ekspresi marah, mendengar hal itu Nawang Tahun menangis histeris)

ADEGAN 11

59. Nawang Menit : “ Ya udah sebaiknya kita pulang aja yuk !”

( Enam bidadari terbang meninggalkan Nawang Tahun sendirian)

SFX : Musik keluar panggung (karawitan)

ADEGAN 12

KEESOKAN HARINYA NAWANG TAHUN SAMBIL MENANGIS TERSEDU-SEDU MASIH MENCARI SELENDANGNYA YANG HILANG.

SFX : Musik sedih (seruling) dan suara kicauan burung (siulan)

60. Nawang Tahun : (sambil menangis dan mencari selendangnya) “ Dimana sich selendangku?”

(Tiba-tiba ada seorang pemuda tampan yang menghampiri Nawang Tahun dari belakang)

61. Jaka Ngiyub : (dengan heran dan penasaran Joko Ngiyub mendekati Nawang Tahun)“ hah ini pasti wanita cantik. ”

62. Jaka Ngiyub : “ Wahai gadis cantik jelita! Mengapa engkau menangis sendirian di hutan? Ada apa gerangan? Apakah aku bias membantumu?”

63. Nawang Tahun : (sambil terisak-isak yang masih membelakangi Jaka Ngiyub) “a….. aku tidak bisa pulang karena selendangku hilang.”

64. Jaka Ngiyub : “Memangnya rumahmu dimana?”

65. Nawang Tahun : “Rumahku jauh”

66. Jaka Ngiyub : “Berarti kamu bukan penduduk sini?”

67. Nawang Tahun : “sambil menangis”

68. Jaka Ngiyub : (sambil menerka-nerka Joko Ngiyub menerka-nerka bahwa gadis yang ditemui merupakan pemilik selendang yang diambilnya) “Aku tahu siapa kamu…….. , kalau aku dapat menemukan selendangmu…… ”

69. Nawang Tahun : “Berarti kamu yang mengambil selendangku?”

ADEGAN 13

70. Jaka Ngiyub : “ Bukan… bukan aku yang mengambilnya. Tapi kalau aku dapat menemukan selendangmu, sudikah kiranya dirimu menjadi istriku?”

71. Nawang Tahun : “ Apa kamu nggak bakalan menyesal?”

72. Jaka Ngiyub : “Tidak…. Aku tidak akan menyesal. Aku akan menerimamu apa adanya. Apakah kamu bersedia menikah denganku? ”

73. Nawang Tahun : (sambil menoleh kearah Jaka Ngiyub) “ Hah !!! menikah?? Ya iyalah,”

(seketika Jaka Ngiyub pingsan karena melihat wajah Nawang Tahun yang jelek)

SFX : Musik kaget (karawitan)

PERBUATAN YANG TIDAK BAIK PASTI AKAN MENDAPATKAN BALASANNYA. ENTAH SEKARANG ATAU PUN NANTI. SIAPA YANG MENANAM PASTI AKAN MENUAI.

Saat ini anda sudah membaca tentang Contoh Naskah Drama jaka ngiyub yang kami berikan diatas, semoga bisa menjadi info bermanfaat ya, dan jangan lupa baca selengkapnya disini untuk Kumpulan Naskah Drama yang lainnya juga.

Belum ada Komentar untuk "Contoh Naskah Drama jaka ngiyub"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel