Pembunuhan di Malam Senyap

Murder in Silent Night


Suatu pagi seorang asisten rumah tangga harian yang bekerja setiap pagi hingga sore mendapati majikannya tergeletak tak bernyawa di teras rumah. Polisi yang datang beberapa puluh menit kemudian mengungkapkan jika korban dibunuh dengan cara dicekik hingga kehabisan napas dan waktu perkiraan kematian korban adalah pukul sembilan malam kemarin. Semalaman itu terjadi hujan lebat dan listrik padam di daerah sekitar sini.
Di rumah ini korban tinggal bersama istri dan kedua anaknya. Masing-masing memiliki kondisi tubuh yang tak lazim; korban tak bisa berbicara alias bisu, sang istri menderita lumpuh pada kaki dan kemana-mana menggunakan kursi roda, si anak sulung buta sejak lahir, dan si bungsu tuli.
Berikut keterangan dari para penghuni rumah ketika ditanyai oleh polisi:
Istri : "Malam itu hujan dan listrik padam. Saya berdiam diri di kamar karena tak bisa melihat dan mendengar apa-apa."
Anak pertama : "Malam itu hujan dan listrik padam. Saya berdiam diri di kamar karena tak bisa mendengar apa-apa."
Anak kedua : (Setelah diterjemahkan dari bahasa isyarat) "Malam itu hujan dan listrik padam. Saya berdiam diri di kamar karena tak bisa melihat apa-apa."
Para penegak hukum itu sempat kebingungan beberapa saat, namun setelah salah satu tetangga korban memberikan sebuah informasi bila korban memang memiliki kebiasaan menghisap berbatang-batang rokok malam sebelum pergi tidur di teras rumah, polisi segera menyadari fakta bahwa salah satu penghuni rumah ini kemungkinan besar ialah pelaku pembunuhan tersebut.

Siapakah pelakunya dan bagaimana polisi bisa mengetahuinya?





Belum ada Komentar untuk "Pembunuhan di Malam Senyap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel