Asal-usul Gunung Merapi


http://i.telegraph.co.uk/
Gunung Merapi, gunung berapi teraktif di dunia, ternyata menyimpan legenda menarik. Seperti apa kisahnya?

 
Kalau kita bertanya penduduk di wilayah Kawastu dekat gunung itu, mereka mempercayai bahawa Gunung Merapi itu adalah jelmaan daripada Gunung Jamurdipo. Menurut cerita yang tersebar di sana, sebagaimana diungkapkan oleh Lucas Sasongko Triyoga dalam bukunya, Manusia Jawa dan Gunung Merapi terbitan Gadjah Mada University Press, 1991, sewaktu Pulau Jawa diciptakan para penduduk desa, keadaannya tidak seimbang kerana ia miring ke barat. Ini kerana di hujung barat itu terdapat Gunung Jamurdipo.

Atas saran seorang berpengaruh bernama Dewa Krincingwesi, gunung itu dipindahkan ke bagian tengah agar seimbang.
Mereka berdua sedang membuat keris pusaka Tanah Jawa, namun diarah memindahkan kegiatan mereka. Keduanya enggan. Ketika itu, di tengah Pulau Jawa terdapat dua adik-beradik - Empu Rama dan Permadi. Ini menyebabkan Dewa Krincingwesi murka. Beliau kemudian mengangkat Gunung Jamurdipo dan menghempaskannya tepat di lokasi tempat adik-beradik itu membuat keris pusaka.  
 
Kedua kakak beradik itu akhirnya meninggal, terkubur hidup-hidup ditimpa Gunung Jamurdipo. Untuk memperingati peristiwa itu, Gunung Jamurdipo diubah namanya menjadi Gunung Merapi. Seorang cendekiawan, Profesor Dr M. Bambang Pranowo dari Universiti Islam Negeri, Jakarta, pernah menulis bahawa Gunung Merapi memang banyak keunikannya.

'Sebagai orang Jawa yang tinggal dekat Gunung Merapi, sejak kecil saya pun sering menyaksikan keunikan di sekitar Merapi. 'Misalnya, saya sering mendengar suara gamelan bertalu-talu di kedung Sungai Mangu yang bersumber dari lereng Merapi.
'Padahal, di sana tidak ada penduduk yang sedang menabuh (memukul) gamelan,' tulisnya. Menurutnya, keindahan Gunung Merapi bukan hanya terletak pada alamnya, tetapi juga legenda-legendanya.

cuplikan dari http://cyberita.asia1.com.sg/mistimewa/story/0,6879,175532,00.html

Belum ada Komentar untuk "Asal-usul Gunung Merapi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel